[YulWoon] All His Part 2

1. Author : Jung Hana

2. Judul : All His

3. Kategori: NC 21, Yadong, Oneshoot

4. Cast:

Choi Siwon ( Super Junior )

Kwon Yuri ( SNSD )

Sumber: http://koreannc.wordpress.com/2013/01/11/all-his-2/

Annyeong^^

Author kembali untuk melunasi sequel All His.  Reader yang udah kasih komen, masukkan, kritik dan sarannya author ucapin terima kasih banyak, jongmal gamsahamida. Di  sini author beri gambar karena kalo disebut poster kayaknya ga layak. Kalo masih banyak typonya mohon dimaklumi, ada seorang author yang bilang typo is art jadi nikmati aja.

Tidak lupa ucapan terima kasih buat admin KNC yang udah post ff aku, gamsahamida.

—————-

PicsArt_1355424582282

 

“Kwon Yuri ke ruanganku !” perintah Siwon lewat sambungan telepon yang menghubungkannya langsung dengan telepon di ruangan Yuri. Tak lama terdengar suara ketukan di pintu, dibarengani dengan kedatangan seorang yeoja cantik yang mengenakan pakaian serba hitam di atas lutut yang melekat erat di tubuhnya. Memamerkan tubuh yang membentuk s-line sempurna dalam balutan baju model peplum. Siwon memandangnya takjub. Pujaan hatinya itu selalu mempesona.

“ada yang bisa saya bantu sajangnim ?” ucap Yuri karena Siwon hanya diam menatapnya. Tatapan yang cukup membuat Yuri risi.

“sajangnim ?” Siwon mengangguk dan terkekeh pelan mendengar panggilan formal Yuri padanya.

“kemarilah !” perintah Siwon agar Yuri mendekat padanya. Yuri mengerutkan keningnya, bingung. Namun ia tetap melakukan apa yang Siwon perintahkan. Yuri berhenti tepat di hadapan Siwon yang memutar kursi ke samping. Dan Siwon langsung menarik pinggangnya hingga ia jatuh di pangkuan Siwon.

“sajangnim apa yang anda lakukan ?” kaget Yuri, berusaha bangkit dari paha Siwon yang didudukinya.

“memeluk kekasihku. Apa tidak boleh ?” Tanya Siwon tenang dan mendaratkan ciumannya di leher Yuri.

“Siwon jangan begini.” Tolak Yuri. Ia berusaha melepaskan tangan kokoh Siwon yang melingkar erat di pinggang rampingnya. Namun Siwon menghiraukannya, ditempelkannya hidungnya dengan kulit Yuri, mengendus wangi yeojanya itu yang selalu memabukkan untuknya.

“Siwon ! ini di kantor.” Yuri sedikit membentak memperingatkan Siwon.

“yaa aku tahu.” Jawab Siwon singkat tanpa menghentikan aktivitasnya, mencumbu Yuri. Tangannya bahkan mulai naik sampai di salah satu bukit kembar Yuri, diremasnya dada sintal Yuri. Yang menimbulkan pekikkan pelan dari Yuri. Siwon mengeluarkan smirknya saat Yuri merespon perlakuannya. Satu tangannya yang lain kini mengelus paha mulus Yuri yang terbuka karena rok sepan Yuri yang kenakan terangkat saat ia duduk. Dengan perlahan – lahan Siwon membelainnya dan memasuki paha Yuri lebih dalam. Siwon menemukannya, incarannya sejak tadi pagi namun sayang kain berenda melekat erat menutupinya. Disentuhnya vagina Yuri dari luar, menggosoknya dengan jari – jarinya yang panjang turun naik.

Yuri mengigit bibir bawahnya, mengantisipasi hasrat yang mulai menguasai tubuhnya. Sesuatu yang basah di kewanitaannya datang dengan begitu cepatnya, meminta lebih daripada ini.

“kau selalu basah Yuri.” bisik Siwon. Ia memasukan tangannya kedalam undeware Yuri, merasakan langsung kewanitaan Yuri yang basah karena perbuatannya. Dijelajahinya vagina Yuri, mencari lubang yang ada di sana yang menjadi miliknya sejak dua bulan yang lalu. Dimasukkannya jari telunjuknya ke dalam dan mengocoknya. Tangannya yang lain masih tetap memanjakan bukit Yuri, meremasnya bergantian.

“Siwonie lebih cepaattt.” Erang Yuri pelan, takut bila sesorang mendengar suarannya. Walaupun ia tahu ruangan Siwon kedap suara. Yuri setengahnya sadar mereka ada dimana sekarang. Namun setengah kewarasannya tak mampu membendung hasrat yang kini meluap – luap di dalam dirinya, di setiap setiap sentuhan Siwon pada tubuh.

“buka undewaremu jjagiya.” Perintah Siwon. Dengan patuh Yuri mengangkat pantatnya untuk menurunkan undewarenya yang sekarang mengantung di kaki jejangnya. Diikuti tangan Siwon yang tidak ingin mengeluarkan jarinya dari lubang kenikmatan Yuri.

Siwon menambah satu jarinya di lubang Yuri, mengocoknya lebih cepat.

Yuri mengenggam peganggan yang ada di kedua sisi kursi Siwon dengan erat. Matanya terpejam menikmati perbuatan Siwon padanya.

Siwon melihatnya ekspresi terangsang Yuri karenanya, ia sangat menyukai itu. Apalagi bila Yuri mengigit bibir bawahnya seperti sekarang, membuat Siwon ingin melumatnya. Siwon mencium Yuri, mengigit bibir bawahnnya seperti yang yeoja itu lakukan.

Yuri mengerjapkan matanya, dilihat mata gelap Siwon yang menatapnya lembut, namun penuh nabsu.

Siwon memasukkan lidahnnya mencium Yuri dengan panas. Menjelajahi tiap ruangan yang ada di sana. Memainkan lidahnya yang disambut dengan lidah Yuri yang melilit lidahnya. Gerakkan kedua jarinya di lubang Yuri bertambah cepat. Membakar tubuh Yuri dengan gairah yang selalu Siwon berikan padanya, Yuri akan sampai. Tubuhnya menegang dan lemas seketikan bersamaan dengan cairannya orgasmenya. Yuri menyandarkan dirinya ke badan Siwon, mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Kembali mengatur nafasnya yang memburu.

Siwon mengeluarkan jarinya dari lubang Yuri dan menjilatnya. Merasakan cairan Yuri yang menempel di jari – jarinya.

“massita.” Ucap Siwon. Yuri tersenyum menanggapinya dan mengecup pipi Siwon kilat.

Yuri berdiri dari pangkuan Siwon. Ia menarik undewarenya dan memasangkannya lagi di tempatnya, membenahi pakaiannya yang berantakkan karena ulah Siwon.

“gommawo~.” Ucap Yuri sambil memberikan wink pada Siwon. Ia lalu melenggang pergi dari hadapan Siwon. Namun belum ada satu langkah Siwon menarik tangannya. Yuri menatap Siwon penuh tanda tanya. Mau apa lagi ? pikir Yuri.

“kau tidak bisa pergi nona Kwon, sebelum kau menidurkannya.” Yuri mengikuti padangannya ke arah telunjuk Siwon. Ia melihat celana kerja Siwon yang mengelembung. Pantas saja saat Yuri duduk tadi ada sesuatu yang keras menganjalnya. Ternyata junior Siwon yang sudah ekresi. Yuri manggut – manggut paham, lalu menjatukan diri berlutut di hadapan Siwon.  Ia pikir ia harus memberikan balasan pada Siwon, setelah apa yang baru saja Siwon lakukan padanya. Kini junior Siwon berada tepat di hadapannya. Dielusnya junior Siwon dari luar lalu meremasnnya. Dan benar saja junior Siwon menjadi bertambah besar saat ia menyentuhnya. Yuri membuka resleting celana Siwon. Menampakan celana dalam Siwon yang begitu sesak menutupi juniornya yang besar. Yuri mengerjapkan matanya takjub, ia tidak pernah menyangka junior Siwon yang besar itu dapat memasuki lubang vaginannya.

“boleh ku keluarkan ?” Yuri meminta izin pada Siwon.

