The Long Night

Title :  The Long Night

Length :  Oneshot

Rating: NC 21

Genre : Romance, Married Life, etc…

Cast : Cho Kyuhyun || Seo Joohyun 

Sumber : https://chokyunieevilgaemgyu.wordpress.com/2014/09/29/the-long-night-nc-21-2/

.

WARNING: Ini adalah Fanfiction Nc-21. Jadi, untuk readers yang belum cukup umur (Di bawah 17 tahun),
diharapkan  untuk menSKIP saja bagian yang tidak mendidik.
Peringatan sudah aku beritahukan. Dikarenakan aku sedang males memberi PW, maka dari itu tolong kesadarannya.
Terima kasih………… ^o^

.

 

Sorry always there typos

Happy Reading………. ^o^

[SeoKyu] Hmmmm

.

Ini bagai sebuah mimpi panjang yang akhirnya bisa dirasa telah menjadi nyata. Seolah lama terpaku lalu sadar ketika salah satu lengan mendapat cubitan cukup keras dan pekikan tertahan tercipta. Sakit. Ya. Rasanya memang sakit. Dasar bodoh! Mungkin begitulah yang sekarang dirasakan karena semua keterpakuan serta rasa yang masih menganggap ini mimpi, kini telah musnah. Terganti dengan seyum tipis yang terukir.

 Bahagia?

Tentu. Itulah yang dirasakan hatinya, sekarang. Mimpinya telah menjadi nyata. Khayalannya telah menjadi sebuah kenyataan dan dia pantas bersyukur.

“Masih mau duduk di sana?” seseorang bertanya “Mandilah. Ini sudah malam. Aku tahu kau lelah”

“Hemh..aku akan mandi”

Tubuhnya beranjak dari duduk. Dengan sedikit susah payah, sosok itu ayunkan sebelah tangannya kemudian menarik ekor gaunnya yang panjang untuk sedikit dia gulung. Bibirnya mengerucut manakala dia merutuki pakaian itu.

“Lepas saja”

“Huh?”

“Lepas dahulu agar kau bisa berjalan lancar ke kamar mandi”

“Iissshh”

Desisannya berkumandang pelan kala dia lihat sosok itu berkomentar seenaknya. Melepaskan gaun yang sedang dirinya kenakan memang sudah pasti akan dia lakukan. Tapi, tidak mungkin dia akan melepaskannya di sini. Di depan sosok itu. Seorang pria yang sekarang menjadi suaminya.

Oh…tidak! Tidak akan bisa dia melakukannya di sini apalagi untuk saat ini. Alasannya? Simple. Dia akan malu terlebih tidak biasa!

“Seohyun” namanya dipanggil. Dia menoleh.

“Apa?”

“Hahaha ketus sekali” komentar ringan terdengar. Rengutan masih tercipta, namun masih ditanggapi dengan santai oleh pria itu.

“Aku tahu kau kesulitan” pria itu melangkah lebih dekat. Satu kecupan ringan mendarat di puncak kepalanya sesaat sebelum pria itu kembali berucap “Lepaskan dulu gaunmu, baru setelahnya kau bisa pergi untuk mandi”

“Tidak mau, Kyuhyun!” tolaknya keras. Suara itu jelas milik Seohyun “Kau mau melihatku nampak bodoh dengan tubuh yang sudah tak tertutupi sehelai benang pun, huh?”

“Hahahah” Kyuhyun tertawa cukup keras. Kepalanya mengangguk ringan “Idiot!”

“Apa?”

“Tentu!” sahut Kyuhyun lagi dengan sedikit penekanan “Hanya melepas gaun panjangmu dan bukan semua yang kau kenakan”

Kyuhyun berikan seringai jahil. Kepalanya dia turunkan kemudian berbisik pelan di telinga Seohyun.

“Kau pasti memakai pakaian dalam. Kenapa harus ketakutan?” Kyuhyun angkat lagi kepalanya lalu dia tersenyum simpul “Apa kau tidak berani karena takut sedikit saja tubuh jelekmu terlihat olehku?”

“Yak! Kyuhyun! Diamlah!”

Blam!!!

Seketika Kyuhyun tertawa keras sesaat setelah melihat wanita yang sudah menjadi istrinya sekarang menutup pintu kamar mandi dengan kasar. Harus diacungi jempol. Istrinya yang walau kesusahan memakai gaun bekas  pernikahan mereka tadi siang, namun masih berusaha berlari agar bisa menghindar dari ucapan bernada guyonan yang dirinya kumandangkan.

