[HaeSica] Be My Assistant

tumblr_la390rFjLa1qcm8b2o1_500

Title : Be My Assistant
Author : Akai A.O.I
Request by : hyun goo
Cast : Donghae Super Junior and Jessica SNSD
Cattegories : School Life, Yadong, Kekerasan
Rating : NC
Dislcaimer : All story is mine! Dan sedikit diangkat dari sebuah komik Jepang karya Sugishippo sensei. Please leave you comment and like.

Sumber : http://idolfanfiction.wordpress.com/2012/08/21/be-my-assistant/

..

.

Donghae, seorang ketua OSIS yang dinilai sempurna. Ketampanan, kecerdasan, ketenangan, kecepatan, kepiawaian dan kekayaan semuanya ia miliki. Ia adalah tipe ideal para pelajar wanita disekolahnya dan menantu impian semua keluarga sekaligus pelajar teladan disekolahnya. Guru – guru sangat bergantung padanya. Semuanya menganggap Donghae adalah sosok yang paling sempurna. Kecuali 3 orang anggota utama OSIS.

Kyuhyun… Yoona… dan Kibum…

Tiga staf utama yang selalu berada disisi Donghae dengan setia. Bisa dibilang hanya mereka bertiga yang mengetahui kartu AS seorang ketua OSIS paling perfect itu. Namun ketiganya tidak terlalu tertarik untuk mengungkapkan kepada khalayak ramai soal bagaimana sebenarnya sikap asli seorang Lee Donghae.

“Kau lihat? Ini karena oppa!! Ruangan kita mulai berantakan” gerutu Yoona ketika ia melangkahkan kakinya untuk memasuki ruang ketua OSIS yang berada didalam ruang OSIS.

Ruang OSIS disediakan dengan sedemikian rupa. Nyaman, mewah dan luas. Didalam ruangan itu ada satu ruangan khusus dimana ketua OSIS bekerja dengan urusannya sendiri.

“Yoong~ berhenti menyalahkan ku” balas Donghae dengan malas.

Kyuhyun tampak muncul dibelakang Yoona sambil membawa beberapa berkas yang harus ditanda tangani Donghae. Ia mengerling ke arah Yoona lalu mengangkat bahu ketika gadis itu menatapnya dengan tatapan memohon.

“Hyung, tanda tangani semua ini secepatnya. Aku ada urusan lain, jadi aku akan pulang cepat” pinta Kyuhyun yang mengabaikan pukulan kecil karena kesal dari Yoona.

*Bruk!*

Kibum membuka pintu ruang OSIS dengan kesal namun wajahnya tampak tersenyum. Tapi setelah pintu itu tertutup, ia menatap ketiga pengurus OSIS lainnya dengan wajah kesal. Tampaknya ia sedang mendapatkan banyak tugas hari ini.

“Donghae hyung, bisa tidak kalau kita mengabaikan permintaan staf pengajar untuk menangani pelajar bermasalah disini? Kalau bermasalah dalam artian sikap sih tinggal hubungi guru BP dan untuk nilai bisa menghubungi guru yang semestinya. Kalian tahu? Aku rasanya mulai lelah dengan kata – kata ‘OSIS, tolong bantu kami nak’. Dan kau! Donghae hyung berhentilah memaksa semua asisten mu bekerja dengan hal yang tidak mungkin! Masa mereka harus membereskan buku sebanyak 5 rak ini dalam satu hari?! Makanya semuanya kabur begitu saja. Akhirnya kami bertiga yang harus bersusah payah membereskannya!”

Donghae menghela nafas pasrah. Kibum sebenarnya adalah anak yang pendiam dan mood maker disana namun ketika ia sedang kesal maka ia akan bicara panjang lebar seperti tadi. Yoona menghela nafas lega, akhirnya ada juga yang menyuarakan isi hatinya. Ia mendelik kearah Kyuhyun yang hanya cuek menatap lembaran – lembaran yang tersisa di meja kerjanya.