“lakukan apapun yang kau suka jjagi.”

Yuri mulai mengeluarkan junior Siwon dari undewarennya. Melingkarkan jari telunjuk dam jempolnya di anta junior Siwon. Mengurutnya dari pangkal hingga ujung memainkan jari – jari lentiknya yang lain di junior Siwon yang keras seperti bermain piano lalu ia mengocoknya cepat. Tangan kirinnya mengelitik twins ball Siwon gemas. Junior Siwon mengeluarkan sedikit cairan bening karenannya. Yuri menjilatnya dengan ujung lidahnya. Ia menyelubungi giginya memasukkan junior Siwon ke mulut mungilnya. Dihisapnya kuat – kuat junior Siwon, keluar – masuk di dalam mulutnya.

“Yuriiii~.” Siwon mengerang. Membelai rambut lembut Yuri, yeojanya itu semakin hari semakin pintar melakukannya. Namun,

Tok tok tok.

Terdengar suara pintu yang diketuk. Membuat Yuri dan Siwon mengerjabkan mata mereka bersamaan dan saling bertatapan. Lebih tepatnya Yuri yang menatap Siwon tajam.

Rasanya Yuri ingin bumi menelannya saat ini juga. Atau ia berubah menjadi invisibel, manusia transparan yang tidak terlihat seperti di film – film. Terserah apapun itu yang bisa membuatnya menghilang saat ini.

Akan menjadi hal yang paling memalukan seumur hidupnya bila ia, sekretaris Siwon dan Siwon,  bosnya ketahuan bercinta di kantor. Ohh shit. Lebih memalukannya lagi melihat keadaannya yang sedang berlutut di hadapan Siwon dengan junior Siwon yang ada di dalam mulutnya.

“hyung kau di dalam ?” suara kas Kyuhyun terdengar setelahnya. Tidak menunggu izin dari Siwon, Kyuhyun langsung memasuki ruangan Siwon. Melangkah kemeja Siwon yang berjarak sekitar delapan meter dari pintu, ruangan Siwon memang sangat luas.

Yuri buru – buru merangkak ke bawah meja Siwon sebelum Kyuhyun melihatnya. Diikuti Siwon yang memutar kursi kerjanya ke depan. Untung meja Siwon besar dengan lubang di bawah meja yang besar pula sehingga ia dapat bersembunyi di bawah sana.

“kyu?  !” kaget Siwon.

“apa yang kau lakukan di sini ?” Tanya Siwon garang. Kyuhyun hampir saja membuatnya terkena serangan jantung. Dan yang paling menyebalkan merusak acarannya dengan Yuri.

“aku hanya mengunjungimu. Tidak perlu segalak itu hyung.”dengan santainya Kyuhyun duduk di hadapan Siwon tanpa rasa bersalah telah masuk ruangan Siwon seenak jidatnya, benar – benar evil. Kyuhyun celingak – celinguk mencari sesuatu.

“menurutmu aku percaya kalau kau mengunjungiku setiap dua minggu sekali? Ada apa sebenarnya ?” Tanya Siwon yang melihat gelagat aneh Kyuhyun. Siwon bersikap normal seolah tidak terjadi apa – apa.

“kenapa aku tidak melihat sekretaris mu hyung ? Dimana dia? ” Tanya Kyuhyun mengabaikan pertanyaan Siwon.

“jadi itu alasanmu kemari ?”

“hehe sebenarnya aku ingin mengajak Yuri pulang bersama dan makan malam.” Cengir Kyuhyun. Siwon ingin meledak mendengarnnya. Bagaimana mungkin Kyuhyun dengan terang – terangan mengatakan ingin mengajak kencan kekasihnya. Tentu saja Siwon yang mendengarnya langsung geram. Tapi Siwon sadar Kyuhyun tidak tahu tentang hubungannya dengan Yuri. Siwon kembali mengontrol emosinya yang sempat berkoar – koar di dalam batinnya.

Yuri mendengarkan percakapan mereka dari bawah meja karena namanya dibawa – bawa. Kyuhyun, Yuri kenal namja itu sebagai sahabat Siwon sekaligus rekan bisnisnya. Kyuhyun memang sering mengajak Yuri makan sianglah, pulang bersamalah, nontonlah, makan malamlah. Namun ia selalu menolaknya dengan berbagai alasan.

Kaki Yuri kesemutan gara – gara harus berjongkok mengunakan high heels. Ini semua karena Siwon yang mengajaknya melakukan hal bodoh itu di kantor, gerutu Yuri sebal. Lebih bodohnya lagi mereka lupa mengunci pintunya. Yuri melihat junior Siwon masih berdiri dengan tegaknya di hadapannya. Ia mengeleng – gelengkan kepalanya, bisa – bisanya Siwon masih terangsang di saat seperti ini.

Yuri menyeringai jahil, diraihnya junior Siwon dan mengocoknya kembali membuat junior yang tadi sedikit kempes membesar kembali.

Siwon menegakkan duduknya saat tangan halus Yuri mempermainkan juniornya. Dihimpitnya tubuh Yuri dengan kedua kakinya, mendekatkan juniornya pada Yuri.

“hyung gwencana ?” Tanya Kyuhyun karena Siwon tiba – tiba tegang, dan gelisah.

“aku tidak apa – apa kyu. Sebaiknya kau pulang saja aku masih banyak pekerjaan.” Usir Siwon. Ia ingin segera mengakhiri pembicaran mereka dan mengusir Kyuhyun ke luar dari ruangannya.

Siwon dapat merasakan Yuri yang menjepit juniornya dengan bibirnya yang basah. Menarik ulur junior Siwon di dalam mulutnya mengunakan bibirnya yang hangay dan lembut.  Mungkin kalau tidak ada Kyuhyun ia akan mengucapkan serangkaian kalimat pujian untuk Yuri yang begitu hebat memanjakan juniornya.

“shirro. Aku mau menunggu Yuri di sini.” Ucap Kyuhyun kekanakan.

Yuri tidak memperdulikan percakapan kedua namja itu lagi. Ia terlalu asyik memainkan junior Siwon. Menyiksa Siwon pelan – pelan dengan bibir dan lidahnya. Ia begitu merasa berkuasa sekarang. Sesuatu yang jarang bisa ia lakukan.

Siwon menyelipkan jari – jari kanannya di antara rambut Yuri, meremasnya.

“hyung kau benar tidak apa – apa? ” khawatir Kyuhyun. Dilihatnya  Siwon mulai berkeringkat dan tidak fokus.

“iya aku baik – baik saja. Hari ini Yuri lembur sampai malam. Jadi kumohon pulanglah kyu!” kata Siwon tenang namun  galak, menahan erangan sambil menatap tajam ke arah Kyuhyun. Nyali Kyuhyun menciut mendapat tatapan seperti itu dari Siwon. Bila Siwon sudah marah seperti itu lebih baik ia pergi saja.

“ar arraso hyung aku pulang. Lain kali saja aku mengajak Yuri.” ucap Kyuhyun takut.

“tidak perlu dia bisa pulang sendiri. Dan kau kyu berhenti menganggunya!” peringat Siwon namun Kyuhyun tidak memperdulikannya dan menghilang di balik pintu.

Akhirnya Kyuhyun meninggalkan mereka berdua. Membuat keduanya lebih bebas melanjutkan permainannya.

Siwon memundurkan kursinya menarik Yuri ke luar dari bawah meja.

Kini Yuri lebih leluasa bergerak. Yuri menarik kedua tangan Siwon yang ada di kepalanya. Meletakkannya di payudaranya.

Siwon mengerti maksud Yuri. Diremasnya kedua gundukan Yuri cepat. Dada Yuri mengeras di tangannya, membuatnya mengiginkan lebih. Siwon sedikit menurunkan resleting belakang baju Yuri. Memasukan kedua tangannya kedalam baju Yuri lewat atas. Nipple Yuri sudah mengeras ternyata. Siwon meremas dada Yuri sambil memplintir putingnya.

Yuri membalasnya dengan menarik ulur juniornya lebih cepat, sekeras remasan Siwon di payudaranya.