“Dasar wanita” Kyuhyun mendecakan lidahnya “Pada suami saja malu. Aneh!”

***

Dia nampak sibuk berkutat dengan isi dalam kopernya. Di luar sana tengah turun salju. Walau waktu sudah menunjukan pukul 11 malam lebih dan udara semakin terasa dingin, dirinya tetap tak menghendaki untuk segera tidur. Dia masih fokus mencari sesuatu yang sepertinya sangat dirasa penting.

Sosok yang bersamanya pun demikian. Ke luar dibalut handuk kimono berwarna putih setelah hampir satu jam melakukan pembersihan tubuh. Mandi. Waktu yang dirasa terlalu berlebihan digunakan saat sudah jelas waktu tak bisa dikatakan bersahabat.

“Kau sudah selesai?” kepalanya terangkat. Kyuhyun, dia, mulai menatap istrinya cemas “Baju tidurku yang berwarna biru. Apa kau tahu di mana?”

“Aku?” Seohyun memastikan. Alisnya terangkat “Kenapa bertanya padaku? Kau sendiri yang mengepaknya, bukan?”

Ditepuk jidatnya pelan. Kyuhyun melakukannya pada dirinya sendiri saat dia sadar sudah bertanya bodoh. Tubuhnya kemudian mulai melenggang hampiri istrinya sambil bertolak pinggang.

“Aku pikir kau membantu eomma membereskan pakaianku tadi siang” katanya menatap kecut Seohyun “Maka dari itu aku bertanya”

Seohyun lepas handuk kecil yang tadi membalut rambut basahnya. Menaruhnya sebentar di atas ranjang kemudian wanita itu duduk di atas kursi di depan meja rias. Mulutnya terbuka. Dia mulai bergumam.

“Mungkin tertinggal, Kyuhyun” sahutnya sambil mulai menyisir “Salahmu sendiri tidak berpesan pada eomma jika kau ingin membawa serta pakaian tidur kesayanganmu. Pakai saja yang ada, pasti rasanya akan tetap sama”

Lenguhan terdengar. Kyuhyun mendecakan lidahnya saat dia memang merasa kecewa. Ini mungkin terdengar kekanakan. Tapi Kyuhyun memang sangat menyukai pakaian tidur yang dirinya maksud. Baju tidur itu berwarna biru dengan aksen polkadot kecil-kecil. Sederhana namun sangat manis. Tidak cukup sampai di sana. Kyuhyun memang sangat menyukai pakaian tidur itu dikarenakan pakaian tersebut adalah hadiah dari Seohyun. Istrinya. Wanita yang dia cintai. Hadiah saat ulang tahunnya.

“Hemh…” napasnya terhembus pelan. Kyuhyun peluk Seohyun dari belakang dengan sedikit membungkuk dikarenakan posisi Seohyun masih terduduk “Aku lebih suka tidur dengan barang pemberian istriku”

Seohyun hentikan aksi menyisirnya. Senyumnya tercipta. Ke dua tangannya terangkat menyentuh lengan Kyuhyun.

“Sudah lama, pasti sekarang sangat lusuh” katanya tetap memandang ke arah cermin “Aku jadi sedikit malu jika kau mengungkitnya”

Kyuhyun terkekeh pelan. Dia turunkan tubuhnya lalu berjongkok. Satu tangannya terulur mengelus dahi Seohyun. Anak rambut wanitanya turut dia benarkan.

“Walau sudah lusuh, tapi aku sangat menyukainya” katanya sambil tersenyum “Kapan-kapan belikan lagi yang modelnya sama”

Pria itu meringis saat sebuah pukulan ringan harus dia dapatkan dari Seohyun. Wanitanya merengut kesal dikarenakan suaminya malah balik meminta sesuatu.

“Dasar tukang minta” ejeknya dengan disertai lidahnya yang ia julurkan.

Kyuhyun tertawa cukup keras setelahnya. Digeser tubuhnya semakin dekat dan tak lupa ke dua tangannya kini melingkar ke pinggang Seohyun. Dia masih dalam posisi berjongkok.