“Aku mengerti. Mana berkasnya. Biar aku tangani sendiri. Lagipula kita tidak bisa menolak karena citra sempurna yang sudah tertanam pada nama kepengurusan OSIS saat ini”

Ketiganya langsung mengangguk lemah. Ini semua karena pada awalnya mereka menciptakan kinerja yang bagus. Sangat dan terlalu bagus hingga tampaknya sekolah itu tergantung pada keberadaan mereka berempat.

“Jadi? Siapa pelajar yang bermasalah kali ini?”

Kibum membuka – buka berkasnya dan mencari – cari pelajar yang berada dalam peringkat terakhir didalam list itu. Ia mengerutkan alis matanya dan membacanya dengan sedikit nada tidak percaya.

“Jessica Jung? Setahu ku ia masuk kesekolah ini dalam urutan 10 besar”
“Jessica Jung? Gadis blonde itu? Ia akan di urus oleh Donghae oppa? Bukankah itu rugi di pihak Jessica dan untung dipihak Donghae oppa?”

Yoona langsung menyindir Donghae yang tampaknya memang tidak tahu apa – apa. Pelajar yang akan ia tangani sendiri biasanya bukan pelajar bermasalah dalam tingkat biasa. Ia hanya akan menangani pelajar bermasalah yang high class.

“Kenapa kau bicara begitu pada ku Yoong?”
“Dia itu masuk dalam list siswi cantik disini. Aku dan dia sesame wanita! Awas kau macam – macam dengannya”

Donghae hanya mengangkat bahu lalu melirik ke arah Kibum, “Kibum –a~~ cepat bawa yeojachingu mu ini pulang. Rasanya dia berisik sekali”

Kibum langsung menghela nafas kesal. Ia mendelik tajam kearah Donghae lalu menarik Kyuhyun dan Yoona agar segera pulang bersamanya. Ia tidak ingin berurusan dengan Donghae untuk masalah kali ini. Karena menurutnya mereka bertiga sudah cukup banyak pekerjaan yang harus ditangani.

*

Pagi ini Jessica mendapatkan sebuah surat di depan lokernya. Ia diminta menemui OSIS untuk urusan penting. Tanpa pikir panjang, Jessica langsung melangkahkan kakinya menuju ruang OSIS.

*tok tok tok*

“Ah kau, silahkan masuk!”
Yoona langsung menyambut kedatangan Jessica dengan hangat. Ia mempersilahkan gadis itu masuk kedalam ruangan milik Donghae. Jessica menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dengan ramah.

Ia memandang ke sekeliling ruangan itu. Lalu mendapati Donghae menyambutnya dengan senyuman ramah. Sayangnya Jessica sama sekali tidak tertarik dengan namja sempurna dihadapannya ini.

“Kenapa memanggil ku?”
“Silahkan duduk dulu”

Donghae mempersilahkan Jessica untuk duduk dikursi yang ada dihadapan mejanya. Jessica mengangguk dengan perlahan lalu mulai duduk. Ia memandangi Donghae dengan tatapan biasa saja malah terkesan sedang bosan.

“Kau tau kenapa aku memanggil mu kesini?”
“Tidak. Makanya tadi aku bertanya”

Donghae yang tadi sedang mengumbar senyuman ramah yang sering meluluhkan hati orang – orang, kini malah dengan terpaksa harus mengulumnya sendiri. Ternyata gadis didepannya ini cukup menyebalkan dan diam – diam ia menyesal. Seharusnya gadis dingin seperti ini lebih baik kalau Kyuhyun yang mengurusnya.

“Nilai mu berada dalam peringkat terakhir disekolah ini”
“Bukan salah ku. Aku memang tidak pernah berniat untuk masuk sekolah bisnis. Aku ingin masuk dalam sekolah seni. Tapi apa boleh buat”

Donghae menahan nafasnya berharap masih ada sisa kosong untuk menekan emosinya. Rasanya ia ingin memarahi gadis didepannya ini seadainya saja ia tidak ingat soal image sempurna OSIS terutama ketua OSIS yaitu dirinya sendiri.