Siwon mengeluarkan salah satu tangannya menarik rambut Yuri agar yeojanya itu menatapnya. Yuri sangat sexy dengan posisi berlutut dan kepala mendonggak serta juniornya yang memenuhi mulut Yuri. Yeojanya itu sungguh sangat menawan.

“aku akan sampai jjagi.” Yuri mengedipkan matanya mengerti. Dan Siwon mengeluarkannya di dalam mulut Yuri. Yuri menelannya, beberapa dari sperma Siwon.

Yuri mengeluarkan junior Siwon dari mulutnya. Dan langsung duduk lagi di paha Siwon kali ini dengan suka rela ia duduk di pangkuan Siwon. Menggalungkan kedua tangannya di leher Siwon, mencium Siwon untuk memberikan sisa sperma yang ada di mulutnya pada pemiliknya.

“kau sangat hebat Yuri~aa.” sanjung Siwon sambil membenahi celananya.

“tentu. Aku mendapat seongsenim seks terbaik di Seoul.” jawab Yuri. Siwon menyunggingkan bibirnya membentuk seulas senyum atas pujian Yuri.

“bisa bantu aku dengan resleting ini? ” pinta Yuri yang kesusahaan membenahi resletingnya. Siwon membantunya dan nengakhirinya dengan mencium di leher belakang Yuri.

“kau wangi sekali jjagi.” Siwon menghirup dalam – dalam kulit Yuri merasakan wangi tubuh Yuri.

“eengghh sudah hentikan jjagi.” Yuri melepaskan tangan Siwon yang melingkari pinggangnya. Ia tidak mau hal seperti tadi terjadi lagi. Kan tidak lucu bila mereka ketahuan bercinta di dalam ruangan Siwon. Untung saja tadi Kyuhyun tidak tahu.

Siwon menatap Yuri kecewa karena yeojanya itu beranjak dari pangkuannya.

“jangan menatapku begitu. Aku buatkan kopi, teruskan pekerjaanmu.” seru Yuri sebelum meninggalkan Siwon.

Yuri tersenyum mengingat awal hubungannya dengan Siwon yang terjadi karena sesuatu yang kurang menyenangkan. Kurang menyenangkan tapi ia sangat menikmatinya. Sekaligus memberikannya pengalaman pertama yang sangat menakjubkan. Yang mungkin tidak akan pernah ia lupakan, pemerkosaan Siwon yang ia nikmati. Seharusnya Yuri membenci Siwon karena perbuatan kurang ajarnya. Tapi tidak karena ia mencintai Siwon.

Sejak saat itu Yuri menjadi kekasih Siwon, mereka resmi menjalin hubungan. Dan keajaiban terjadi, tidak ada lagi yeoja yang merengek – rengek ingin berbicara ataupun bertemu dengan Siwon. Sungguh sangat meringankan pekerjaannya. Yuri tidak tahu apakah Siwon sudah memutuskan para yeoja itu atau belum. Yang jelas Siwon selalu bersamannya, karena Siwon sering sekali menginap di apartemennya.

Sejak Yuri menjadi kekasih Choi Siwon, Yuri pindah ke aparteman mewah di kawasan elit Gangnam yang Siwon beli untuknya. Salah satu distrik di Seoul yang mendadak sangat terkenal karena lagu populer Gangnam Style. Yuri tidak tahu berapa uang yang sudah Siwon habiskan untuk membelikannya apartemen yang besar itu. Yang jelas apartemen dengan desain klasik ala Inggris yang elegan itu pasti sangatlah mahal. Karena hanya orang – orang yang memiliki uang berlebihlah yang menghuninya. Siwon juga membelikannya sebuah mobil mewah BMW Z4 warna hitam.

Menjadi kekasih Siwon membuat Yuri berlimpah hadiah pakaian branded, tas mewah, perhiasan mahal semua Siwon berikan dengan cuma – cuma walaupun Yuri selalu menolaknya tapi Siwon selalu berhasil memaksannya menerima semua hadiah itu. Siwon sangat murah hati bukan ? Apakah Siwon juga melakukan hal ini pada kekasihnya yang lain? Kalau iya mungkin itulah salah satu alasan mereka tidak mau putus dari Siwon. Tapi untuk Yuri semua pemberian Siwon itu,  kadang membuatnya merasa seperti perempuan murahan yang dibayar untuk ditiduri Siwon atau wanita simpanan Siwon.

Yuri tidak suka memikirkaannya, membuat harga dirinya terluka. Ia bukan yeoja seperti itu tapi keadaan seperti mengambarkannya begitu. Yuri adalah yeoja alim yang menganut prinsip sex after married. Ia pernah berjanji pada dirinya sendiri akan menjaga kesuciannya sampai ia menikah dan memberikannya kelak pada suaminya. Tapi nyatanya apa sekarang ? Hampir setiap hari ia tidur dengan Siwon. Melakukan hal dosa yang dilarang oleh agamanya. Semuga Tuhan ampuni dosanya, bantin Yuri.

Drrtt

Handphone Yuri bergetar membuyarkan lamunannya. Diambilnya iphone keluaran terbarunya, yang juga merupakan pemberian Siwon.  Ada notifikasi pesan masuk dari Siwon. Yang mengajaknya pulang bersama.

To : Choi Siwon my boss

‘Aku bawa mobil tuan Choi.’

Yuri membalasnya. Tak lama ponselnya bergetar lagi.

From : Choi Siwon my boss

‘Biar supirku yang mengurus  mobilmu. Kau harus pulang bersamaku. Kau tidak bisa membantah ini perintah. ‘

Lagi – lagi Siwon menggunakan alasan itu. Yuri menghela nafasnya dan memutuskan tidak membalas pesan Siwon. Sikap Siwon yang bossy itu selalu terbawa dalam hubungan mereka. Kadang membuat Yuri sebal karena Siwon terlalu mendominasi dirinya hidupnya hingga ia sulit bergerak.

* * *

Yuri berdiri di depan lift menunggu pintu kotak besi itu terbuka sambil menulis sesuatu di ponselnya, Siwon sudah menunggunya di basement.

Ting! Pintu terbuka dan Yuri segera masuk tanpa memperhatikan keadaan sekitar.

“noona?” panggil suara yang familiar untuk Yuri. Yuri menoleh dan Minho sudah berdiri tepat di sampingnya.

“ohh Minho~yya.” Yuri tersenyum manis pada Minho.

“aku senang bisa melihat mu hari ini noona. Apa kau mau pulang?” Tanya Minho dengan senyum ceria yang dari tadi menghiasi wajah tampannya itu.  Akhir – akhir ini mereka memang jarang bertemu, lebih tepatnya sejak Yuri menjadi kekasih Siwon. Padahal dulu mereka serng makan siang bersama. Alasannya karena Siwon selalu mengajaknya makan siang berdua saat jam makan siang, tentu saja dengan diam – diam, seperti sekarang ini. Hingga Yuri jarang bertemu teman – temannya, baik itu Jessica, Taeyeon ataupun Minho. Karena ruangan Yuri ada di lantai paling atas gedung perusahaannya. Lantai yang hanya di khususkan untuk Siwon dan tempat meeting.

“kau benar.”

“kalau begitu kita pulang bersama saja.” ajak Minho penuh harap.

“tidak usah noona bawa mobil.” tolak Yuri halus. Senyum ceria yang tadi menghiasi wajah tampan Minho langsung menghilang, namun sedetik kemudian ia mengangguk mengerti dan tersenyum lagi. Yuri jadi tidak enak pada Minho.

Kotak bergerak itu berhenti di basement dan mereka segera ke luar.

“sampai jumpa noona.” kata Minho, berjalan meninggalkan Yuri. Yuri melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahaan. Ia pura – pura berjalan ke menuju mobilnya. Namun setelah ia melihat mobil Minho sudah melaju meninggalkan tempat itu, Yuri segera menuju Audi R8 yang berada tak jauh darinya. Ia segera masuk ke mobil silver itu karena seseorang sudah menunggunya di dalam.

“apa yang kau lakukan dengan Minho? ” tanya Siwon dingin saat Yuri baru saja mendaratkan pantatnya di kursi empuk mobil limited edision itu. Rupannya sejak tadi Siwon mengamati kebersamaan singkat Yuri dan Minho.

