[YulWoon] All His Part 1

Our Secret

1. Author : Jung Hana

2. Judul : All His

3. Kategori: NC 21, Yadong, Oneshoot

4. Cast:

· Choi Siwon ( Super Junior )

· Kwon Yuri ( SNSD )

 

Sumber : http://koreannc.wordpress.com/2012/12/08/all-his/

Annyeong^^ author comeback dengan ff yulwon couple again.

Selalu yulwon karena aku suka banget sama couple ini.

Ga usah banyak cingcong langsung di baca aja, silahkan.

Tidak lupa ucapan terima kasih untuk admin knc yang sudah mengepost ff aku.

——————–

Seorang pria sedang sibuk dengan berkas – berkas yang ada di hadapannya. Mengelola sebelas departemen store bukanlah hal yang mudah. Choi Siwon, pria tampan yang menjadi CEO di Hyundai Departemen. Salah satu perusahaan global terbesar di Korea Selatan. Terlahir dari keluarga kalangan atas membuatnya dengan mudah mendapatkan posisi itu. Mengingat appanya yang menjadi direktur utama sekaligus pemegang saham terbesar di Hyundai Departemen.

Choi Siwon, hidupnya sangatlah sempurna memiliki pekerjaan yang mapan, keluarga dari kalangan chebol (kolongmerat), wajah tampan, tubuh atletis yang menunjang penampilannya, serta karismanya yang mampu membuat banyak yeoja mengerjarnya. Hal itu tentu tidak disia – siakan oleh Siwon. Dengan segala pesonanya, sudah puluhan yeoja yang jatuh kedalam pelukannya. Cassanova itulah julukan yang diberikan untuk Siwon. Pria yang berpetualang dari satu pelukan wanita ke wanita yang lain. Namun bedanya Siwon berwajah tampan dan menawan. Yang hanya dengan melihatnya saja semua yeoja akan dengan senang hati menyerahkan diri mereka padanya.

Bunyi telepon mengalihkan kosentrasi Siwon dari berkas – berkas dihadapannya.

“ne ?” jawab Siwon.

“sajangnim Tiffany ~ ssi menelepon. Dia ingin berbicara dengan anda.” Kata sekretari Siwon di seberang telepon.

“bilang padanya aku sedang meeting.”

“tapi sajangnim tiffany~sii bil ….”

“Kwon Yuri, kau tahu apa yang harus kau lakukan.” Perintah Siwon, mencela omongan sekretarisnya. Siwon tahu benar bila Yuri dapat mengatasi semua masalahnya dengan para kekasihnya.

“ne arrasimika.” Jawab Yuri putus asa.

***

“jongsohamida aggashi~. Sajangmin masih meeting, beliau berpesan akan menghubungi anda secepatnya.” Ucap Yuri berbohong. Ya akhir – akhir ini berbohong seperti sudah menjadi kebiasaanya.

“pasti itu hanya alasan Siwon saja, cepat sambungan padanya.” Perintah yeoja itu dengan logat inggrisnya.

‘benar sekali itu hanya alasan Siwon saja.’ Batin Yuri dalam hati. ‘Para yeoja yang aneh, sudah tahu Siwon tidak mau dihubungi tapi masih saja memaksa. Membuatnya susah saja’ kata hatinya dengan kesal.

“anyimida aggashi. Sajangmin benar – benar tidak dapat menjawab telepon anda sekarang.”Ucap Yuri masih dengan nada hormat, walaupun dia sudah jengah dan kesal setengah mati setiap hari menghadapi kekasih –kekasih Siwon, namun demi profesionalisme dia harus menahannya.

“tut tut tut.” Telepon ditutup dari seberang tanpa salam maupun ucapan terima kasih.

“aiisshh selalu saja seperti itu.” Emosi Yuri.

Karena dialah yang akan selalu mendapatkan kemarahan dan cacian dari yeoja – yeoja yang dikencani oleh Siwon. Bila atasannya tersebut sedang tidak ingin menemui atau menerima telepon dari kekasih – kekasihnya. Bahkan bila atasannya itu baru putus dari yeoja yang dikencaninya Yuri lah yang harus maju mengahapi mereka –mantan kekasih Siwon-. Bila berada dihadapan Siwon para kekasih Siwon sangat berbeda seratus delapan puluh derajat, mereka akan bersikap manis , anggun dan manja bila ada Siwon . Seolah kemaranhan mereka lenyap saat melihat Siwon. Yuri masih heran sihir apa yang selama ini digunakan oleh Siwon sehingga banyak para yeoja yang bertekuk lutut padanya. Bertekuk lutut mungkin itu memang agak berlebihan tapi benar banyak sekali yeoja yang Siwon kencani. Apa karena kekayaan dan ketampanan Siwon. Tapi percuma saja kalau kelakuaannya minus seperti itu.

“Yuri~ya gwencana gwencana. Yuri~ya Hwaiting~” ucap Yuri menyemangati dirinya sendiri. Jika bukan karena gaji besar yang diterimanya mungkin sudah dari dulu ia meninggalkan pekerjaannya yang sekarang ini.

Yuri, saat ini ia bekerja sebagai sekretaris pribadi Siwon. Dulunya ia hanya sekretaris biasa. Namun setelah enam bulan yang lalu saat ia mengajukan surat pengunduran diri pada Siwon. Pria sempurna itu tidak mengijinkannya, ia malah mengangkat Yuri menjadi sekretaris pribadinya dan menawarkan gaji duakali lipat dari gajinya sebagai sekretaris. Pilihan yang sulit untuk Yuri pada saat itu, gaji duakali lipat itu sangatlah besar, menjadi sekretaris biasa saja sudah membuatnya dapat hidup nyaman dan makmur di Seoul bahkan masih sisa banyak, apalagi duakali lipat. Dalam waktu dua tahun Ia bahkan dapat membeli apartement di kawasan Gangnam. Dan menyisakan gajinya untuk orangtuannya. Walaupun orangtuanya tak mengharapkan itu. Orangtuannya bilang melihat Yuri memiliki karir yang bagus saja sudah membuat mereka senang. Akhirnya dengan pertimbangan gaji yang besar itu Yuri menerima tawaran Siwon, toh untuk mencari pekerjaan baru yang mapan saat ini tidaklah mudah. Apalagi Korae Selatan yang setiap hari ratusan orang pintar dengan penampilan yang menarik terlahir. Jangan salah di Korea Selatan bukan hanya otak saja yang harus pintar tapi penampilan menarik juga menjadi syarat untuk mendapatkan pekerjaan. Jadi jangan heran bila masyarakat Korea Selatan berlomba – lomba melakukan operasi plastik.

Tok tok. Dua kali ketukkan Yuri dipintu memberikan sinyal kedatangannya.

“masuk.” Suara yang tegas itu menjawab ketukannya.

Yuri membuka pintu kaca yang dikombinasi dengan kayu maple gelap di ruangan Siwon.

“ sajangnim ada dokumen yang harus anda tanda tangani.” Kata Yuri saat menyodorkan map warna coklat yang terbuat dari kulit sintetik kepada Siwon. Siwon mengambilnya, memeriksa map itu dengan teliti. Membaca dan membalikkan beberapa halaman yang ada sebelum ia menandatanganinnya.