“Kau bisa saja tinggal kelas”

Pernyataan barusan langsung mengundang perhatian Jessica. Ia menatap Donghae dengan serius. Jessica hampir sama seperti Donghae, memiliki gengsi yang tinggi. Kalau hal semacam ini sampai terjadi bisa saja harga dirinya jatuh. Apa lagi kalau mengingat pasti orangtuanya akan mulai memberikan les yang bertumpuk dan nasihat yang panjang.

“Jangan bercanda!”
“Sayangnya, aku serius nona Jung”
“Tapi…”
“Ada satu cara. Jadilah asisten ku, kau akan mendapatkan hak istimewa. Jadi mustahil kalau kau tidak naik kelas”
“Apa tidak ada cara lain?”

Donghae menggelengkan kepalanya. Jessica terdiam sesaat. Ia tidak ingin dirinya menjadi bahan tertawaan. Sebenarnya ia bisa meningkatkan nilainya kalau ia mau, tapi ia ingat soal peraturan ketat disekolah ini. Setiap pelajar harus mendapatkan nilai yang baik selama satu tahun penuh kalau ingin naik kelas atau lulus. Dan masalahnya kali ini nilainya rendah?

“Tunggu, nilai ku…”
“Yang menyebabkan nilai mu turun adalah… dua kali kau membolos sekolah, satu hari izin tidak masuk dan…”
“OK! Baiklah! Aku akan menjadi asisten mu”

Akhirnya Jessica menyetujuinya. Sedangkan Donghae memasang senyum yang penuh dengan kemenangan.

*

Sudah seminggu Jessica bekerja untuk OSIS, lebih tepatnya untuk Donghae. Mulai dari membereskan setumpuk berkas, membuat kopi, mengetik tugas sekolah Donghae pokoknya segalanya yang berhubungan dengan namja menyebalkan itu.
Seminggu bertahannya Jessica membuat tiga staf lainnya merasa kasihan sekaligus salut. Mereka tahu benar bagaimana kejamnya Donghae ketika jiwa otoriternya keluar. Hanya saja mereka bertiga tidak akan terkena dampak ini. Mereka sudah mengenal dengan cukup lama sehingga bisa mengatasi sikap menyebalkan Donghae yang satu ini.

“Gwaenchana?” tanya Yoona sambil mengemasi barang – barangnya.
“Hmm… Ketua kalian agak sinting ku rasa” balas Jessica sambil duduk disofa tunggu dengan mata mengantuk.
“Kau benar!” Kyuhyun mengangguk, ia menyetujui ucapan Jessica barusan.
“Kau tidak pulang?’ tanya Kibum sambil menyampirkan tas pada bahu kirinya.

Jessica menggeleng pelan sambil menunjuk kearah ruangan milik Donghae. Namja itu tidak mengizinkan Jessica pulang selama dirinya sendiri belum ingin pulang. Menurut Jessica ini amat sangat merugikan dan membuang waktu tidurnya dengan sia – sia.
Ketiganya mengangguk sebagai tanda mengerti lalu melambaikan tangan pada Jessica yang langsung menghela nafas berat. Rasanya ia ingin pulang juga.

“Jessica!! Buatkan aku kopi!” teriak Donghae dari dalam ruangannya.
“Ne!” balas Jessica seadanya.

Beberapa menit kemudian, ia pun membawakan Donghae secangkir kopi lalu meletakkannya diatas meja kerja Donghae. Namja itu mengangguk lalu memintanya untuk keluar. Namun Jessica langsung berhenti dan menoleh kebelakang.

“Boleh aku pulang?”
“Tidak boleh”

Jessica membuat kerucut kecil pada bibirnya.