Yuri menoleh, saat Siwon sedang menatapnya tajam dengan matanya yang gelap, tangannya mengepal pertanda dia sedang menahan amarahnya. Yuri tahu bila ekspresi Siwon seperti itu berarti pria itu sedang marah besar, wajahnya yang keras menujukkannya.

“tidak ada. Aku hanya bertemu dengannya di lift.” Yuri menjelaskan  seadanya berusaha mengabaikan kemarahan Siwon.

“benarkah ?” Siwon memastikan, mengangkat sebelah alisnya.

“kau tidak percaya padaku? ” Yuri menatap Siwon kecewa, marah atas tuduhan tidak beralasan Siwon.

“bukan begitu, aku percaya padamu tapi tidak dengan Minho. Kau lihat bagaimana Minho menatapmu ? Jelas sekali bila ia menyukaimu. ” Siwon melembut tapi tatapannya tetap tajam ke Yuri.

Yuri tersentak mendengarnya. Ia tidak pernah berpikir seperti itu. Selama ini ia hanya menganggap Minho sebagai dongsaengnya, tidak lebih. Lagipula Minho itu sepupu Siwon, namja yang sangat dicintainya.

“Siwonie jangan mulai.” Yuri menghela nafas, lelah dengan hal yang sama yang menjadi pemicu pertengkaran diantara mereka.

“aku tidak akan begini bila ia tahu kau adalah kekasihku, milikku.”

“Siwonie aku harus bagaimana agar kau tidak seperti ini ?” tanya Yuri frustasi. Siwon sangat mudah cemburu pada Minho, Kyuhyun ataupun namja lain yang dekat dengannya. Yuri baru tahu kalau ternyata Siwon itu sangat posesif. Cemburunya kadang keterlaluan.

“kita beritahu mereka semua tentang hubungan kita.” Siwon nampak sangat serius dengan ucapannya.

Yuri terdiam, ia tidak bisa menjawab. Ia bingung selama ini memang tidak ada yang mengetahui kalau mereka memiliki hubungan khusus, kecuali mungkin supir Siwon. Walaupun sudah banyak rekan kerja Yuri yang mulai curiga dengan kedekatan Yuri dan Siwon akhir – akhir ini terutama dua sahabatnya, Taeyeon dan Jessica. Apalagi sejak tidak ada yeoja – yeoja cantik yang datang ke kantor mereka ingin bertemu Siwon. Karena bila ada gossip terbaru tentang Siwon dan yeoja yang dikencaninnya akan cepat sekali menyebar di gedung sebelas lantai  kantor mereka.

Pekerjaan memang menjadi salah satu alasan Yuri meminta Siwon untuk merahasiakan hubungan mereka. Apa kata rekan – rekan kerjanya bila mengetahui hubungan mereka? Mungkin Siwon tidak akan perduli dengan tanggapan orang lain. Tapi tidak dengan Yuri.

Lagi pula bagaimana reaksi kedua orangtua Siwon kalau tahu anak laki – laki satu – satunnya mereka menjalin hubungan dengan sekretarisnya sendiri ? Yang notabene tidak selevel dengan keluarga mereka yang berasal dari kalangan atas dan terpandang. Mereka pasti meninginkan Siwon mendapatkan gadis yang sederajat dengan mereka, gadis yang berasal dari keluarga politikus, pengusaha atau kerajaan. Walaupun sekarang perbedaan kasta sudah tidak berlaku lagi seperti di zaman Dinas Joseon tapi tetap saja mereka orang Timur dimana budaya dan adat masih berpengaruh di masyarakat. Yuri masih belum siap menghadapi itu.

Ingin sekali Yuri mengakhiri kontak mata mereka untuk menghindari tatapan Siwon namun tidak bisa Siwon mengunci matanya agar tetap menatapnya.

“aku ingin mereka semua tahu kalau kau adalah milikku Yuri. Aku tidak suka mereka terus mengejarmu dan bagaimana cara mereka menatapmu. Itu membuatku benar – benar cemburu.” Lanjut Siwon yang terlihat marah dan frustasi pada dirinya sendiri.

Yuri masih bingung, namun ia tidak bisa membiarkan hubungan mereka seperti ini terus. Yuri menjulurkan kedua tangannya, mengelus pipi Siwon.

“Siwonie aku hanya belum siap. Suatu hari nanti mereka akan tahu tapi tidak sekarang jjagi.” Kata Yuri sedih. Siwon terlihat kecewa dan marah. Mungkin inilah satu – satunya penolakkan yang pernah dialaminya. Namun sepertinya ia juga tidak ingin memaksa Yuri walaupun memaksa adalah salah satu sifat Siwon. Siwon itu otoriter, suka memaksa, dominan, tidak mau kalah dan posesif mungkin karena dia terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkannnya. Jadi sifat itu seperti melekat erat didirinya.

Tapi kali ini ia mau mengalah demi Yuri, mengesampingkan egonya daripada ia kehilangan Yuri. Ia tidak pernah melakukan ini sebelumnya pada kekasih – kekasihnya yang lain. Semua kekasih Siwon harus menuruti perintahnya dan apapun yang ia mau. Bila tidak tentu saja Siwon akan memutuskannya. Dalam hitungan menit Siwon bisa mendapatkan yeoja manapun yang ia mau. Siwon meraih dan memeluk Yuri erat tanpa berkata apapun. Menyalurkan cintanya lewat pelukan hangat itu.

“Siwonie aku milikmu. Dan hanya milikmu. Tolong ingat itu.” Ucap Yuri dalam dekapan Siwon.

*  * *

Ketegangan mengisi perjalanan mereka malam itu. Sedari tadi mereka hanya diam, Siwon sibuk menyetir sedangkan Yuri mengamati jalanan kota Seoul di musim gugur melalui kaca mobil. Pepohonan yang tidak berdaun dihiasi lampu kecil indah yang melilit ranting – ranting pohon yang berada di sepanjang jalan utama di Seoul. Menambah keindah pemandangan di musim gugur yang selalu membawa kesan romantisan menurut Yuri. Suasana romantis yang berbanding terbalik dengan suasana mereka. Yuri menghela nafas putus asa, ia tidak betah dengan situasi mereka yang seperti ini, ia harus segera mengakhirinya.

“Siwonie tolong berhenti di supermarket depan.” Pinta Yuri lembut.

“Kau ingin membeli apa?” Tanya Siwon tanpa melihat ke arah Yuri sepertinya Siwon masih marah.

“aku mau membeli bahan masakkan. Aku akan masak untuk makan malam kita. Kau laparkan ?” Tanya Yuri berusaha mencairkan ketegangan diantara mereka. Siwon menoleh padannya, dan tersenyum aneh namun malah menambah ketampanannya.

“yya aku sangat lapar. Apalagi setelah apa yang kita lakukan tadi siang.” Siwon menanggapinya, mengoda Yuri dengan ucapan nakalnya.

Yuri tersipu, mengigit bibir bawahnya saat aliran listrik itu menjalar ke seluruh tubuhnya membuatnya tegang hanya karena perkataan Siwon.

Akhirnya Siwon kembali seperti biasanya, teriak batin Yuri senang.

Siwon segera turun dari mobil begitu ia memarkirkan mobilnya di sebuah super market, sedikit berlari kecil ke samping dan membukakan pintu untuk Yuri.

“kau tidak perlu melakukan ini Siwonie.”

“aku senang melakukannya jjagi. Kajja.” Yuri menerima uluran tangan Siwon.

Siwon mendorong keranjang belanjaan dengan kaku di samping Yuri namun ia terlihat menikmatinya. Yuri yakin Siwon jarang ke tempat seperti ini atau mungkin tidak pernah.

“kau pernah ke supermarket ?”

“ini pengalaman pertamaku.” Yuri mengangguk mengerti. Tentu saja pangeran seperti Siwon pasti tidak pernah melakukan hal seperti ini.

“kau ingin makan apa jjagi ?” Tanya Yuri.

“apa kau pintar masak ?”