Sembari menunggu Yuri mengedarkan pandangannya di ruangan Siwon. Ruangan itu bergaya modern dengan dominasi warna abu – abu dan gelap dengan furniture yang serba mahal. Tidak ada yang menarik menurutnya. Hanya saja ada satu lukisan yang amat mencolok berwarna merah. Entahlah lukisan apa itu, abstrak mungkin tapi lukisan itu seperti mengambarkan sosok seseorang, seorang yeoja ? Yuri tidak tahu karena memang ia tidak tahu – menahu tentang lukisan. Ruangan ini seperti mengambarkan karakter Siwon, namja tampan yang sukses, dan memiliki sega lanya. Baikalah Yuri harus mengakui bahwa atasnya itu sangat sempurna, tidak ada sihir karena memang Siwon sangat mempesona. Siwon seperti Cristhian Grey dalam novel erotis Fifty Shades of Grey , bilioner tampan dengan sejuta pesonannya. Jadi pantas saja jika banyak yeoja yang mengejarnya. Berlomba – lomba mendapatkan hati Choi Siwon. Menjadi impian setiap yeoja bisa menjadi istri dari seorang Choi Siwon.

Setelah selesai menandatangani dokumen tersebut Siwon menyerahkannya pada Yuri. Yuri tersadar dan segera mengambilnya, tanpa sengaja atau memang disengaja, mata mereka bertemu. Mata gelap Siwon menatapnya tajam dan insten Yuri. Membuat Yuri membeku seketika, jantungnya mendadak berdebar sangat keras saat itu juga. Keduannya diam dalam pikiran mereka masing – masing. Hingga suara getaran iphone Siwon di atas meja, memaksa Siwon untuk mengakhiri acara saling menatap mereka.

Sedikit membungkuk memberi hormat Yuri segera melesat pergi dari ruangan Siwon. Namun belum sempat ia membuka pintu Siwon memanggilnya.

“Yuri~” suara berat Siwon saat Yuri sudah memegang knop pintu akan segera meninggalkan ruangan yang selalu membuatnya kurang nyaman itu menghentikan aksinya.

Yeoja yang memakai terusan krem yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sempurna itu berbalik.

“nde sajangnim?” jawab Yuri dengan senyum manisnya yang terpaksa.

“besok kita ke Jeju, pukul 9 kuharap kau sudah siap. Aku akan menjemputmu.” Kata Siwon masih mengenggam handphonenya.

Yuri menatap Siwon dengan mata bulatnya yang sempurna. ‘mwo ? ke pulau jeju besok ?’ sebenarnya Yuri ingin menolak besokkan weekend ia ada janji dengan Taeyeon dan Jessica . Tapi tidak mungkin ia menolak, ia adalah sekretaris pribadi Siwon.

“nde sajangnim~” kata Yuri dengan sangat terpaksa.

***

Pukul sembilan tepat suara deru mobil langsung menghentikan Yuri dari sarapan paginya. Ia langsung menyambar tas dan beberapa dokumen yang sudah ia siapkan dan buru – buru keluar. Saat ia membuka pintu sebuah mobil mewah warna hitam sudah ada di depan rumahnya yang sederhana. Ia liat supir Siwon sudah menunggunya dengan membukakan pintu belakang mobil mewah tersebut.

“gamsahamida~” ucapnnya pada sang supir. Setelah masuk Yuri baru menyadari bahwa Siwon ternyata sudah ada disampingnya, namja itu sibuk dengan ipadnya, menghiraukan kehadirannya. Membuat Yuri jadi segan, ia tidak mengira Siwon akan datang sendiri menjemputnya, ia pikir tadi hanya supir Siwon yang menjemputnya. Mungkin untuk efisiensi waktu Siwon juga ikut menjemputnya, pikir Yuri lagi.

“selamat pagi sajangnim.” Ucap Yuri saat mobil mulai melaju meninggalkan rumahnya.

“Ya selamat pagi Yuri~ssi.” Balas Siwon tanpa menatap Yuri. Yuri sudah biasa dengan sikap Siwon yang seperti itu, acuh. Ia tahu bahwa bosnya itu hanya akan berbicara seperlunya saja.

Keheninggan mengisi perjalanan mereka menuju bandara Incheon, sama – sama sibuk dengan kegiatan mereka masing – masing. Yuri sibuk dengan pikirannya dan Siwon masih dengan ipad 10’ nya.

Sebenarnya ini perjalanan pertama Yuri ke Jeju-Do, sebagai orang korea selatan ini memang sangat keterlaluan. Bagaimana bisa ia belum pernah mengunjungi pulau terindah yang menjadi salah satu destinasi pariwisata di negaranya tersebut. Bukannya ia tidak ingin ke sana, hanya saja transportasi untuk ke pulau itu sangatlah mahal. Ia yang berasal dari keluarga yang sederhana tidak pernah memiliki cukup biaya untuk berwiasata ke sana. Dan sekarang Yuri mendapatkan kesempatan untuk ke sana namun sayang itu adalah perjalanan bisnis. Tapi bukankah mereka akan d i sana selama tiga hari. Jadi mungkin ia bisa mencuri waktu untuk jalan – jalan sebentar.

Mobil berhenti dan menyadarkan Yuri dari lamunan singkatnya. Mereka sudah sampai di bandara. Yuri segera turun dari mobil begitupun dengan Siwon. Tapi aneh mereka tidak berada di parkiran bandara, mereka berada di landasan pesawat. Gara – gara terlalu banyak melamun ia jadi tidak memperhatikan jalan tadi. Tapi kenapa mereka bisa sampai di sini.

“kajja~” ajak Siwon yang berjalan menuju pesawat kecil yang ada sekitar tiga puluh meter dari mereka. Yuri yang tadi masih sibuk dengan pikirannya segera mengekor di belakang Siwon. Ia tidak percaya mereka akan menggunakan jet pribadi untuk ke pulau Jeju. Sungguh mencengangkan sebegitu kaya kah Siwon ?

Ini akan menjadi perjalanan yang sangat menyenangkan. Ternyata menjadi sekretaris pribadi Siwon tidak seburuk apa yang Yuri bayangkan. Mungkin jika bukan karena Siwon ia tidak akan pernah menaiki jet pribadi seperti ini.

Inilah salah satu nilai plus Siwon, dia sangat kaya. Lihat jet pribadi yang atas nama Hyundai Departemen ini, bukankah ini salah satu asset kekayaan Siwon. Pantas yeoja – yeoja itu tergila – gila pada Siwon.

Seorang pramugari menyambut kedatangan mereka dengan senyum ramah, mempersilahkannya dan Siwon duduk di sofa kulit super nyaman yang ada di sana. Yuri segera duduk, tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada sang pramugari. Ia begitu terkesan dengan interior pesawat yang sangat mewah dengan tempat duduk dua kali lebih besar dari biasanya yang ia tumpangi.

“Yuri~ssi.” Suara berat Siwon memanggilnya.

“nde sajangnim~” sahut Yuri yang langsung mengalihkan tatapannya kepada Siwon.

“apa jadwal ku setelah rapat dengan manajer Kim ?” Tanya Siwon.

“anda memiliki kunjungan ke pembangaunan proyek baru dan pukul delapan anda harus menghadiri pembukaan resort milik Lotte Departemen.”