“Tapi aku sudah tidak punya kerjaan dan aku sangat mengantuk~~”
“tidur saja di sofa”
Jessica mendengus kesal lalu menutup pintu ruangan Donghae. Ia memutuskan untuk tidur sampai namja itu selesai bekerja. Ia melepaskan sepatu dan kaos kakinya. Lalu membuka luaran seragam sekolahnya dan hanya menyisakan kemeja putih. Beserta rok pendek. Jessica menyelimuti dirinya dengan luaran itu lalu tertidur.

Donghae melirik jam tangannya. Rupanya hari sudah mulai sore, sebaiknya ia pulang kerumah untuk memberikan pelajaran matematika tambahan pada adiknya. Ia menggelengkan kepalanya ketika ia melihat ada tas milik Jessica yang ditaruh begitu saja didepan rak – rak buku. Ia mengambilnya lalu keluar ruangan dan mendapati gadis itu sedang tertidur dengan lelap.

Donghae mendekatinya, hendak membangunkan gadis itu. Namun tidak ada reaksi sama sekali. Donghae memikirkan ide iseng sambil memandangi wajah gadis itu. Matanya tertuju pada bibir mungil merah muda milik Jessica. Ia mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir Jessica dengan singat.

Sedetik kemudian ia langsung berdiri tegak dengan wajah yang memerah. Sedangkan gadis itu masih tertidur disana. Ia memandanginya dengan seksama. Gadis itu memiliki kulit seputih susu, kaki jenjang yang indah, wajah yang cantik dan tubuh yang sempurna. Ia tidak menyadarinya selama ini karena ia terlalu sibuk untuk membuat gadis itu repot.

“Sudah mau pulang?”

Tiba – tiba Jessica bersuara. Ia membuka matanya dengan malas lalu memakai seragamnya dan sepatu beserta kaos kakinya. Kemudian ia mengambil tas yang disodorkan oleh Donghae.

“Gomawo” ucapnya pelan sambil menguap.

Kemudian keduanya pulang dalam diam. Jessica karena mengantuk sedangkan Donghae sedang bertarung dengan dirinya sendiri.

*

“Dimana yang lainnya?”
“Dinas”
“Dinas?”
“Mereka mengikuti seminar di Universitas ternama”
“Kenapa kau tidak ikut?”
“Malas”
“Guru – guru bilang kau tidak enak badan”
“Sesuka ku”

Bekerja menjadi asisten Donghae selama sebulan membuat Jessica tahu bagaimana sifat asli namja yang katanya sempurna itu. Benar kata pepatah yang mengatakan bahwa tidak ada manusia yang sempurna.

“Kerjakan ini!”
“Sebanyak ini?”
“Jangan protes”

Jessica kesal. Ia mencoba untuk sedikit bermain – main. Ia mendapatkan sebuah ide menarik dalam benaknya dan sepatutnya ia coba. Yeoja itu langsung berlari kearah jendela, Donghae menatapnya dengan sedikit terkejut.

“Kau selalu memaksa ku, bagaimana kalau aku terjun saja dari sini”
“Ini kan lantai 3”
“Sesuka ku”

Donghae semakin mendekati gadis itu. Jessica sudah bersiap dengan sebelah kakinya yang ia angkat diambang jendela. Rasanya agak mengerikan sih, tapi dibawah sana kan ada setumpuk matras. Kalau beruntung mungkin ia tidak akan mati.
Jessica terkejut ketika tangan kanan Donghae memenjara tangan kanannya yang menempel pada jendela. Ia bisa merasakan kalau namja itu sekarang berada persis dibelakangnya.

“Kau mau bunuh diri? Coba saja”
“Maksud mu?”
“Tidak ada penahan disana. Kalau aku melepaskan tangan kanan ku ini dan mendorong pinggang mu dengan tangan kiri ku…”

Jessica bisa merasakan kalau tangan kiri namja itu berada melingkar dipinggangnya dengan sempurna.