“tidak juga tapi aku suka memasak. Bagaimana dengan pasta krim and mushroom? Itu cepat dan mudah.”

“aku suka itu.” Jawab Siwon antusias.

Mereka berjalan berdampingan menyusuri rak demi rak mencari barang – barang yang mereka butuhkan seperti pasangan suami istri yang baru menikah. Mereka menghampiri beberapa ahjimma yang menawarkan sempel makan dan saling menyuapi. Tertawa riang dalam kebahagian mereka. Setelah mendapatkan barang yang mereka butuhkan. Mereka segera membayar ke kasir.

“tunggu sebentar aku cari minuman dulu.” Siwon berlari meninggalkan Yuri dan kembali dengan botol hijau di tangannya.

“aku hanya mendapatkan ini. Tidak ada yang wine bagus di sini.” Kata Siwon kecewa.

“aku rasa soju ini juga bagus.” Yuri mengambil botol soju dari tangan Siwon.

* * *

“apa aku boleh membantumu ?” Siwon menghampiri Yuri setelah melepas jas dan sepatunya menganti dengan sandal rumah miliknya yang ada di apartemen Yuri. Tubuh maskulinnya hanya dibalut kemeja dark blue dengan tiga kancing atas yang terbuka, sedikit memperlihatkan dadanya yang sixpack.

Yuri melihat penampilan Siwon yang sedikit berantakan itu yang begitu jantan menurutnya, matanya berbinar cerah memandang Siwon. Mengapa semua yang dikenakan Siwon selalu nampak pas untuk namja itu? Mungkin Siwon adalah salah satu mahluk ciptaan Tuhan yang mendekati sempurna dan dia adalah gadis beruntung yang dicintai namja itu, terima kasih Tuhan, batin Yuri.

“tentu, kau bisa memotong paprika ini.” Yuri menyodorkan dua paprika warna merah dan kuning serta telenan pada Siwon.

“bagaimana caranya ?” Tanya Siwon tidak mengerti sambil menatap pisau yang dipegangnya.

“ohh kau tidak bisa ?” Yuri mengeluh seolah meremehkan Siwon. Siwon hanya menggeleng malu. Tapi wajarkan ia tidak bisa melakukannya. Buat apa ia memperkerjakan chef di rumahnya yang siap menghidangkan makanan apapun yang ia mau.

“perhatikan !” Yuri mendekat pada Siwon, menyenggolnya dan Siwon mundur ke belakang memberi ruang pada Yuri. Yuri memberi contoh pada kekasihnya bagaimana cara memotong paprika membentuk batang korek api.  Siwon memperhatikan Yuri dengan sungguh – sungguh.

“sepertinya mudah. Berikan padaku.” Dengan hati – hati Siwon memotong paprikannya.

Sementara Yuri menyiapkan bahan – bahan yang lainnya. Ia bergerak ke sana kemari di area pantry nya sambil sesekali menyenggol Siwon. Seperti di saat ia mengambil wajan ia sengaja menyenggolkan pantatnya di pinggang Siwon. Atau saat Yuri mengambil bungkusan pasta yang ada di hadapan Siwon, ia sengaja menggesekkan dadannya di lengan Siwon. Siwon diam saja saat Yuri melakukan semua itu. Yuri bergabung dengan Siwon di telenan untuk memotong jamur. Yuri kembali menyenggol Siwon lagi dengan pantatnya.

“Yuri aku tahu yang kau lakukan ?” kata Siwon parau dengan senyum kecilnya.

“tentu saja, aku sedang memasak.” Kilah Yuri. Meletakkan jamur potongannnya di mangkuk kecil dan mencucinya.

“yaa kau sangat pandai dalam hal ini.” Gumam Siwon. Yuri mengganguk setuju.

“Dan jika kau melakukannya lagi aku tidak akan segan – segan bercinta denganmu di sini.” Acam Siwon. Yuri tersentak mendengarnya, dia menoleh pada Siwon.

“benarkah?” suara Yuri seperti menantang.

“kau menantang ku nona Kwon?”

“tidak. Mana berani aku menantang tuan Choi Siwon.” Goda Yuri. Siwon meletakkan pisaunya dan memandang Yuri lekat – lekat dari ujung rambut sampai ujung kaki, Yuri masih memakai baju kerjannya yang tadi yang membungkus indah tubuhnya.

“kemari.” Perintah Siwon tenang namun penuh penekanan. Namja itu mengeram menahan hasratnya.

Yuri hanya diam, tidak bergeming di tempatnya. Tatapan Siwon padannya seperti melucuti pakaiannya membuatnya seperti ditelanjangi.

Aura panas kini menyelingkupi mereka. Ia tahu Siwon tidak main – main dengan ancamannya tadi. Walaupun tadi Yuri hanya bercanda tidak lebih.

Siwon maju dan otomatis Yuri mundur menjaga jarak dari Siwon yang ingin menerkamnya saat itu juga. Siwon terus berjalan mendekati Yuri hingga Yuri membentur tembok dan ia tidak bisa lagi mengelak. Siwon menghimpitnya, merapatkan tubuhnya pada Yuri hingga tubuh mereka menempel, payudara Yuri menekan dada bidangnya. Siwon meraih dagu Yuri hingga Yuri mendongakkan kepalannya untuk melihat Siwon.

Yuri dapat merasakan nafas Siwon yang menerpa wajahnya karena jarak mereka yang begitu dekat, sangat intim.

“kau sangat kurang ajar Yuri.” kata Siwon lembut namun terdengar mengerikan untuk Yuri. Yuri menggeleng takut.

Detik berikutnya ia dapat merasakan bibir Siwon yang menyapu bibirnya, melumat bibir mungilnya. Lidah Siwon seperti mengetuk – ngetuk agar Yuri membiarkannya masuk. Yuri membukanya, mengizinkan Siwon menjelajahi setiap ruang yang ada di sana. Ciuman Siwon  sensual dan sedikit kasar namun Yuri hanya pasrah, memejamkan matanya menikmati ciuman panas mereka. Ya Tuhan Siwon begitu berkuasa, Yuri tidak dapat menolaknya.

Tangan Siwon yang tadi mengunci tubuhnya di tembok bergerak di sepanjang punggungnya. Menurunkan resletingnya, perlahan – lahan Siwon melucuti bajunya. Hanya menyisakan bra dari Victoria Secret yang menutupi tubuh atasnya.

Siwon melepaskan ciuman mereka membuat Yuri bingung, ia sedikit menjauh dari Yuri untuk mengamati Yuri yang bersandar di tembok dengan keadaan setengah telanjang, luar biasa sexy bahkan model paling sexy di majalah Playboy pun kalah.

Kulitnya yang sedikit coklat dengan bentuk tubuh yang sempurna serta payudaranya yang ranum selalu membuat Siwon tegang. Bibir Yuri yang mungil kini merah merekah dan sedikit bengkak akibat ciumannya barusan. Siwon sering kali kehilangan kontrol bila bersama Yuri, ia tidak pernah bisa menahan dirinya untuk tidak menyentuh yeoja itu. Yuri, yeoja itu apapun yang terjadi Siwon tidak akan melepaskannya. Hanya dia yang boleh melihat Yuri seperti ini sisi erotis Yuri, batin Siwon senang.

“apa yang kau lakukan ?” Tanya Yuri malu.

“mengagumi pemandangan.” Jawab Siwon.

“kau sangat cantik Yuri dan begitu sexy.” Siwon meraih pinggang Yuri, mencium Yuri lagi hanya sebentar karena bibirnya beralih ke leher dan bahu Yuri. Mencium setiap jengkal kulit Yuri yang mulus mengoda hingga meninggalkan jejak – jejak kepemilikkannya di sana. Bibir Siwon terus berjalan sampai di dada Yuri. Yuri melengkungkan tangannya ke belakang melepas penggait branya sendiri agar Siwon bisa segera melahap payudaranya.

Siwon mengecup putting Yuri, menjilat dan memainkannya dengan lidahnya sebelum ia memasukkannya ke mulutnya.

Yuri mengerang atas permainan Siwon. Diraihnya kepala Siwon dan menekannya.  Ia ingin Siwon mengulumnya, payudarannya.