“ikut aku ke acara pembukaan resort itu.”

“tapi sajangnim saya . . .”

“ini perintah Yuri. Ingat kau adalah sekretaris pribadiku.”

Yuri mengangguk lemah sebagai jawaban. Tanpa Siwon beritahu pun Yuri masih sangat ingat bahwa ia adalah sekretrasi pribadi namja itu. Tapi bukankah menemani ke acara seperti itu tidak masuk dalam tugasnya. Bukankah ia seharusnya datang bersama pasangannya, Siwon kan punya banyak kekasih kenapa malah mengajaknya. Lagi pula ia tidak membawa gaun untuk menghadiri pesta seperti itu. Tidak lama setelah itu pesawat lepas landas. Perjalanan menuju pulau jeju membutuhkan waktu sekitar satu jam. Dan sekitar tiga puluh menit mereka tiba di hotel yang Y uri ketahui sebagai milik Siwon juga. Seorang petugas hotel mengantarkan Yuri ke sebuah kamar mewah dengan pantai sebagai view utamannya. Walaupun bukan suite tapi ini terlalu mewah untuk Yuri. Yuri segera membereskan barangnya dan turun ke bawah menemui Siwon di lobby hotel. Namun ketika Yuri sampai di sana sajangnimnya itu belum kelihatan. Lima menit kemudian Siwon muncul dengan beberapa orang di belakangnya yang Yuri yakini sebagai menejer hotel ini. Yuri mengikuti mereka yang berjalan kesebuah tempat meeting, ya pekerjaan sudah menantinya.

***

“haaahh lelah.” Keluh Yuri sembari menghempaskan tubuhya ke ranjang. Pukul 6.40 KST ia baru sampai di hotel setelah memeriksa pembangaunan proyek baru milik perusahaannya. Perusahaannya akan membuka departemen store baru di jeju dan ada beberapa hal yang harus Siwon tangani di sini. Itu lah alasan utama ia kemari, bukan maksudnya Siwon kemari Yuri hanya menemaninya.

Yuri menuju kamar mandi, setidaknya dengan mandi akan menyegarkan tubuhnya dan mengilangkan sedikit rasa lelahnya. Ia menyalakan keran air panas untuk mengisi tubnya dan mulai membuat gelembung di sana. Setelah dirasanya cukup , ia menjeburkan dirinya tub tersebut. Menikmati hangatnya air yang menyelimuti tubuhnya. Ia mengambil sabun cair aroma lavender dan menghusapkannya di kulit mulusnya. Sangat menyenangkan, rasanya ia ingin berlama – lama ada di sini. Dengan berendam seperti ini penatnya sedikit hilang. Namun suara ketukkan di pintung memaksanya harus ;mengakhiri kegiatan berendamnya.

Dengan malas Yuri menggunakan jubah mandinya, dan ia membuka pintu kamarnya.

“Permisi nona Kwon. Ada titipan barang untuk anda dari tuan Choi. Beliau juga berpesan akan menunggu anda di lobi pukul 7.30 pm.” Kata pelayan hotel dengan ramah. Dan menyerahkan dua buah kotak besar untuk Yuri.

“yaa, terima kasih.” Ucap Yuri dengan senyum manisnya. Ia lalu menutup pintu dan membuka kotak tersebut. Sebuah gaun warna abu – bau manis menyambutnya. Dengan tidak sabaran Yuri mengelurkannya dari kotak.

“woow neomu yeppo~” kagum Yuri. Gaun warna abu – abu itu memiliki panjang yang Yuri pastikan di bwah kakinya. Batu – batu indah menghiasi gaun itu dari pinggang ke atas. Yuri melihat label harga yang masih tergantung di gaun itu, satu juta won, delapan puluh juta rupiah. Ini sama dengan setengah gajinya dan lihat ini buatan Chanel. Yuri tidak mengira kalau sajangnimnya itu begitu pengertian dan murah hati tentunnya. Yuri membuka kotak yang satunya yang berisi sepasang high heels pesta dengan desain yang rumit. Yuri menc oba high heel itu untuk memastikan apakah itu sesuai dengan ukuran telapak kakinya, dan ternyata pas. Begitu pula dengan gaun itu yang sangat sesaui dengan lekuk tubuh Yuri. Kebetulan yang sangat menari, smirk Yuri. Setelah sedikit mempoles wajahnya dengan make up yang natural dan membuat sedikit gelombang di rambut hitam panjangnya, Yuri segera turun menuju lobby, seperti yang dibilang pelayan hotel tadi. Ia melihat Siwon yang sudah duduk di sebuah sofa yang ada di sana. Yuri sedikit heran kenapa Siwon tidak memberitahunya langsung b ila Siwon akan menunggunya di lobby, ia kan sekretaris pribadinya.

“sajangnim~” panggil Yuri saat ia sudah ada di hadapan Siwon. Siwon menatap Yuri dari ujung kaki hingga rambut. Ekspresinya menujukkan kepuasan atas penampilan Yuri malam ini. Sekretarisnya itu memang tidak pernah mengecewakan.

Cukup lama Siwon menatap Yuri membuat Yuri jadi tidak nyaman. Karena gaun indah yang ia kenakan itu memperlihatkan sedikit payudara atasnya dan membuat bahunya terekspos. Yuri segera menutupnya dengan handbag yang ia bawa.

“jongseohamida~ membuat sajangnim menunggu.” Sesal Yuri sambil menundukkan kepalanya.

“ahh nde, gwenacana. Kajja~” Ucap Siwon, dan mengalihkan pandangannya dari Yuri. Kembali Yuri mengikuti Siwon yang lebih dulu berjalan menuju limosin mahal yang menunggu mereka di depan pintu masuk hotel. Tentu saja mereka harus menggunakan limosin ini kan acara penting.

“gamsahamnida sajangnim~” ucap Yuri sopan.

“untuk ?” Tanya Siwon.

“untuk semua yang saya kenakan malam ini.”

“aku yang mengajak mu tentu aku yang akan berjanggung jawab pada mu.” Ucap Siwon yang terdengar bijaksana. Sangat berbeda dengan biasanya saat Siwon memerintahkannya untuk menghadapi para kekasih Siwon yang menjengkelkan itu. Bukankah itu melempar tanggung jawab pada orang lain ? Yuri mengangguk sambil tersenyum kecut menanggapinya.

“kenapa tersenyum seperti itu ?” tegur Siwon.

“anyimida~” bantah Yuri sopan.

“gaun itu sangat cocok untukmu, kau seperti dewi.” puji Siwon.

Blus rona merah langsung menghiasi pipi tidus Yuri saat itu. Ternyata Siwon memperhatikkannya.

“gamsahamida.”

Red carpet menyambut kedatangan Yuri dan Siwon. Dan blind kamera langsung menyerang Yuri saat ia turun dari limosin mewah Siwon. Siwon membantu Yuri saat ia sedikit kesusahaan dengan gaunnya yang panjang itu. Yuri tidak tahu bahwa pembukaan resort akan ada red carpetnya. Untung saja ia mengunakan gaun ini, setidaknya ia sepadan berada di samping Siwon.