“Kau akan jatuh”

Jessica terbelalak. Ia mulai panik, keringat dingin keluar dari tubuhnya. Ia tidak tahu semua malah berada diluar kendalinya. Awalnya ia hanya bercanda tidak bermaksud serius begini.

“Jangan lepaskan aku!” tiba – tiba saja Donghae bisa mendengar suara Jessica yang bergetar. Namja itu tersenyum kemudian memeluk pinggang Jessica dan menariknya agar sedikit menjauh dari jendela itu. Kemudian tiba – tiba saja Donghae mengangkat tubuhnya dan mendudukkannya diatas meja kerja.

Tangan kiri namja itu langsung menutup tirainya dan menatap Jessica dengan penuh kemenangan. Ia sudah lama menahan dan mengabaikannya namun karena insiden tadi, tampaknya jarak antara mereka jadi terlalu dekat.

“Kau…humph…”

Jessica langsung bungkam ketika mulut Donghae langsung menghisap bibir mungilnya dengan panas dan penuh nafsu sedangkan kedua tangan Donghae menahan tangan gadis itu dimeja. Jessica bisa merasakan kalau nafasnya mulai sesak.

“Aku.. humph… Oksi… hupnhm…”

Donghae akhirnya melepaskannya dan membiarkan Jessica bernafas. Sadar Donghae telah melepaskannya, gadis itu langsung berlari kearah pintu. Sayangnya ia kurang cepat karena Donghae langsung menarik kakinya dan membuat gadis itu terjatuh dengan bunyi cukup keras dilantai keramik yang dingin apalagi ruangan itu cukup dingin karena AC.

Donghae menahan pergelangan kaki Jessica yang terus meronta sedangkan Donghae berusaha meraih remote AC dan membuat suhunya semakin dingin.

“Lepaskan aku!!”
“Tidak mau. Aku kan asisten ku, seharusnya kau menuruti ucapan ku kan?”
“Aku mengerti jadi…”

*Brats!! Srek!!*

Donghae langsung menarik paksa rok Jessica hingga sobek. Gadis itu tercengang. Kini paha mulusnya dan celana dalam berwarna sift pink terpampang jelas disana. Donghae menggelengkan kepalanya lalu tersenyum.

“Hae! Disini dingin!! Lepaskan aku!!”
“Aku akan menghangatkan mu. Ikuti semua kata – kata ku atau aku akan berbuat kasar pada mu”
“Kau…”

*Srek~~!!*

Kali ini luaran sekaligus kemeja Jessica yang sobek dan memperlihatkan bra dengan warna senada, pink muda.

“Lepaskan aku atau aku akan berteriak” desis Jessica dengan sedikit panik.
“Menurut mu aku mau?”
“ARGH!!”

Ia langsung merasa sakit ketika payudara kanannya tiba – tiba saja di remas oleh Donghae dengan kasar dan kuat. Jessica langsung merasa ngilu. Namun ia tidak mau kalah.

“Lepaskan.. ARGH!!”

Donghae melakukan yang sama pada payudara yang satunya. Sedangkan ia duduk dipaha Jessica menahan agar gadis itu tidak banyak bergerak.

“Kau…”
Jessica seolah kehabisan nafas. Donghae menatapnya dengan tidak peduli kemudian ia mulai mencium bibir Jessica lagi. Tidak memberikan cela sedikit pun untuk gadis itu bergerak karena kini Donghae sudah menindihnya dengan sempurna.

Kini Donghae beralih pada leher gadis itu dan menghisap dengan bunyi – bunyi aneh. Sama ketika makan ramyun misalnya. Jessica terus mengatupkan mulutnya agar ia tidak mengeluarkan suara apapun. Namun sayangnya namja itu menginginkan desahannya. Ia melepaskan pengait bra Jessica lalu menariknya dan membuangnya entah kemana.
Ia mulai menyusu disana seperti seorang bayi yang sangat kehausan. Dan tampaknya memang tidak ada air susu disana, akhirnya Donghae malah melakukan kunyahan – kunyahan lembut yang membuat Jessica mulai bergelinjang sambil terus berusaha menjauhkan kepala Donghae dari dadanya.