“Hanya bercanda. Lagipula, barang-barang semacam itu bisa kita beli nanti bersama-sama. Sepulang dari sini, kita akan mendapat banyak tugas untuk membuat rumah baru kita nanti supaya terasa nyaman”

Seohyun mengangguki ucapan suaminya. Malam ini dia dan juga Kyuhyun memang sedang berada di Jeju. Ritual yang katakanlah biasa. Mereka tengah menikmati masa bulan madu seperti halnya orang-orang yang baru menikah. Setelah satu minggu ke depan, keduanya akan pulang dan mulai menempati rumah baru.

“Sayang” Kyuhyun bersahut “Aku sudah mengantuk”

Seohyun tersenyum “Hemh..aku juga sama”

Kyuhyun berikan senyum lebarnya sesaat setelah dia mulai berdiri. Rasa panik seketika tercipta sesaat setelahnya. Bukan dari Kyuhyun. Itu adalah yang terjadi pada Seohyun. Wanita itu memekik saat tubuhnya terasa terayun secara tiba-tiba membuatnya harus berpegangan dia leher Kyuhyun dengan cepat. Sekarang dirinya sadar. Sang suami telah berbuat usil dengan menggendongnya ke arah ranjang.

“Kyuhyun, turunkan aku” Seohyun merengek pada suaminya “Aku bisa jalan sendiri. Kau tidak perlu repot-repot”

“Tanggung. Sebentar lagi sampai” kerlingan dihadiahkan Kyuhyun untuk istrinya.

Seohyun merinding. Bulu kuduknya berdiri dengan cepat. Wajahnya sangat terlihat cemas. Ia ketakutan dan gugup.

“Akhirnya” Kyuhyun baringkan Seohyun tepat di atas ranjang lega.

Belum sempat Seohyun hendak berguling ke samping, ke dua tangan pria itu sudah lebih dulu menahannya. Alisnya naik turun melihat tingkah Seohyun yang seolah seperti menghindarinya.

“Ada apa?” katanya bertanya. Seohyun masih berusaha menelan ludahnya yang serat.

“Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin segera tidur”

“Oh..” Kyuhyun membulatkan mulutnya saat dia menjawab.

Seohyun sepertinya memang belum bisa menghindar karena saat sang suami sudah bersuara, pria itu malah menarik selimut tanpa mau memberinya kesempatan untuk membuat jarak.

“Malam ini sangat dingin dan aku juga sudah sangat lelah. Besok malam saja kita melakukannya, ok?”

“Melakukan apa?”

Seohyun bertanya lantang. Di saat bersamaan, hatinya turut berdegup karena dari ucapan suaminya sudah terbesit sesuatu yang aneh. Hawa dingin semakin ia rasakan di tubuhnya terlebih perasaan merinding yang sekarang dirasakan Seohyun.

“Bercumbu”

“Yak! Hmmmpp-“

“Tidak perlu berteriak. Aku memang tidak akan melakukannya sekarang karena sangat mengantuk”

Pria itu akhiri ucapannya sesaat setelah dia selesai membekap mulut Seohyun dengan satu telapak tangannya. Senyuman dia berikan saat beri balasan tatapan terkejut yang sekarang istrinya tampilkan. Pria itu tetap beri senyumnya setelah dia mulai mendekap lalu memeluk istrinya. Kyuhyun berikan bisikan pelan sebelum ia mulai terpejam.

“Selamat malam, sayang. Selamat tidur istriku. Semoga mimpi indah”

Lengkap. Tidak hanya penuturan lembut yang Kyuhyun berikan pada istrinya malam ini. Ciuman hangan di bibirnya turut dia dapatkan sebagai pengantar tidur walau hanya beberapa detik.

Ck, Kyuhyun! Kau membuatku jantungan.

Omel Seohyun dalam hati karena sangat gugup. Dengan gerak semangat, ia turut balas pelukan suaminya dan mengikuti pria itu untuk memejamkan mata.

***

Secara perlahan tubuhnya terasa tak terbaring nyaman. Samar-samar sebuah kecapan halus terdengar dan saat itu pula sesuatu yang lembut terasa menyapa kulit putihnya. Erangan lembut berkumandang dan dengan susah payah, dia coba membuka mata.

“Kyu-Kyuhyun” serak dari suara yang ditimbulkannya menggema sekarang “Kau sedang apa? Uhhh” pertanyaannya ia akhiri dengan lenguhan pelan sesaat setelah dia merasakan sebuah sensasi kecil dari apa yang tengah didapatkannya.