“ gandeng tangan ku.” Bisik Siwon. Yuri segera melingkarkan tangannya ditangan Siwon sesuai intruksi Siwon. Ia berjalan anggun di samping Siwon diiringi blind – blind kamera yang mengambil gambarnya dan Siwon. Apakah besok akan muncul berita tetang ia dan Siwon di media massa. Sangat konyol bila mereka tahu bahwa ia hanya sekretaris Siwon, tidak lebih.

Acara berlangsung sangat meriah dan dihadiri oleh banyak orang dari berbagai kalangan. Yuri mengetahui beberapa dari mereka yang merupakan rekan bisnis Siwon, dan beberapa orang yang sering muncul di tivi atau majalah. Banyak yang menanyakan siapa Yuri karena dari awal sampai akhir acara ia berada di sisi Siwon menggandeng erat Siwon. Yuri tidak mengenal satu orang pun di sana makanya ia tidak mau kalau sampai terpisah dari Siwon. Walaupun mereka tidak dekat tapi di sini hanya Siwon yang ia kenal. Siwon juga tidak keberatan saat Yuri tidak melepaskan gandengannya. Dari tadi Siwon mengobrol dengan rekan bisnisnya.

Yuri yang merasa terabaikan mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. Tunggu dulu Yuri baru menyadari, di sini juga ada beberapa mantan kekasih Siwon yang menatapnya dengan tajam. Ohh shit. Tatapan mereka seperti ingin menelannya hidup – hidup. Yuri mengeratkan gandengannya tanpa ia sadari.

“ada apa Yuri~aa ?” Tanya Siwon lembut.

Yuri~aa ? Sejak kapan Siwon sok akrab seperti itu padannya, batin Yuri.

“anyio~” Yuri mengelengkan kepalanya.

“minumlah sepertinya kau sangat tegang.” Siwon menyodorkan segelas cairan kuning bening pada Yuri. Yuri meminumnya dalam satu tegukkan. Ia baru menyadari bahwa itu adalah champagne. Ia memang paling tidak bisa dengan alkohol. Tidak butuh waktu lama kesadarannya mulai hilang. Champangne itu akan bekerja pada tubuhnya, sebelum itu terjadi ia harus segera pergi dari tempat ini.

“sajangnim bisa antarkan aku ke toilet.” Mohon Yuri, wajahnya kini sudah memerah karena alkohol yang dikomsumsinya.

“tentu.” Siwon meminta izin pada lawan bicaranya. Ia menunggu Yuri di depan toilet wanita.

Di dalam Yuri berusaha mengeluarkan champagne yang di minumnya namun tidak bisa. Akhirnya ia menyerah dan keluar.

“sepertinya kau tidak baik.” Kata Siwon yang menyadari keanehan dalam diri Yuri. Yuri hanya diam saja.

“kita pulang saja.” Putus Siwon. Siwon merangkul Yuri yang jalannya mulai tidak teratur menuju pintu keluar tempat itu. Yuri tidak tahu apa yang terjadi, yang ia ingat Siwon mendudukkannya di dalam mobil. Benar saja kesadarannya mulai menghilang.

***

Yuri merasakan tubuhnya membentur sesuatu yang cukup keras. Kakinya lemas namun seseorang seperti menahannya untuk tetap berdiri. Tak lama kemudian sesuatu yang lembut dan basah menyentuh bibirnya. Ia terlalu enggan untuk membuka matannya namun sesuatu itu semakin melumat bibirnya. Memaksa Yuri untuk membuka matanya. Ketika Yuri membuka mata ada sepasang mata yang terpejam sedang menikmati ciuamnnya di bibirnya. Dengan tenaga yang ia miliki Yuri mendorong orang yang sedang menciumnya hingga ciuman mereka terlepas.

Walaupun dalam keadaan setengah sadar dan pencahayaan yang minim di ruangan itu, Yuri masih bisa mengenali kalau itu Siwon, bosnya.

“sajangnim !” ucap Yuri tidak percayan. Bagaimana mungkin Siwon bisa melakukan hal seperti itu pada yeoja yang tidak sadar. Tanpa bicara apapun Yuri segera menuju pintu yang ia yakini sebagai pintu utama kamar ini. Kamar ini begitu luas dan ada banyak pintu di sini. Yuri meraih kedua ganggang pintu pintu besar itu, namun pintu tidak bisa dibuka. Ia terus berusaha, bagaimana pun ia ingin segera keluar dari sini. Sebelum Siwon meraihnya karena ia menyadari Siwon yang berjalan cepat ke arahnya.

“tolong bukakan pintunnya ! Tolong ! Tolong buka! ” teriak Yuri sambil terus berusaha membuka pintu. Dengan sigap Siwon melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping Yuri. Ia menciumi leher jenjang Yuri yang terbuka.

“tidak usah berteriak, tidak akan ada yang bisa mendengarmu.” Kata Siwon tenang tanpa melepas ciumannya di leher Yuri karena memang kamar president roomnya kedap suara. Ia semakin nabsu dengan menghisap leher dan bahu Yuri.

“Siwon~ssi aku mohon bukakan pintunya.” Yuri meronta dari dekapan Siwon, ia memukul – mukul Siwon yang memeluknya dari belakang.

“tidak akan.” Siwon tak bergeming dengan berontakkan Yuri. Ia malah berhasil membalikan tubuh yeoja itu dan menyudutkan di pintu.

“Siwon lepaskan ak hhmm.” Siwon mencium Yuri. Melumat bibir mungil Yuri dengan panas, memaksa gadis itu untuk membuka mulutnya. Yuri menutup mulutnya rapat – rapat. Ia terus mendorong dan memukul Siwon namun sia – sia tenaganya tidak seberapa dibanding Siwon. Ia ingin menendang tapi gaun sialan itu menghalagi geraknya. Siwon meremas payudara Yuri kasar yang sukses membuat Yuri membuka mulutnya.

“aarggh.” pekik Yuri. Siwon segera memasukan lidahnya. Ia mencium Yuri lebih panas menyalurkan salivanya ke mulut Yuri. Mengigit bibir Yuri agar gadis itu membalas ciumannya. Namun Yuri tidak merespon, ia malah menanggis.

“uljimman~.” Ucap Siwon lembut saat ia menyadari air mata Yuri yang juga membasahi pipinya.

“sajangnim hiks saya mohon hiks lepaskan saya .” Yuri yang sudah tidak memiliki kekuatan untuk memberontak hanya bisa memohon dengan terus mendorong Siwon. Memohon pada Siwon untuk melepaskannya. Ia tahu terus memberontak hanya sia – sia, ia harus meminta belas kasihan Siwon.

“huuss.” Siwon menempelkan telunjuknya di bibir Yuri.

“jangan panggil sajangnim, panggil Siwon.”

“tidak saya mohon saj argghhh! ” Teriak Yuri karena Siwon meremas kedua payudarnya amat keras dan kasar hingga terasa sakit. Siwon menganggkat kedua tangan Yuri ke atas dan mengikatnya dengan dasi warna silvernya memastikan Yuri tidak bisa memberontak lagi.

“lepaskan aku brengsek! ” Teriak Yuri. Dan plakk satu tamparan yang cukup keras mendarat di pipi kirinya. Membuat isakkanya semakin nyaring terdengar.

“uljimman.” bisik Siwon.