“Kauh… ughhh… Lepaskanhh…”

Tidak ada tanda – tanda akan melepaskan dari Donghae. Jessica terus berusaha melepaskan dirinya sambil berusaha mengatupkan bibirnya agar ia tidak mendesah dan membiarkan namja itu menang.

“Kau tidak ingin bersuara?” tanya Donghae sambil memandangi wajah Jessica yang mulai memerah. Gadis itu hanya diam sambil menatap bola mata Donghae dengan marah. Lelaki itu tersenyum kecil lalu mengambil gunting yang berada tidak jauh dalam jangkauannya. Ia langsung menggunting sisi celana dalam sof pink milik Jessica. Dan kini celana dalam itu sudah tidak bisa dipakai lagi.
Gadis itu menerit tertahan. Ia tidak tahu setelah ini ia harus pulang dengan mengenakan apa. Karena seragamnya pun sudah rusak karena namja itu. Setetes air mata mengalir disudut mata kanannya. Donghae yang melihatnya langsung menjilat air mata itu dan berbisik pelan.

“Tenang saja. Aku akan bersama mu”
“Jebal… Lepaskan aku…” lirih Jessica pada akhirnya. Ia merasa percuma untuk meminta secara kasar karena tenaganya tidak sebanding dengan tenanga lelaki yang sedang menindih tubuhnya ini.
“Diam dan nikmati saja” bisik Donghae tepat ditelinga Jessica sambil menghisap daun telinga gadis itu dengan geakan yang seduktif.

“Aku…”

*PLAK!*

“Ku bilang diam!”

Donghae menampar pipi kanan Jessica hingga memerah. Donghae meraih seragam Jessica lalu merobeknya dengan sobekan panjang. Ia tersenyum sambil membelai lembut wajah gadis itu.

“Kau tahu kan? Kalau salah satu indera tidak berfungsi maka indra lainnya akan terasa lebih peka? Karena kau tidak mau berhenti menangis. Maka aku akan menutup mata mu dengan ini agar tubuh mu bisa dua kali lipat lebih merasakan setiap sentuhan ku”

Jessica hanya menggeleng. Ia takut untuk kembali bicara. Tanpa bicara sepatah kata pun lagi, Donghae langsung menutup mata Jessica dengan sobekan seragam itu. Kini gadis itu tidak bisa melihat apapun dan ia bisa merasakan hembusan nafas Donghae dilehernya. Donghae langsung menghisap kulit leher mulus milik gadis itu lalu ia mulai menghisap payudara kanan Jessica dan memilih putting yang kiri dengan jemarinya.

“Mendesahlah nona Jung”
“Arghhhh…. Hoshhhh… And… Andwaeehhhh… Haeee… Ahhhhhh…”

Donghae terus bergerilya disana. Kini mulutnya berpindah posisi kepayudara yang satunya. Sedangkan tangan kirinya mulai menelusup ke bawah. Membuka lipatan pada vagina merah muda milik Jessica lalu mencari klirotisnya dan menyentilnya dengan irama beraturan.

“Arggghhhhhh… Oppaahhhhh… Jangghhhaaahhh… ARGHHH!”

Tiba – tiba saja Donghae mencubit kecil klirotis Jessica. Kemudia ciumannya turun terus ke perut rata milik Jessica dan menelusupkan lidahnya pada pusar gadis itu, memberikannya sensasi aneh.

“Jebbhhaahh…”

Jessica seolah tidak diberikan kesempatan untuk bicara. Ia hanya boleh mendesah. Tiba – tiba Donghae mempunyai sebuah ide. Ia mengambil ponsel dalam sakunya lalu jemarinya sibuk membuka celah pada vagina Jessica dan memotretnya.