“kau tidak sabaran Yuri.” bisik Siwon. Ia segera memasukkan payudara Yuri ke mulut, menghisapnya kuat – kuat.

Ya Yuri sudah tidak sabar merasakan mulut dan bibir Siwon di setiap jengkal tubuhnya. Memang siapa yang membuatnya begini, Siwonlah pelakunya.

Tangan Siwon turun menelusuri pinggangnya, menanggalkan rok mini dan celana dalamnya. Setelah benda itu terlepas dari tubuh Yuri. Siwon meletakkan tangannya di pantat Yuri, memijat kedua belah pantat Yuri. Dengan pasti jarinya berjalan ke depan menemukan inti dari Yuri, kewanitaannya. Siwon menghusapnya dengan penuh kasih, merasakan Yuri yang sudah basah untuknya. Membuat tubuh Yuri melengkung ke depan dibarengi erangan dari mulutnya. Yuri memegang erat bahu Siwon, dan ia baru menyadari Siwon masih mengunakan pakaian lengkap sedangkan Yuri, ia sudah telanjang bulat.

“Siwon jebball.” Ucap Yuri putus asa. Ia mengesek – gesekan tubuhnya pada Siwon.

“Yuri kau membuatku gila.” Siwon langsung membuka celananya dengan tidak sabaran, mengeluarkan juniornya yang sedikit ngilu karena begitu keras dihimpit celana dalamnya. Yuri membantunya dengan melepaskan kemeja Siwon.

“Siwon masukkan.”pinta Yuri, matanya berkabut dikuasai nabsu, suaranya serak menahan gairah. Dengan hati – hati Siwon memasuki Yuri mengingat posisi mereka yang berdiri.

“Siwonie~” ucapanya Yuri seperti tertahan ditengorokannya, desahan lebih dahulu keluar disaat Siwon mulai mengerakkan juniornya di dalam tubuh Yuri.

“itu benar Yuri, ucapkan namaku.” Siwon mengangkat kedua kaki Yuri. Meminta kekasihnya itu melingkarkan kaki jenjangnya di pinggangnya.

Yuri menurut dengan indah kakinya melingkar sempurna di pinggang kuat Siwon. Tangannya bertumpu pada bahu kekar Siwon untuk menahan tubuhnya.

Siwon meremas pantat Yuri yang mengantung, juniornya masih terus bekerja di hole Yuri makin keras dan dalam. Ya Tuhan rasanya sangat nikmat setiap sodokkan Siwon seperti mengantarnya ke dalam lubang hitam yang menjerumuskannya ke kegelapan, tersesat dalam kenikmatan yang tak berujung.

“Siwon tidaaakkk.” jerit Yuri. Ia sudah tidak kuat lagi, ia ingin meledak.

“ayo jjagi. Keluarkan untukku.” Yuri menyerahkan dirinya pada Siwon. Pada gelombang kenikmatan yang Siwon ciptakkan di tubuhnya. Ia menyandarkan tubuhnya ke dinding hangat yang dilapisi wallpaper mahal.  Sementara Siwon masih mencumbu tengkuknya, menjalankannya ciumannya sampai ke rahang Yuri. Gerakkan Siwon di bawah bertambah cepat. Juniornya yang sudah sangat keras mengesek vagina Yuri. Siwon akan mengeluarkan hasil percintaan mereka di dalam Yuri.

“Yuri aku mencintaimuuu.” kata Siwon panjang. Menenggelamkan juniornya sedalam mungkin di hole Yuri dan mengeluarkkannya di sana. Menempelkan tubuh telanjang mereka yang berkeringat. Siwon terengah – engah begitu pun dengan Yuri. Mereka sama – sama lelah setelah pergulatan penuh gejolak itu.

“aku juga sangat mencintaimu Siwonie.” kata Yuri setelah mereka lebih tenang. Siwon membawanya ke meja makan yang terbuat dari kaca itu, menggendongnya. Yuri tersentak kaca yang dingin itu menempel di pinggunya yang berkeringat. Ia terlentang di atas meja makan dan Siwon menyeringai memandangnya tidak sononoh.

“kau mau apa?” Yuri bertanya pada Siwon . Pertanyaan yang harusnya ia sudah tahu jawabannya.

“Kau tahu mauku jjagi.” Siwon menjalankan tangannya di perut Yuri naik ke atas menangkup kedua payudara Yuri.

“aahhhh.” Yuri mengerang begitu erotis atas perbuatan Siwon. Siwon menjepit putingnya dengan jari tengah dan telujuknya.

“Siwon kau tidak pernah puas.”

“tidak denganmu Yuri.”

“setiap melihatmu, tatapanmu padaku selalu membuatku ingin menyentuhmu kau selalu membangkitkan gairahku.”

Bagaimana mungkin Siwon berpikir seperti itu? Selama ini Yuri selalu menatap Siwon dengan hormat, melihatnya sebagai seorang atasan yang harus dihormatinya. Tapi untuk kali ini tidak, Siwon ada dihadapannya telanjang. Dada dan perutnya yang kotak – kotak sangat menggoda Yuri. Yuri mengulurkan tangannya untuk menyentuh Siwon. Tapi Siwon mencegahnya, mengangkat kedua tangan Yuri ke atas kepalanya dan menguncinya dengan tangan kiri Siwon.

“waeyo?” protes Yuri.

“biarkan aku yang memuaskanmu jjagi.” kata – kata Siwon seperti mantar untuk Yuri, mantra yang menjanjikan kenikmatan. Sejurus kemudian Siwon sudah menyatukkan diri mereka. Siwon bergerak pelan terlalu pelan dan lembut membuat Yuri tersiksa karena semua bagian sensitifnya dimanjakan oleh Siwon. Siwon mengemut puting kanannya dengan rakus serta meremas payudara kirinya kasar.

“Siwon tolonglah aagghh.”

Siwon tahu maksud Yuri. Iw lalu menyerang Yuri bertubi – tubi, bergerak – gerak cepat tanpa henti di dalam Yuri, membawa Yuri melintas batas kenikmatannya, Yuri menyerah ketika orgasmenya datang, terkulai lemas di atas meja makan. Siwon masih di dalam dirinya, tiba – tiba saja ia mencengkram payudaranya kuat, hingga terasa sakit tapi nikmat.

“Yuri adalah milikku.” kata yang sering Siwon ucapkan ketika mereka bercinta. Siwon ambruk di atas Yuri, di dada Yuri yang berdetak keras setelah percintaan panjang mereka.

* * *

Yuri mengeliatkan tubuhnya, mengerjab –  ngerjabkan matanya agar terbiasa dengan cahaya yang masuk melalui celah – celah korden di kamarnya.  Yuri menoleh ke belakang saat mendapati seseorang memeluk pinggangnya dengan begitu posesif. Siwon tidur sambil mendekap tubuhnya dari belakang menyelimuti tubuhnya yang telanjang, menghangatkannya, wajah namja itu sedikit terbenam di rambutnya. Yuri tersenyum senang saat bangun pagi seperti ini ada Siwon di ranjangnya sedang memeluknya penuh kasih. Wangi maskulin Siwon memenuhi hidungnya membuatnya betah berlama – lama berbaring seperti ini. Tapi ia memutuskan untuk bangun.

Dengan hati – hati Yuri melepaskan tangan Siwon yang ada di pinggangnya. Ia turun dari ranjang tanpa menimbulkan banyak gerakan. Diambilnya kemeja Siwon yang tergeletak di karpet dan memakainya, kemeja itu cukup besar namun hanya menutupi sedikit pahannya. Yuri mengendap – endap keluar setelah mencuci muka, gosok gigi serta menggelung rambutnya ke atas memamerkan lehernya yang jenjang. Ia tidak ingin membangunkan Siwon karena ini weekend Yuri akan membiarkan kekasihnya itu istirahat.

Yuri menuju dapur dan menyengit heran melihat dapurnya yang berantakan. Ya Tuhan ia baru ingat tadi malam mereka tidak jadi memasak, dan akhirnya mereka tidak makan malam. Siwon membuatnya begitu panas hingga ia melupakan segalanya. Pantas saja pagi ini rasanya Yuri lapar sekali. Yuri membuka kulkas dan mengeluarkan beberapa bahan yang tersisa kemarin. Berniat melanjutkan kembali acara masaknya, ia yakin Siwon pasti juga sangat lapar. Yuri memasak sambil bersenandung riang dan mengerakkan tubuhnya mengikuti lagu yg dinyanyikan.