Diciumnya kening Yuri dan menyingkirkan rambut gadis itu yang menutupi wajah cantiknya. Bibirnya turun ke sudut mata Yuri menjilat air mata Yuri yang membasahi wajahnya. Jari – jarinya kini sudah ada di punggung Yuri. Siap menurunkan resleting gaun Yuri.

“Siwon hentikkan jebbal.” Mohon Yuri.

“nikmati saja. Aku akan melakukannya dengan pelan – pelan.”

“tidak andweeee jeb embhh.” Siwon kembali mebungkam mulut Yuri dengan ciumanya. Melumat bibir Yuri penuh nabsu hingga gaun Yuri sudah terlepas dari tubuhnya. Kini tubuh Yuri hanya menyisakan bra dan undeware dengan warna senada hitam, sangat kontras dengan kulitnya. Siwon menurunkan ciumannya melewati leher dan bahu Yuri. Ia berhenti di payudara Yuri yang menyembul keluar. Dijilatnya payudara atas Yuri yang sudah sangat diinginkannya saat ia melihat Yuri berdiri dihadapannya tadi di lobby. Siwon menghisap dan menjilatnya sambil menatap Yuri yang memejamk an matanya erat – erat dan menggigit bibir bawahnya. Menahan kenikmatan yang ia berikan. Sangat sexy seperti bayangan Siwon selama ini saat ia berfantasi tentang Yuri.

Setelah meninggalkan beberapa bercak merah di sekitar sana, Siwon melepaskan pengait bra Yuri, hingga bra tanpa tali itu jatuh begitu saja di atas gaun Yuri. Kedua bukit kembar Yuri kini mengantung bebas di hadapannya.

“Siwon jangaan jebbal hiks.” Mohon Yuri.

Siwon tidak menghiraukannya, ia langsung mengendong Yuri menuju ranjangnya yang super besar dan nyaman. Dengan pelan ia membaringkan Yuri di rajangnya. Siwon membuka kemejanya menampaknya tubuhnya yang sixpack terawat.

Yuri yang melihatnya yang langsung menatapnya tajam, dengan tangan terikat dan high heel yang masih dikenakannya ia berusahan turun dari ranjang. Namun Siwon sudah terlebih dahulu menangkapnya dan menindihnya agar Yuri tidak banyak bergerak.

“Siwon hiks jangan lakukan ini hiks.”

“Yuri~aa aku sudah bilang aku yang membawamu kemari, aku yang akan bertanggung jawab padamu.”

“aku tidak butuh itu. Aku hanya mau kau melepaskanku. Jebbal Siwonie.”

“tidak akan yul. Aku sangat menginginkan mu sejak pertama kali aku melihatmu ada di ruanganku. Kau selalu mondar – mandir diruanganku dengan semua pakaianmu yang mengoda. Bukankah kau inginkan aku menidurimu? ”

“tidak. Aku tidak pernah berpikir seperti itu. Aku mohon lemaskan aku.”

Siwon mengacuhkan Yuri yang sudah tidak berdaya dibawah tindihannya. Ia meneruskan kegiatannya yang tertunda, menyusu pada Yuri. Dihisapnya putting kanan Yuri kuat – kuat dengan terus meremas dadanya sampai mengeras. Tangan kanannya sibuk memlintir putting kiri Yuri. Yuri merasakan sakit sekaligus nikmat disaat bersamaan. Tapi demi Tuhan rasanya sangat aneh saat Siwon meremas dadanya dan menghisapnya, tubuhnya menikmatinya.

Siwon beralih ke payudara kiri Yuri mengigit dan menjilatnya hingga mengeras pula. Setelah keduanya mengeras ia hanya menjilatnya seperti es krim bergantian.

Tangannya yang tadi sibuk dengan dada indah Yuri mulai turun membelai perut datar Yuri. Yuri mengeliat saat tangan Siwon menyentuh perutnya, sangat geli. Siwon mengalihkan pandangannya ke Yuri saat tubuh Yuri merespon sentuhannya. Yuri masih seperti tadi memejamkan mata serta mengigit bibir. Ekspresi yang selalu disukai Siwon. Tapi Siwon lebih suka saat Yuri menatapnya saat ia menyetubuhinya. Siwon mengecup bibir Yuri dan mengigitnya membuat Yuri membuka matanya.

“lihat aku.” Bisik Siwon lembut namun masih terdengar seperti perintah.

Sentuhan Siwon yang tadi diperut Yuri sudah berpindah di permukaan vagina Yuri. Bulu – bulu halus vagina Yuri menembus underware tipisnya. Siwon semakin terangsang karenannya. Siwon langsung menurunkan underware tersebut dari pinggang Yuri. Membuat Siwon dengan leluasa dapat melihatnya, vagina Yuri yang pink kecoklatan.

Yuri ingin berteriak dan menolak namun mulutnya seperti dikunci oleh tangan Siwon yang terus menjelajahi tubuhnya ampun.

Siwon membelai kewanitaan Yuri dengan sangat lembut, basah. Itu berarti Yuri menikmati permainannya.

“kau basah Yuri~aa.” Ucap Siwon. Yuri hanya diam dengan tatapan kecewa, marah, dan sedih pada Siwon. Namun dibalik sorot mata Yuri, Siwon dapat melihat gairah di sana, ia tahu gadis itu menikmati servisnya.

Siwon memasukkan jari telunjuknya ke dalam hole Yuri.

“aaahhhh.” Desahan pertama Yuri membuat Siwon semakin gencar melaksanakan aksinya. Siwon memasukkan satu jarinya lagi ke dalam sana,. Memanjakan kewanitaan Yuri dengan jari -jarinya. Jempolnya dengan telaten mengosok – gosok clitoris Yuri. Mulutnya juga tidak tahan untuk kembali menghisap payudara Yuri yang masih mengeras.

“Siwon aahh aahhhh.” Yuri yang ingin menolak kini mendesah hebat karena kenikmatan yang baru pertama kali ia rasakan. Kenikmatan yang timbul oleh setiap sentuhan Siwon di tubuhnya. Rasa yang tidak diinginkanya namun ia juga tidak kuasa untuk menolaknya.

“mendesahlah jjagiya~” kata Siwon tidak jelas karena ia masih mengemut putting Yuri. Kedua jari Siwon semakin cepat keluar masuk lubang vagina Yuri. Membuat Yuri merancau keras saat gelombang kenikmatan itu datang menghampirinya.

“anyiiii aaaaaahhhhhh.” Orgasme pertama Yuri membasahi seluruh jari Siwon. Yuri masih terengah – engah karenannya. Keringat yang membasahi tubuhnya menambahkan keseksian Yuri bagi Siwon.

“tubuhmu sangat responsive jjagi.” Bisik Siwon tepat di telinga Yuri. Yuri menghiraukkannya ia berusaha mengatur nafasnya yang memburu.

Siwon turun dari tubuh Yuri menyeret Yuri kepinggir ranjang hingga kaki Yuri menyentuh lantai. Siwon mengangkat kaki jejang Yuri. Dan ia baru menyadari Yuri masih mengunakan high heelnya, diciumnya kedua tumit Yuri serta melepas kedua high heels itu dari kaki indah Yuri. Siwon berlutut dihadpan Yuri, dibukanya lebar – lebar kedua paha Yuri, menempatkan kepalanya di tengah – tengah. Dari sini ia dapat mencium bau khas kewanitaan Yuri yang sangat mengoda. Siwon tidak sabar ingin segera mencicipinya. Ia segera menjilat permukaan vagina Yuri y ang berlumuran cairan orgasme.