“Koleksi yang indah disbanding koleksi milik Hyukjae” bisiknya kecil.

Donghae melipat kaki jenjang gadis itu lalu melipatnya dan mendorongnya hingga paha gadis itu menyentuh sisi perutnya yang tampak basah karena air liur Donghae. Donghae menghirup wangi khas vagina lalu meniupnya.

“Arrghhhhhhhhhhhhhhhh…. Ahhhhhhhhhh”
“Mendesahlah dengan merdu, sayang”

Donghae langsung memainkan vagina Jessica dengan lidahnya. Ia sesekali menghisap tepat pada lubang milik gadis itu dengan hisapan kuat. Kadang ia lebih memilih menghisap klirotis kenyal yang lembut milik Jessica. Gadis itu sudah mendesah nyaring dan tidak karuan. Ia tidak tahu apa yang terjadi dibawah sana karena matanya tertutup. Namun ia tahu kalau ada sesuatu yang menyedot, menggigit dan meniup vaginanya. Dan ia mencapai klimaksnya. Cairan putih kental keluar dari sana, Donghae tersenyum kecil.

“Cukuppphhh…” akhirnya gadis itu memutuskan untuk bicara.
“Tidak, ini yang terakhir. Tahan ya. Nanti kau akan terbiasa”

Donghae melepas kancing celananya. Juniornya sudah berdiri tegak sejak tadi. Ia mengocoknya sebentar lalu mulai mengarahkan pada lubang vagina Jessica. Jessica merasakan benda asing memasuki tubuhnya.

“Tungguuu!!” teriak Jessica khawatir.
“Nikmati saja”

*Jleb*

“ARGH!!!!”

Donghae sengaja memasukkannya dalam satu hentakan. Karena jika terlalu lama, ia tahu Jessica akan berteriak – teriak tidak karuan. Jessica terdiam. Ia mengatur nafasnya dan merasa perih sekaligus sesak pada vaginanya.

“Donghae… Oppa…” bisiknya kecil. Suaranya sedikit bergetar.
“Aku kan sudah bilang, tenang saja. Aku ada bersama mu”

Jessica menggigit bibirnya. Ia tidak bersuara lagi. Yang terdengar hanya isakan lembut. Donghae tersenyum kecil lalu menunduk dan mendekatkan mulutnya pada teliga gadis itu.

“Uljima… Mianhae… Saranghae…”

Kata – kata terakhir Donghae membuat Jessica tersentak. Lelaki itu membuka penutup matanya. Jessica mengerjapkan matanya, berusaha membiasakan penglihatannya dengan cahaya terang disekitarnya. Ia bisa melihat kalau namja itu masih menindih tubuhnya dan juniornya sudah masuk kedalam vaginanya yang berkedut sesak.

“Kau…”
“Agak aneh memang mengakuinya disaat seperti ini. Tapi… Tapi aku bukan orang yang mudah melakukan hal semacam ini dengan gadis manapun kecuali kalau aku benar – benar menginginkan gadis itu untuk ku… Ya… Begitulah”
“Tapi…”
“Ahh~ sudahlah!”

Donghae langsung menggerakkan pinggangnya maju mundur dan juniornya semakin menghentak – hentak didalam sana. Jessica langsung mencengkeram bahu namja itu dengan cukup kuat.

“Arghhhh… Arggghhhh… Ahhhhhh”

Donghae sama sekali tidak berkata apapun. Ia memilih untuk mendengarkan desahan Jessica. Sampai keduanya mencapai klimaks. Donghae ambruk diatas tubuh Jessica lalu berguling kesamping tanpa melepas kontak dibawah sana.

“Percayalah pada ku” ucap lelaki itu lembut lalu mencium kening Jessica yang basah karena keringatnya yang terus keluar efek dari permainan tadi.