Dia, Seohyun, tak bodoh. Dengan kesadaran yang baru setengahnya dia dapat, dirinya bisa menyadari jika sekarang suaminya tengah berbuat sesuatu di tubuhnya. Ingin bertindak sebuah penolakan namun tak bisa. Gairahnya timbul seiring dengan semakin membabi buta gerakan-gerakan halus itu tubuhnya rasakan.

“Kyuhyun……”

“Aku berubah pikiran” balasan serupa yakni sama serak telah Kyuhyun kumandangkan. Satu kecupan, dua kecupan dan terus kekecupan selanjutnya pria itu lakukan disela dia berbicara “Hawa dingin karena turun salju ditambah ulah lututmu yang tak sengaja menyentuh adikku saat tidur tadi membuatku tak bisa bertahan”

Kyuhyun angkat kepalanya dari area leher Seohyun. Pria itu kini beralih kecupi wajah Seohyun dengan lembut. Dia nikmati dan hadiahi sentuhan manisnya di sana untuk beberapa saat hingga ciuman panjang Kyuhyun lakukan bersama istrinya. Saling memagut dan begitu bergairah.

“Ku pikir, tidak ada salahnya jika melakukannya malam ini” sambungnya terengah malah lebih terengah dari sebelumnya “Bukan malam pertama namanya jika dilakukan besok”

“Kyuhyun….”

Seohyun berada pada masa di mana dia tak bisa mengambil tindakan. Ketakutan yang semula bersemayam dalam otaknya kini, beralih menjadi sebuah kenikmatan yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Sentuhan prianya begitu lembut hingga membuatnya seolah lupa jika kekesalan sempat muncul manakala tidur nyenyaknya diganggu secara sepihak.

“Emhh….” Kyuhyun mengulum napasnya yang berburu saat dia sudah semakin menapaki tingkat lebih. Bibirnya tetap setia mengukir sentuhan manis di tubuh atas Seohyun. Tanpa wanita itu ketahui, sekarang kimono yang tadi belum sempat ia ganti sekarang sudah terlepas dan tak menyisakan sehelai benangpun yang dapat menutupi tubuh polosnya.

“Aku menyukai ini” suara yang masih sama serak berkumandang bersamaan dengan sebuah desahan kala salah satu bagian sensitive dari tubuhnya telah dijamah. Disentuh dengan lembut serta diberi pijatan pelan yang membuat sebuah erangan kecil tercipta.

Kyuhyun menikmati aktivitasnya saat ini yang masih mengecupi leher Seohyun dan beri tanda keunguan di sana. Terasa sangat pas. Begitulah yang dirasakan satu telapak tangannya kala tengah menguasai salah satu gundukan kembar kepunyaan istrinya. Ciumannya semakin turun ke bawah bersamaan dengan pijatan-pijatan pelan nan lembut yang sekarang dirinya lakukan.

“Aahhh….eemmhhh…” lenguhan serta desahan itu bukan hanya milik Kyuhyun. Seohyun pun melakukan hal yang sama dan sekarang dia benar-benar lupa segalanya. Seohyun menyadari. Dia begitu menikmati masa sekarang.

Waktu yang terus berlalu semakin menunjukan keintiman yang sekarang terjadi. Satu tangan Kyuhyun yang sekarang tengah melintasi tiap inci tubuh polos Seohyun membuatnya tak bisa terus berada di sana. Dia sapukan tangannya itu di punggung Seohyun yang terbuka kemudian turun ke bawah. Mengangkat paha Seohyun. Melingkarkan sebelah kaki wanitanya agar  berpangku di pinggang kepunyaannya. Dengan gemas, Kyuhyun turut berikan tepukan pelan di pantat wanita itu yang tak ayal membuat Seohyun mengerang tertahan.

***

Kyuhyun merasa jika ini adalah surga dunia. Bodoh sekali jika dia harus melewati malam ini begitu saja. Sekarang dia tahu dan sadar jika malam ini sangatlah penting. Sebuah malam panjang yang memang perlu untuk dia nikmati bersama istrinya.