“Siwon aahhh apa yang kau lakukan.” Pekik Yuri kaget karena sesuatu yang hangat dan basah menghusap vaginanya.

“membersihkanmu Yuri~aa.” Siwon menjilati setiap inci vagina Yuri tanpa ada satu bagianpun yang terlewatkan. Klitoris Yuri juga tidak luput dari serangannya, Siwon menghisap klitoris Yuri dan sesekali menggigitnya. Ia kembali tegang. Gairahnya yang tadi hilang datang lagi.

Yuri tahu apa yang Siwon lakukan ia pernah melihatnya saat ia memergoki sooyoung sedang nonton film yadong. Siwon sedang mengoralnya, dulu ia pikir itu sangat menjijikkan namun sekarang ia merasakanya. Judgtmennya tentang menjijikkan itu luntur seketika, ia tidak bisa mengungkapkannya dengan kata – kata. Ia tak akan tahu bila merasakannya sendiri, kalau ini begitu membuatnya basah dan nikmat. Yuri merapatkan kedua pahanya, menekan kepala Siwon agar menghisapnya lebih dalam. Lebih dalam mengekspolitasi kewanitaannya.

Siwon memasukkan lidahnya ke dalam vagina Yuri, bibirnya juga tidak luput menghisap klitoris Yuri. Yuri seperti melayang karena kenikmatan luar biasa yang Siwon berikan.

“Siwon teruuusss.” Pinta Yuri yang kini begitu mengingikan Siwon. Namja yang sudah secara paksa menidurinya.

Siwon terus melakukan tugasnya, sambil melepas celana panjang dan underwarenya. Juniornya yang sudah tegang dari tadi langsung menyebul keluar., begitu besar dan kokoh. Siwon mengocok juniornya sembari menyodok vagina Yuri dengan lidahnya. Vagina Yuri mulai berdenyut membuat Siwon menghentikan aksinya. Bila ia meneruskannya Yuri akan segera mencapai klimaksnya. Siwon segera menarik lidahnya, menjilat permukaan vagina Yuri sebagai penutup dan menindih Yuri kembali. Siwon mendapat tatapan kecewa dari Yuri. Diciumnya bibir yeoja yang sudah mencuri hatinya beberapa tahun ini.& nbsp;Tanpa diduga Yuri membalasnya. Kini Yuri juga melumat bibir Siwon, ia bahkan juga mengigitnya. Lindahnya tidak berhenti menjelajahi mulut Siwon. Memberi isyarat pada Siwon untuk lebih mendekat padannya. Mereka terlibat ciuman panas yang mengairahkan cukup lama sampai keduannya kehabisan oksigen.

Siwon mengerakkan tubuhbya naik turun menimbulkan gesekkan antar juniornya dengan vagina Yuri. Yuri memejamkan matanya untuk lebih menikmati perbuatan Siwon padanya. Rasannya sangat berbeda dari yang tadi. Gesekkan antara vaginanya dan junior Siwon menimbulkan sensasi yang begitu luar biasa untuk Yuri.

“eeuumm Siwonie eeuuum.” Desah Yuri yang terdengar sangat mengairahkan untuk Siwon. Siwon yang melihat Yuri begitu terangsang lalu mengenggam juniornya dan mengarahkannya kelubang vagina Yuri. Satu tangannya mengunci tangan Yuri agar tetap di atas kepala.

Yuri yang menyadarinya langsung mengeleng cepat. Ia tidak mau menyerahkannya pada Siwon namja yang hanya menginginkannya semata – mata karena nabsu, tanpa ada cinta. Yuri memohon pada Siwon dengan wajah sayunya. Ia berusahaan melepaskan genggaman Siwon ditangannya. Tidak bisa Siwon membuatnya tak berkutik. Belum lagi ikatan Siwon di tanggannya.

“TIDAK ! Jangan Siwonie ! Jeball aarrgghh.” dengan sekali hentakkan keras junior Siwon memenuhi ruang di vaginanya. Terlambat Siwon sudah memasukinya, merenggut hal paling berharga miliknya. Membuat kesakitan diseluruh tubuh Yuri. Hingga tanpa Yuri sadari kini butiran krystal mengalir dari mata beningnya lagi. Sangat sakit.

“mianhe~ saranghae Yuri~aa ! Aku akan mempertanggung jawabkannya.” Kata Siwon sebelum ia mengerakkan juniornya yang ada di hole Yuri. Yuri hanya diam ia tidak lagi melawan toh percuma Siwon sudah memilikinya, seutuhnya.

Siwon mengerakkan pingangnya dengan keras hingga juniornya dengan cepat keluar masuk di lubang Yuri. Kedua tanganya yang bebas sibuk meremas payudara Yuri dan sesekali mejilat serta menghisap puting Yuri.

Yuri tidak kuasa untuk tidak menyuarakan desahaannya. Rasa sakit itu cepat sekali menghilang. Berganti dengan rasa nikmat.

“Siwon jangan aahhh berhentiiii.” Kata Yuri yang tidak singkron dengan hati. Pikirannya menolak Siwon, namun tubuhnya tidak, tubuhnya ingin merasakan jamahan Siwon. Belaiannya sentuhannnya ciuamnya semuannya yang membuat ia mengerang nikmat.

“tentu jjagiya~. Mendesahlah terus. ” seringai Siwon. Ia meyodok Yuri lebih dalam dan cepat, berlomba dengan desahan Yuri yang mengema di telinganya. Siwon merasakan juniornya sudah benar – benar keras dan akan mengeluarkan spermannya namun sebelum itu terjadi vagina Yuri lebih dulu menariknya dalam – dalam. Menumpahkan cairan hangat yang menyiram juniornya.

“kau milikku Yurriiiiii~” Rancau Siwon bersamaan dengan klimaksnya. Tubuhnya ambruk seketika di atas Yuri. Nafasnya terengah – engah begitupun dengan Yuri yang berbaring tidak berdaya di bawahnya.

“kau milikku ! Hanya aku yang boleh menyentuhmu. Apa kau mengerti ?” Bisik Siwon seperti ancaman. Siwon mengulingkan tubuhnya dari atas Yuri tanpa melepas tautan mereka dibawah sana, Yuri ikut terseret bersamanya hingga kini ia berada di atas Siwon.

“nde.” jawab Yuri lemah. Benar, Siwon sudah memilikinya, semuanya. Hatinya, pikiranya, dan tubuhnya, semua milik Siwon. Bahkan harga dirinya sebagai gadis pun sudah Siwon rampas darinya.

“Bisakah kau melepas ikatan ini ?” pinta Yuri. Menujukkan pergelangan tanganya yg masih terikat dasi Siwon. Tanganya sakit karena ikatan Siwon yg begitu kencang. Hingga tidak bisa membuatnya bergerak bebas.

“apakah sakit ?” Siwon menciumi pergelangan tangan Yuri yang memerah.

“appo.” Yuri mengangguk lemah.

“mianhe aku menyakitimu.” Sesal Siwon. Yuri diam, ia bingung, hatinya memang sakit namun disisi lain ia menikmatinya.