“kau sedang apa? ” tanya Siwon lembut namun mengagetkan Yuri. Siwon tiba – tiba saja memeluknya dari belakang dan mendaratkan hidung dan bibirnya di tengkuknya.

“Siwon!” pekik Yuri.

“yya aku.” jawab Siwon santai, semakin menelusuri leher Yuri, mengecup dan sesekali mengigitnya kecil.

Yuri mendesir hebat merasakan nafas Siwon di sekitar tengkuknya, namun ia cepat – cepat menepisnya

“Siwon lepaskan. Aku sedang memasak.”

Siwon menghiraukan intruksi Yuri. Ia malah semakin menjadi dengan memasukkan tangannya ke dalam kemeja kebesaran yang Yuri kenakan. Yuri tidak memakai apa – apa di balik kemeja itu hingga Siwon bebas menjamah tubuhnya. Menghusap perut rata Yuri, naik ke atas ke payudara Yuri memijatnya dengan kedua tangannya, memlintir putting Yuri yang mulai menegang.

“Siwon jangan sekarang aaahh. Ku mohon.” kata Yuri mati – matian menahan gairah yang mulai menyelubunginya, selangkangannya bahkan sudah menglenyar. Mengigit bibir bawahnya untuk menahan desahanya. Mereka baru saja bercinta beberapa jam yang lalu dan kini Siwon kembali meninginkannya.  Apa Siwon tidak pernah puas?

“tapi kau sudah basah jjagi.” Siwon mengodannya. Tangannya mengelus – elus vagina Yuri yang mulai mengeluarkan cairan kewanitaaannya.

“biarkan aku memasukimu.” ucap Siwon memohon. Sesuatu yang sangat langka dilakukannya, memohon.

Yuri tidak bisa menolaknya. Siwon tahu benar bagaimana cara merangsangnnya, membangkitkan gairahnnya. Akhirnya Yuri mengangguk, memenangkan gairahnya yang meledak – ledak begitu ingin dipuaskan.

“kau tahu Yuri. Aku tidak akan pernah puas denganmu.” gumam Siwon.

“yya aku tahu. Tolong cepat masukkan.” pinta Yuri tidak sabar karena Siwon hanya mengesek – gesekan juniornya yang keras di antara pantatnya.

Siwon segera melepas kancing dan menurunkan resleting celanan jinsnya, junior besarnya langsung menyembul ke luar.

“Yuri pegang meja itu dan tundukan badan mu jjagi.” perintah Siwon. Yuri memegang erat meja pantry dihadapannya dan menundukan badannya sejajar dengan meja, menungging di depan Siwon, dengat sangat eksotis.

Siwon mengangkat kemeja Yuri ke atas, meremas payudaranya yang mengantung bebas sambil berusaha memasukkan juniornya.

“Siwonieee~” Yuri mengerang saat merasakan junior Siwon yang mendesak masuki vaginannya.

Siwon megerakkan juniornnya yang sudah sepenuhnya memenuhi hole Yuri. Mengeluarkannya lalu memasukkannya lagi begitu cepat dan intens.

“Yuri kau masih saja sempit jjagi.” Siwon merasakan juniornya yang dihimpit erat oleh vagina Yuri. Ia jadi sedikit susah mengerakkan juniornya namun itu malah memberi sensai yang tidak biasa untuknya, membuatnya tambah bergairah.

Yuri sudah tidak tahan lagi merasakan kenikmatan ini, ia seperti melayang dan seketika tubuhnya lemas, bahkan kakinya pun tidak dapat menopang tubuhnya dengan baik. Kalau saja Siwon tidak meraihnya dan memeluknya mungkin ia sudah jatuh, karena kenikmatan luar biasa yang menjalar di sekujur tubuhnya, orgasmenya.

Siwon menghentakkan juniornya dengan keras ke dalam hole Yuri. Ia mengerang panjang menyebut nama Yuri. Yuri tahu Siwon sudah mencapai klimaksnya, sepermanya menghangatkan vaginanya.

***

Yuri dan Siwon menikmati sarapan pagi mereka yang sempat tertunda karena seks kilat yang mereka lakukan, Siwon menyebutnya sebagai morning seks. Mereka baru saja mandi bersama. Dan kini mereka duduk berhadapan di meja makan yang memiliki ukiran yang sangat indah di kursi kayunya dengan tenang, menikmati hasil masakkan Yuri.

“Yuri~” pangggil Siwon.

“nde?” Yuri memperhatikan Siwon meletakkan garpunya. Namja sempurna yang memiliki wajah luar biasa tampan itu mengamatinya dengan seksama. Seperti berpikir untuk menyusun kalimat yang tepat untuk berbicara. Tidak seperti Siwon yang biasanya.

Yuri hanya diam, menanti.

“hari ini kita menemui orang tua ku lalu ke rumah orang tua mu setelahnya.”

“mwo?” Yuri tidak salah dengarkan ? Siwon mengajaknya menemui orang tuannya berarti namja itu akan mengenalkannya pada orang tuanya. Mungkin kalau yeoja lain akan senang dan meloncat kegirangan, kekasihnya akan membawanya kepada orang tuanya. Tapi tidak dengan Yuri, ia takut, takut pada pemikiran – pemikirannya sendiri yang belum tentu kebenarannya.

Yuri baru saja akan mengeluarkan bantahannya ketika Siwon lebih dahulu berbicara.

“aku sudah menghubungi omma ku dan bilang padanya akan membawa calon menantunya untuk makan malam bersama nanti. ” Ujar Siwon yakin.

Yuri langsung diam seketika. Ia akan menolak tapi rasanya tidak mungkin, orang tua Siwon yang sibuk itu sudah meluangkan waktu mereka untuk bertemu dengannya. Ya Tuhan ia harus bagaimana ? Ia sama sekali tidak ada persiapan. Tidak, bahkan ia tidak siap sama sekali.

* * *

Akhirnya Yuri berada di sini kediaman keluarga Choi yang terkenal, di depan sebuah mansion  mewah dan megah dengan pagar yang tinggi menjulang serta halaman yang luasnya dua kali lapangan sepak bola yang ditanami pohon – pohon hias yang terawat. Mobil mereka saja harus melalui beberapa ratus meter untuk mencapai rumah besar itu dari pintu pagar di depan yang dijaga beberapa satpam. Mereka berhenti di teras rumah yang lebih mirip seperti lobbi hotel. Ada satu air mancur cantik yang menyala disorot oleh lampu yang menambah keindahannya. Mansion bercat coklat itu nampak sangat mengagumkan dan kokoh dari luar. Membuat Yuri terkagum – kagum. Saat ini ia merasa seperti Cinderella yang akan dinikahi oleh sang pangeran, tapi apakah keluarga pangeran bisa menerimannya ?

“jjagi kajja.” Suara lembut Siwon mengalihkan perhatiannya. Ternyata namja itu sudah berdiri di sampingnya, membuka pintu mobil untuknya dan mengulurkan tangannya.

Yuri terkesiap, ia benar – benar belum siap. Dengan ragu Yuri menerima uluran tangan Siwon.

Malam ini Yuri menggunakan gaun tanpa lengan dengan panjang di bawah lutut yang terbuat dari santin yang mahal, salah satu gaun koleksi terbaru dari Dior yang merupakan pemberian Siwon juga. Gaun berwarna coklat keemasan itu membuat Yuri tampak sangat anggun, sopan dan elegan.

Yuri menarik nafas panjang sebelum melangkah memasuki rumah itu. Digigitnya bibir bawahnya tanpa ia sadari. Siwon mencium bibirnya dan melumatnya sebentar, membuat Yuri kaget hingga ia hanya diam saja.

“Siwon !” Yuri memekik setelah Siwon melepaskan bibirnya dari bibir Yuri.