Di bawah kuasa tubuh suaminya, Seohyun begitu menikmati ketika kini sebuah pagutan lembut tengah salah satu gundukan kembarnya dapatkan. Bersamaan dengan hal itu, tangan jahil suaminya sudah lebih dulu bergerilya di daerah paling intim kepunyaannya. Sebuah sentuhan dari elusan lembut tangan suaminya kemudian berlanjut pada cubitan-cubitan kecil. Tidak cukup sampai di sana, Seohyun merasa sesuatu yang kecil memasuki daerah pribadinya namun rasa sakit tetap tak bisa ia hindari. Ia meringis walau pada akhirnya menggumamkan sebuah lenguhan nikmat.

“Kau menyukainya, sayang?” Kyuhyun angkat kepalanya dan sekarang dia menatap dalam wajah istrinya yang tengah menutup mata namun bibir wanitanya digigit sendiri oleh wanita itu. Senyumnya terukir puas. Saat itulah dia semakin bertindak lebih dengan mempercepat kocokannya di daerah intim Seohyun. Membuat wanitanya semakin mengerang hebat dan pundaknya harus merasa sakit kala kuku-kuku Seohyun memberi goresan luka di sana.

“Ah….” kembali lenguhan terdengar namun kali ini yang melakukannya adalah Seohyun. Wanita itu melenguh panjang serta lega saat pencapaian pertamanya telah sampai pada titik nikmat.

Kyuhyun menyeringai. Seringainya dia lanjutkan dengan kembali ajak istrinya untuk berciuman dan tak lupa, satu tangan yang tadi bermain di daerah intim Seohyun kini, dia lanjutkan di gundukan Seohyun lagi. Meremasnya. Memberi sensasi lebih dari sebelumnya.

Mereka terengah dalam kekehan yang sama-sama dikumandangkan. Walau sama terengah dan keringat sudah bercucuran, tapi aktivitas tersebut tak bisa berhenti sampai di sana. Kyuhyun angkat dulu tubuhnya. Dia berikan tawanya saat sang istri langsung menutup wajahnya dengan sangat malu. Dia lepas seluruh bajunya hingga tak menyisakan apapun lagi. Kembali, Kyuhyun posisikan dirinya di atas tubuh Seohyun.

“Hei….” serunya selembut mungkin “Tidak perlu malu” kecupan lembut Kyuhyun berikan di telapak tangan istrinya saat dia lepaskan serta jauhkan tangan itu agar tidak menutupi wajah cantik sang istri. Seohyun bersemu merah, sangat merah hingga dia tak bisa mengukur seberapa merah dan panasnya kini wajah yang ia miliki karena terlalu malu dan gugup.

“Aku tak menyangka kau bisa melakukan ini, Kyuhyun” serunya disertai pukulan ringan di lengan sang suami “Kau membuatku ketakutan tadi. Aku pikir kau sedang apa? Ternyata….”

“Ternyata aku tengah memberimu kenikmatan” ejeknya yang harus diberi sebuah pukulan lagi dari Seohyun. Pria itu acuh. Sekarang dia malah semakin merapatkan tubuh polosnya dengan wanitanya “Aku mencintaimu, sayang…kau sangat cantik. Selalu cantik dan malam ini lebih lebih lebih cantik”

Pujiannya memang sangat berlebihan. Sadar itu buat orang yang berada di bawahnya semakin melayang tak sedikitpun membuat Kyuhyun puas. Kecupan lembut dirinya kembali ia lakukan dan senyum cerah dia suguhkan untuk bidadarinya.

“Ikutlah bersamaku” Kyuhyun lanjut berucap dengan nada sensual yang memang sanggup membuat Seohyun memandang tanpa berkedip. Napasnya dia hembuskan dengan sengaja di area tengkuk istrinya  “Mari kita menimati inti dari kenimatan surga dunia yang sebelumnya hanya sebuah khayalan”

Pekikan disertai ringisan hebat tercipta setelah tepat kalimat itu terucap. Betapa tidak, saat itu pula Kyuhyun langsung melancarkan aksinya dengan dia satukan tubuh itu sempurna. Cukup kasar dan tak beri sikap bertele-tele karena dia pikir itu hanya akan membuat waktu tak terasa nyaman ditapaki.

“Kyu-Kyuhyun aawww” tak ada jeda untuk memberi belas kasih saat seperti sekarang.