“mianhe ne ?” ulang Siwon dan mengecup bibir Yuri. Yuri membalas kecupan Siwon, memberikan jawaban pada Siwon bila ia memaafkannya. Yuri memejamkan matanya menikmati ciuman mereka yang lembut pada awalnya. Namun lihat tangan Siwon kini sudah berada lagi di sekitar payudaranya. Memijit keduanya dengan lembut dan cepat. Membangkitkan kembali nafsunya. Tangan Yuri yang kini bebas tidak mau kalah ia membelai dada six pack Siwon. Melepas ciuman mereka dan menghujani dada Siwon dengan ciuman dan beliannya. Yuri sudah tidak perduli dengan pemerkosaan ;yang Siwon lakukan padanya. Ia menikmatinya dan ia akan membuat Siwon lebih menginginkannya.

Perlahan – lahan Yuri melepaskan junior Siwon dari lubang kenikmatannya. Ia merangakak turun dari tubuh Siwon tanpa melepas ciumanya di tubuh Siwon. Tangannya bergerak menjelajahi tubuh Siwon. Diikuti dengan ciumannya di sepanjang jalur tangannya. Siwon hanya mampu membelai rambut Yuri. Membiarkan yeojanya itu melakukan apapun yang ia mau. Yuri sampai di junior Siwon yang berdiri dengan tagaknya. Ia menjilat ujung junior Siwon dengan lidahnya. Dan seketika itu Siwon mengerang.

“aahhhrg Yuri~~”

Yuri menyedot ujung junior Siwon kuat – kuat dengan mulut mungilnya. Memainkkan lubang kecil yang ada di sana dengan lidahnya yang lincah menari – nari di ujung junior Siwon.

“Yuri masukkan jjagi.” pinta Siwon yang sudah dibuat gila oleh Yuri. Yuri memasukkan junior Siwon yang panjang itu ke dalam mulutnya lebih dalam, sedalam yang ia mampu. Mengeluar – masukkan junior Siwon di mulutnya.

Jari – jarinya sibuk meremas buah zakar Siwon yang bergelantungan. Meremasnya seperti Siwon meremas payudarannya.

“Yuri kau membuatku gila aarrghh.” desah Siwon tak karuan.

Siwon mengelus sesekali mendorong kepala Yuri. Karena lidah yeojanya itu yang berjalan di sekitar juniornya dan menghisapnya tanpa ampun. Siwon tidak pernah menyangka Yuri bisa seliar ini. Bukankah ini yang pertama untuk Yuri. Karena ialah yang sudah menodainya. Bagaimana Yuri bisa melakukannya dengan sangat baik.

Yuri melipat bibirnya, membungkus giginya dengan bibirnya. Ia menarik ulur junior Siwon yang ada di mulutnya. Dilihatnya Siwon yang menatapnya dengan mata yang menahan hasrat yang akan segera memuncah itu. Yuri menghisapnya lebih kuat dan dalam hingga menyentuh pangkal tenggorokkannya.

Siwon mendesis dengan nafasnya yang memburu.

“Yuri aku akan keluar…”

Yuri ingin melepaskan junior Siwon dari mulutnya. Namun Siwon mencengkram rambutnya. Yuri harus menahannya saat junior Siwon menyeburkan seperma di dalam mulutnya.

“Yuri~aahhh” desah Siwon panjang, mendorong kepala Yuri lebih dalam.

Jijik. Yuri ingin muntah tapi tidak bisa karena Siwon menahannya. Dengan terpaksa ia menelan cairan Siwon, kalau tidak ia bisa mati tersedak.

Eemmm rasanya tidak seburuk yang Yuri pikirkan.

” kau hebat Yuri.” sanjung Siwon dengan mengelus rambut halus Yuri.

Yuri mengeluarkan junior Siwon dari mulutnya. Bersamaan dengan beberapa cairan Siwon tumpah yang membasahi ranjang tempat mereka bercinta. Ia duduk di atas perut Siwon.

“kau memaksa ku tuan Choi.” Yuri menjilat cairan Siwon yang ada di sekitar bibir. Siwon tertawa ringan melihat Yuri yang kesal. Lihat cara gadis itu membersihkan bibirnya begitu seduktif.

“kenapa kau begitu sexy dan mengoda Yuri.” Siwon menarik Yuri kepelukkannya. Dan menindih yeojanya itu kembali. Yuri senang Siwon memujinya, tapi sexy dan menggoda ? ia tidak pernah menggangap dirinya sexy apalagi menggoda.

“aku tidak akan pernah puas denganmu.” Ucap Siwon disekitar tengkuk Yuri. Bulu – bulu halus Yuri berdiri karena terpaan nafas Siwon. Siwon membalikkan tubuh Yuri menindihnya dari belakang. Tubuh mereka yang basah karena keringat bersentuhan. Begitu intim tanpa melihat mereka dapat merasakan keberadaan masing – masing.

Siwon mencium bahu mulus yeoja yang baru saja bercinta dengannya, sesekali menjepit kulit Yuri dengan bibirnya.

“eeuumm Siwon geliii~.” Yuri mengeliatkan tubuhnya.

“bahkan punggungmu pun sangat indah jjagi.”seru Siwon, napasnya menyentuh kulit sensitive Yuri.

Siwon mengesekkan juniornya di sekitar pantat Yuri. Pelan namun pasti Yuri dapat merasakan junior Siwon yang mulai mengeras disekitar pantatnya.

“kau merasakannya ? aku menginginkanmu.” Kata Siwon masih terus mencium bahu Yuri, kulit Yuri yang begitu lembut. Membuatnya tidak ingin melepaskan ciumannya.

“yya. Aku milikmu.” Ucap Yuri, suaranya bergetar menahan gairahnya yang memgebu – gebu.

“aku akan memasukannya.” Izin Siwon. Yuri mengangguk cepat, menantikan Siwon yang akan membawanya menuju surga dunia.

Dengan perlahan Siwon memasuki vagina Yuri dari belakang, sangat lembut berbeda dengan yang tadi. Ia mendorongnya lebih dalam, cairan yang ada di vagina Yuri membantunya untuk lebih dalam memasuki lubangan kenikmatan Yuri.

“aahhh Siwonieeee.” Yuri merancau merasakan junior Siwon yang besar berada di dalam dirinya. Terasa nyeri sekaligus nikmat untuk Yuri saat Siwon memasukinya.

Siwon mengerakkan pinggangnya, juniornya keluar masuk hole Yuri. Namun ia merasa kurang puas karena Yuri hanya diam.

“jjagi menungginglah.” Pinta Siwon. Yuri menurut ia menunggingkan patatnya yang seperti apel dihadapan Siwon dan Siwon kini berlutut di belakang Yuri. Ia meremas patat Yuri, lalu memulai mengejot juniornya keluar masuk lubang Yuri. tangannya yang lain berada di payudara Yuri meremas keduanya secara bergantian.

Ya tuhan ini sangat nikmat, teriak batin Yuri. Junior Siwon yang besar memasuki lubangannya lebih dalam hingga ke ujung rahimnnya. Tanpa sadar pinggulnya mulai bergerak dan bergoyang berlawanan arah dengan Siwon. Yuri dapat mendengar suara benturan benda kenikmatan mereka yang berlomba dengan nafas mereka yang memburu. Ia mermas sprei melampiaskan kenikmatan yang ia rasakan hingga rajang yang mereka tiduri berantakan.