“kelakuanmu itu membuatku ingin menciummu.” Bisik Siwon tanpa malu. Pipi Yuri merona mendengarnya, ia ingat Siwon pernah mengatakannya. Ia hanya tidak nyangka Siwon masih akan menciumnya juga di saat seperti ini.

Siwon meraih tangan kanan Yuri,  mencium jari – jarinya dengan mesra.

“tenanglah. Kau sangat cantik malam ini.” Ujar Siwon lembut. Sedikit membantu Yuri yang kini perasaan tak menentu antara gugup, tegang, dan takut.

Seorang wanita tua berbaju rapi membukakan pintu untuk mereka. Dengan senyum ramah ia menyapa Yuri. Yuri membalasnya dengan senyum manisnya atas sambutan hangat pelayan keluarga Siwon itu.

“tuan muda, nyonya dan tuan sudah menunggu.”

Haah tuan muda ? Yuri terkikik mendengarnya. Ia kira panggilan seperti itu hanya ada di drama – drama saja. Yuri melirik Siwon sekilas untung namja itu tidak melihatnya.

“yya terima kasih Song ajjuhma.”

Siwon melingkarkan tanganya yang kokoh di pinggang kecil Yuri, mereka berjalan masuk menuju ruang makan, Yuri mengamati sekelilingnya yang di hiasi benda – benda seni seperti lukisan dan guci yang di pajang menambah kemewahan rumah itu. Mereka sampai di sebuah ruangan seperti di cerita dongeng yang sangat luas. Ada lampu kristal indah tergantung di atas meja makan panjang yang di tutupi taplak line putih di tengahnya, sangat menakjubkan.

“Siwon kau sudah datang.” nyonya Choi yang tadi sibuk menata bunga mawar putih yang ada di atas meja makan itu langsung berjalan ke arah mereka. Ia segera memeluk Siwon, melepaskan rasa rindunya pada anak laki – lakinya yang  jarang ia temui. Siwon membalasnya dengan penuh kasih.

” omma kenalkan.” ucapan Siwon dipotong oleh ommanya.

“ini pasti Yuri kan? ” kata nyonya Choi lembut. Yuri mengangguk dan memberikan senyuman terbaiknya.

“Yuri senang sekali bertemu denganmu sayang.” nyonya Choi melingkarkan lengannya dan memeluk Yuri dengan hangat. Wanita yang sudah berkepala lima itu sangat anggun dengan balutan gaun sutra panjang biru tua, menampakkan kalau ia adalah wanita kelas atas yang memiliki selera fashion yang baik.

“begitu pun saya, senang sekali bisa bertemu dengan anda nyonya.”

Seorang pria yang sudah berumur dengan sangat berwibawa datang, Yuri pernah melihatnya beberapa kali dulu saat pria yang ia ketahui sebagai appa Siwon itu datang ke perusahaan.

“senang bertemu denganmu nona Kwon.” Yuri tersenyum dan membungkuk hormat.

“panggil saja Yuri tuan.” tuan Choi tersenyum dan menganguk kaku.

“seharusnya kau juga memanggil kami omma dan aboji.” ucap nyonya Choi lembut.

Benarkah ia boleh melakukannya ? Apa itu artinya ia diterima oleh keluarga Siwon? Tanya batin Yuri.

” apa Sooyoung sudah kembali? ” tanya Siwon pada ommanya begitu mereka duduk di meja makan.

Yuri menyengit mendengarnya. Choi Sooyoung adalah yeodongsaeng  Siwon, setahunya gadis itu saat ini sedang berada di Prancis melanjutkan studi musiknya di sana.

“sebentar lagi ia akan turun. ” kata nyonya Choi.

Tak lama kemudian seorang gadis cantik yang menggunakan dress berwarna peach muncul dari tangga besar yang berbentuk setengah lingkaran di ruangan itu. Gadis itu rambutnya berponi dan dia sangat tinggi, ia langsung berhambur memeluk Yuri membuat Yuri tidak tahan untuk mengeluarkan senyumnya.

“Yuri, aku sudah banyak mendengar tentangmu dari oppa.” Sooyoung berbicara dengan sangat riang, dia begitu antusias menyambut Yuri.

“aku senang saat oppa bilang kalian akan menikah. Itu berarti aku juga bisa segera menikah.” mata Sooyoung berbinar menatap Yuri. Anak bungsu keluarga Choi ini sangat ceria dan sepertinya ia seumuran dengan Yuri.

“oppa kau sangat beruntung.” Sooyoung beralih memeluk Siwon.

“kau benar.”Siwon mengacak rambut Sooyoung, Siwon jelas sangat menyayangi dongsaengnya itu.

“Sooyoung duduklah.” nyonya Choi menegur Sooyoung dengan lembut. Agar gadis itu duduk di dekatnya dan acara makan malam itu bisa segera di mulai. Sedangkan tuan Choi, Siwon, dan Yuri hanya tersenyum kecil.

The End.

35 thoughts on “[YulWoon] All His Part 2

  1. aku jg msh ngerasa kalau perbedaan status sosial atau kasta msh d terima dengan baik (penerimaan kluarga choi terhadap yuri) itu hanya ada dalam sebuah cerita fiksi.

    *Upzz…jd curcol

  2. Woah.. YULWON ^^
    HOT ya… keren bgt ceritanya *kipas”
    Komennya langsung disini ya???
    yang Part 1 oke banget, tapi beberapa adegan(?) ada yang mirip FSOG ya, atau emang sengaja diambil dr situ? Jadi ngebayangin Ana Christian versi kores itu wonyul kkk~😀
    keep Writing about Wonyulllll FIGHTING!!😀

  3. Part 2 nya makin hot aja thor…hehe kasian kyu diusir sama siwon…siwon yadongers ya haha… Aq suka ceritanya… Author daebak deh

  4. nemu juga sequel nya dari FF Yuri Siwon😀
    ceritanya bagus thor, tata bahasanya saya suka
    thor ada lanjutannya kah #plak# kl ada ditunggu!!!!!!!!

  5. whoaaa *O* kereen aaa❤ baru pertama kali lihat ada couple YulWon hehe xD

    Eh Sooyoung-nya sama Kyuhyun aja ;;) #plak

  6. Mian oen, ni kayak’y agak terpengaruh dari novel 50 shades dee…
    Oennie dpt refresensi’y dari novel itu kan??
    Cz siwon yg blnja p’tma x sma seperti christian grey. Truz saat d dapur waktu mereka masak juga kan??
    Tapi, tetep sequ ko eon…
    Bikin sequel lagi ya…

  7. Keren min…
    Part 1 nya juga ohh yaa author Jung Hana ngak ada cameback FF yulwon NC diblog ini..
    Ditunggu thor… ^^
    Hwaithing!!~~^^~~

  8. Thor kapan epep’y di lanjut kaya’y udh lma bgt dech..
    Lanjut dong gha pke yadong jga gha papa…
    Yadong’y nanti pas yulwon udah nikah hehehe

  9. Aku kok kayak baca fifty shades versi korea ya…di cerita pertama cm beberapa point aja yg mirip jadi gak masalah..tp kok di cerita keduanya banyak yg mirip, bahkan karakternya siwon mirip bgt sma mr grey ada ada scen yg diambil dari novelnya…jadi seperti baca fifty shades ala korea tanpa bdsm..
    Hmm, aku jadi ngebayangin kalau anatasia terima tawarannya christian buat kerja diperusahaan, mungkin ana bakal seperti yuri kali yah… Tiap hari ketemu, gak dirumah gak dikantor slalu begituan apa gak kewalahan ya…wkwkwk #abaikan

  10. Iya nih, ending Πya cepet banget, kan mereka belum nemuin keluarga Πya yuri , terus belum nikah , kok langsung ending sih ??

  11. omo!! hot dan romantis disaat yg sama..
    lanjutin dong author-nim.. kan nanggung kalo kebahagiaan yulwoon cm sampe sini aja..

  12. aku reader baru nih thor maaf baru komen , ff nya keren bgt udh berulang” kali bacanyaa tp gk pernah bosen:D ohya thor knp gk dibuat sequelnya aja? Soalnyaa aku suka bgt sama yulwon jarang” ada yg buat ff yulwon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s