Donghae melirik jam tangannya. Lalu ia menghela nafas berat. Ia memandangi Jessica yang masih mengatur nafasnya sambil memejamkan mata. Donghae tersenyum kecil lalu menghisap putting payudara Jessica.

“Arghhhh”

Jessica kembali mendesah karena terkejut. Donghae melepaskan mulutnya dari payudara gadis itu, ada benang tipis dari liur Donghae yang masih mengubungkan antara bibir merah Donghae dan putting susu Jessica. Menambah kesan seksi. Donghae melepaskan juniornya dengan perlahan. Ia berdiri lalu merapikan seragamnya.

“Sudah sore, kita harus pulang”

Donghae membantu Jessica untuk berdiri. Namja itu memunguti seragam dan pakaian dalam Jessica lalu membuangnya ke tong sampah.

“Sudah tidak bisa dipakai lagi, nanti ku belikan satu yang baru untuk mu”

Namja itu membuka jaket seragam dan kemejanya.Menyisakan sbeuah kaos putih polos pada dadanya yang bidang. Ia mengambil tisu di atas mejanya lalu mengelap tubuh Jessica yang masih basah itu. Jessica hanya diam, tenaganya benar – benar habis. Ini yang pertamakali untuknya. Ia tidak pernah menyangka kalau akan dipaksa begini. Donghae mengancingkan kemejanya pada tubuh Jessica. Kemeja itu cukup menutupi setengah paha mulus milik gadis itu. Kemudia memakaikannya jaket luaran seragam mereka.

“Kau gila! Aku sama sekali tidak memakai pakaian dalam karena kesalahan mu!!”

Akhirnya Jessica bersuara dan mendecak kesal. Donghae hanya mengangkat bahu. Kemudian merangkul bahu Jessica sambil tersenyum kecil.

“Aku antarkan kau ke apartemen mu, kau bisa menemukan pakaian dalam mu disana kan? Tapi sebelum itu, kita lanjutkan bagian kedua. Bagaimana?”
“Kau gila!!”

Donghae hanya tertawa mendengar makian Jessica yang barusan. Ia membawa gadis itu ke tempat mobilnya diparkir dan mengantarnya ke apartemen. Soal ronde ke2, tentu saja hanya bercanda karena ini sudah terlalu sore untuk melakukan hal semacam itu.

Sementara itu, keesokkan harinya.

“KYAAAAAAAAAAAAAAA!!”

Kyuhyun dan Kibum langsung menghampiri Yoona yang berteriak histeris didalam ruangan Donghae. Keduanya masuk dengan tergesa – gesa.
“Kau kenapa?” tanya Kyuhyun khawatir.
“Lihat itu!!”
Yoona menutup matanya lalu menunjuk tempat sampah dan lantai yang kotor dengan cairan putih kental yang sudah agak mengering dengan sedikit bercak darah disana. Kibum mengangkat kemeja sobek yang ada di tong sampah dan membaca nametagnya.

“Jung Jessica? Donghae… Jangan – jangan…”
“Mereka sudah ‘terikat’ dengan sangat baik” sindir Kyuhyun sambil memandangi Donghae yang baru saja datang sambil menggandeng Jessica yang menatap ketiganya dengan bingung.

-END-

23 thoughts on “[HaeSica] Be My Assistant

  1. woww daebak. Sampek ga berani bca saking wownya, seriuss.. Cuman aku suka sama gaya bhs author disini, keren bgt, buat nc nya, aku ga berani bc keseluruhan wkwkwkwk

  2. Kasihan YoonA kelas penuh noda bercinta (?) harus bersihin dech. Tp It’s so GOOD thor… nulis FF lain y! Q request(?)SiFany dong!

  3. Hae gila(gila cinta) am sica. knp sih g blg ad dr awl klo cinta. pake mksa sgl tp tetep enjoy n nikmatin😅😅 haesica bhkn nyante bgt hbs itu bhkn g perduli am Yoona cs. keren…👍👍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s