“Demi Tuhan Yuri kau nikmat sekaliii.” Siwon merancau karena vagina Yuri mencengkram juniornya lebih kuat. Membuat remasannya di payudara Yuri pun lebih kasar.

“Siwon aku sudah tidak tahaaaann.” Gelombang kenikmatan itu membuat tubuhnya mengejang seiring junior Siwon yang semakin cepat mengenjotnya.

“keluarkan jjagiyya~.” Yuri meledak saat itu juga, otot vaginanya berdenyut dengan sangat kera, memberikan pijatan ekstra di junior Siwon. Ia diam membiarkan Siwon yang terus menyodoknya tanpa ampun. Ia begitu lemas saat ini. Tiba – tiba Siwon menarik pinggangnya lebih mendekat. Yuri bisa merasakkannya junior Siwon yang sangat keras.

“terima ini jjagi~.” Siwon mendorong juniornya dalam – dalam ke hole Yuri. Dan ambruk dia atas Yuri, menghimpit Yuri diantara kasur dan tubuhnya. Tak lama Siwon pun berpindah, tidak ingin membebani yeojannya itu dengan tubuhnya. Siwon menatap Yuri yang memejamkan matanya, mengelap peluh di wajah cantik yeojanya itu.

“gommawo~.” Yuri membuka matanya, menyunggingkan sebuah senyum manis untuk Siwon.

“kemarilah.” Siwon menarik Yuri untuk berbaring di atasnya. Yuri menurutinya membaringkan dirinya diatas. Ia menyandarkan kepalanya tepat di dada bidang Siwon. Hingga ia dapat mendengar jantung Siwon yang berdetak sangat keras, sama sepertinya.

Siwon mengelus rambut Yuri. Mencium puncak kepalanya, menghirup wangi sampo Yuri yang begitu menyegarkan. Kebisuaan menyelimuti mereka untuk beberapa saat.

“akhirnya aku bisa menidurimu.” Kata Siwon bangga memecahakan keheningan diantara mereka. Yuri mendongak, melotot tajam padanya.

“kau memperkosaku!” pekik Yuri, tidak terima.

“tapi kau menikmatinya.” Yuri tersipu malu oleh ucapan Siwon. Siwon benar ia menikmatinya.

“yya kau benar. Dan kau sudah mengambil hal paling berharga yang kumiliki, kesucianku.” kata Yuri sangat pelan namun Siwon masih dapat mendengarnya.

Brengsek, Siwon merutuki dirinya sendiri, ia benar – benar nappeun namja. Yuri benar ia telah memaksa gadis itu untuk bercinta dengannya. Siwon sangat menyesal, namun disisi lain ia senang sangat senang karena ialah satu – satunya namja yang pernah menyentuh Yuri.

“Kau harus bertanggung jawab.” Yuri mencairkan suasana tegang mereka dengan senyum sumringahnya yang sangat mempesona untuk Siwon.

“tentu. Kapan aku bisa menikahi mu?”

Yuri kembali dibuat tercenggang oleh ucapan Siwon. Apakah semua namja kaya seperti Siwon. Melakukan apapun sesuka hati mereka, pikir Yuri.

“tidak perlu aku hanya bercanda. Aku tidak akan menikah dengan orang yang tidak mencintaiku.” Yuri memalingkan wajahnya dari Siwon yang sedari tadi memandangnya. Siwon meraih dagu Yuri memaksa mata mereka bertemu kembali. Siwon bingung, bukankah tadi ia sudah bilang bahwa ia mencintai Yuri.

“aku mencintaimu. Apa kau tidak dengar aku sudah mengatakkannya. Saranghae jongmal saranghae. Apa kau tidak mencintaiku? ” Yuri tahu. Ia dengar, bagaimana mungkin ia tidak mendengarnya sedangkan suara Siwon begitu lantang di ruangan yang sunyi ini.

“tidak. Aku mencintaimu Siwon. Naddo saranghae.”

“kalau begitu menikahlah dengan ku. Ku rasa dua tahun sudah cukup bagi kita untuk saling mengenal.” pinta Siwon mata hitamnya menyorotkan keseriusaannya. Yuri memandang Siwon melihat kesungguhan namja itu. Ia tahu Siwon bersungguh – sungguh. Ia juga sudah yakin namja itu mencintainnya. Tapi entahlah masih ada yang menganjal di hatinya.

“katakan apa yang kau inginkan.” kata Siwon. Yuri mengerutkan keningnya. Bagaimana Siwon tahu apa yang ia pikirkan. Yuri tahu Siwon bisa memberikan apapun yang diinginkan oleh setiap yeoja. Hanya satu hal yang Yuri inginkan. Hanya saja Ia ragu Siwon tidak dapat mengabulkannya.

“apa? ” tanya Siwon tidak sabaran karena Yuri hanya diam.

“hatimu.” Yuri menunduk, tidak berani menatap Siwon. Tanpa sadar ia mengigit bibir bawahnya. Ia gugup menunggu jawaban Siwon. Takut kalau Siwon tidak dapat memenuhi permintaanya. Siwon menarik dagu Yuri agar ia menatapnya.

“kau sudah mencuri hatiku sejak pertama kali kita bertemu.” kata Siwon yang terdengar begitu mengema di telingannya. Yuri menatapnya tak percaya.

“jangan mengigit bibirmu. Itu membuat ku ingin menciummu.” peringat Siwon dan langsung menghujani Yuri dengan ciumannya. Melumat bibirnya lembut sebentar.

“benarkah ?” ragu Yuri. Bagaimana mungkin Siwon bisa mencintainya. Ia hanya gadis biasa. Sedangkan Siwon lihat namja itu memiliki segalanya. Siwon tampan, kaya, sukses, terhormat, dari keluarga yang terpandang. Banyak yeoja yang mengejarnya. Kenapa bisa ia mencintainya ?

“aku hanya gadis biasa.”

“tidak kau sangat istimewa Yuri~aa.”

~ The End ~

31 thoughts on “[YulWoon] All His Part 1

  1. hot summer.. a hot hot summer..~~
    nyanyi geje sangking hotnya nihh ff..
    mski aku gak suka yulwon tp yoonwon but it’s okaay.. ffnyaa keren..
    [apalgi ence.nyaa].. wkwkwk^^

  2. Aaaaaa…SeoKyu jjang!!! YulWon jjang !!! Kkkkkkk~
    Skarang jdi suka yulwon gra” author daebak bwt ff nya…😀

  3. Siwon mirip Christian Grey…hmmm, bolehlah…hehe
    chingu suka novel Fifty Shades ya, ada beberapa point sih yg mirip Fifty tp cm sedikit aja kok, secara keseluruhan ceritanya bagus…
    Ahh jadi kangen sma akang Christian apa lagi pas ada kalimat favoritnya, “Jangan menggigit bibirmu, aku jadi ingin menciummu” huaaa makin jatuh cintrong sma Mr. Grey #plaakkdigamparsamaana wkwkwk….

  4. jiah gw msh kecil u,u hm gw suka story nya si, cmn ini kecepetan.-. hm gw g terlalu like ff yg nc nya smpek ke gini, tpi bgs kok story nya .. good luck! ‘-‘/\’-‘

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s