Kala penyatuan secara cepat itu dilakukan, tangisan perih serta alunan bernada kenikmatan sudah tercipta secara bersamaan. Seohyun yang mengalunkan nada sakit tetap tak bisa menolak jika rasa nikmat adalah hal yang dia rasakan setelahnya. Mendapat ciuman dari suaminya ketika pergumulan itu terus berlanjut membuat rasa sakitnya sedikit hilang.

Kyuhyun memaju mundurkan pinggulnya saat dia sudah merasa tempo yang harus dirinya lakukan adalah cepat. Tak dia pedulikan napasnya yang terengah ditambah keringatnya yang bercucuran, pria itu tetap menikmati tubuh istrinya dengan penuh gairah. Beberapa kali Seohyun lengkungkan punggungnya ke depan dengan dadanya yang naik turun. Di beberapa aksi itu terlihat maka dia memang yang paling sering menapaki titik kenimatan. Sedangkan Kyuhyun, dia justru semakin memasuki tahap yang semakin membabi buta dari sebelumnya.

“Kyuhyun….”

“Sebentar lagi, sayang” selaannya dia lakukan bersamaan dengan ciuman-ciuman nakal di derah dada istrinya. Tubuhnya masih menyatu dan pinggulnya masih bergerak maju mundur. Dan tangannya tetap sesekali beraksi meremas gundukan kembar istrinya.

Mungkin sudah lebih dari satu jam dan racauan semakin terdengar tak karuan. Kondisi ranjang sudah sangat tak beraturan. Belum lagi decitan alat tidur itu adalah salah satu pelengkap pergumulan dua insan yang kini tengah menikmati malam panjang mereka yang sebutlah sebagai malam pertama.

Temponya semakin Kyuhyun percepat dan dada Seohyun semakin bergerak-gerak hebat seiring dengan gundukan kembarnya yang bergoyang akibat hentakan penuh emosi serta gairah dari Kyuhyun.

“Kau lelah?” Kyuhyun sedikit terkekeh dalam usahanya yang sudah akan mencapai puncak kenikmatan. Kepala istrinya mengangguk namun erangannya menandakan jika wanita itu justru seolah sangat menikmati hal ini dan tak ingin ini berakhir.

“Malam ini sangat indah. Terima kasih, sayang”

Tepat saat kalimat itu dia ucapkan, Kyuhyun juga turut tapaki puncak kenikmatan yang sudah sedari tadi dia buru dengan begitu semangat. Tubuhnya terhempas pelan di atas tubuh istrinya dan sekarang dadanya sama-sama bergemuruh seperti Seohyun.

Kyuhyun angkat secara perlahan tubuhnya dan dia keluarkan adiknya dari daerah intim Seohyun. Raut sedih sedikit tercipta saat dia dapati setitik darah di sana. Kyuhyun segera raih kembali tubuh Seohyun yang terkulai lemas kemudian dia peluk dengan erat. Perasaan bahagia dia rasakan setelahnya.

“Perlu kau dengar secara berulang kali jika aku sangat amat mencintaimu, Seohyun” katanya dengan diikuti kecupan ringan di puncak kepala istrinya “Terima kasih telah menjaganya hanya untukku. Aku sangat bahagia”

Seohyun balas memeluk suaminya dengan erat. Dia rasakan hangat kala wajahnya beradu secara bebas dengan dada suaminya yang masih berkeringat dan detak jantungnya masih bertalu tidak pada tempo yang benar. Seohyun balas tersenyum dengan mata sedikit terpejam.

“Aku juga mencintaimu. Terima kasih untuk malam ini, suamiku” sambutnya seraya mengecup kilat dada Kyuhyun “Malam yang panjang. Malam yang sangat indah. Malam yang tak pernah bisa aku lupakan seumur hidupku”

“Aku mencintaimu”

Mereka terkekeh bersamaan kala ucapkan pengakuan cinta itu secara serempak. Kyuhyun eratkan pelukannya. Selimut tebal sudah lebih dulu dia tarik untuk menutupi tubuh polos mereka. Dia pejamkan ke dua matanya.

“Tidurlah. Besok kita akan banyak melakukan aktivitas. Jeju mempunyai banyak tempat yang akan sangat rugi jika dilewatkan begitu saja”

“Hmh…aku tahu. Baiklah, kita tidur sekarang”

“Hmh..selamat tidur, sayang…mimpikan hal indah bersamaku”

“Hahaha tentu. Kau juga, lakukan hal yang sama”

“Hemh…”

.

.

.

FIN…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s