Unexpected (You Are The Meanest Guy—Mrs.Cho)

Sumber: http://koreannc.wordpress.com/2012/03/27/unexpected-you-are-the-meanest-guy-mrs-cho/

 

1. Author : Choi Hye Rin

2. Judul : Unexpected (You Are The Meanest Guy—Mrs.Cho)

3. Kategori: NC 21, Yadong, Oneshoot

4. Cast:

– Cho Kyuhyun

– Seohyun

– Other cast

Ada beberapa cara untuk mengungkapkan perasaan, yaitu ucapan/kata-kata, hadiah dan sentuhan. Apa yang akan dipilih Kyuhyun? Bagaimana perasaan Seohyun? Dan bagaimana kabar Yong Hwa? Kita simak ceritanya dalam FF yang author bawa kali ini.

Mianhe kalo Ncnya kurang hot hot pop yah ^^ Typo may applied. Dan jangan lupa RCL nya yah.. Happy reading ^^

—————————————————————————————–

#NP Falling With A Friend – Ryewook feat Beige

Are we friends or are we dating?

These days I’ve been confusing about you, even more about me

We also watch movies, also go for a walk

Then I’m telling you the secret deep inside

Our friendship is something closer than lovers

But what should I do? I’ve grown so fond of you baby

#Author POV

“Jangan menangis My Bunny Seo. Aku di sini.” Kyu mencium tangan Seo dan mengusap rambutnya lembut. Matanya lekat menatap wajah Seo yang pucat pasi, mata pandanya makin jelas terlihat, bibirnya menghitam, tubuhnya kurus, dan ini semua karena ulah Jung Yong Hwa. Kyu lah yang membawanya ke kehidupan Seohyun, hatinya juga terasa sakit melihat sahabatnya terbaring lemah seperti ini. Tapi semuanya sudah terjadi, dan ia sungguh menyayangi gadis ini. Ingin selalu melindunginya, menghapus airmata di wajah dan hatinya. Matanya lekat menatap wajah Seo yang meski terlihat tidak sehat tapi masih nampak sangat cantik dan menawan, bibir mungilnya sangat menggodanya, dadanya tiba-tiba berdetak makin kencang.

Dengan kesadaran penuh, perlahan Kyu mendekatkan wajahnya pada wajah Seohyun, mencium bibirnya, menghisap dan mulai menjilati permukaan bibirnya. Seo mendesah. Tapi matanya tetap terpejam. “Aaaaah..hhssss” Mendengar desahan Seohyun, nafsunya semakin tinggi, dipegangnya dagu Seo dan sedikit menariknya ke bawah agar mulutnya terbuka, Kyu langsung memasukkan lidahnya ke dalam mulut Seo, menghisap lidahnya, menggelitik mulut Seo dengan lidahnya, Seo makin mendesah. “Aaaaahh sssss eengggggghhh” tubuhnya menegang menahan nikmat, tangannya meremas sprei kuat.

Tangan nakal Kyu menyusup melalui kemeja Seo dari bawah, menangkupkan tangannya di payudara Seo, meremasnya, membuka pengait branya, menariknya keluar kemudian melemparnya ke lantai. “Eengggghhhhh” erang Seo. Kyu membuka satu persatu kemeja rumah sakit yang dipakai Seohyun sehingga terpampanglah payudara Seohyun yang membuat matanya terpaku, terpesona.

Kyu kemudian menempelkan wajahnya di payudara Seohyun, menciuminya. Tangannya meremas payudara kanan Seohyun, “Aaah ssssshhhhh” mulutnya menciumi dan menggigit permukaan leher mulus Seohyun meninggalkan bekas ciuman yang merah kentara, tangan satunya dia gunakan untuk memilin nipple Seohyun. Seohyun mendesah semakin kencang. “Enggggg hhhhhhh aaaahssss” tubuhnya bergetar dan melonjak menahan elusan dan sentuhan pada tubuhnya.

Kyu menciumi perutnya dan membuka celana Seohyun, namja tampan itu tersenyum evil saat Seohyun sedikit mengangkat tubuhnya, membantunya meloloskan celana dari tubuhnya yang makin menegang. Sekarang tinggal celana dalamnya saja, Kyu makin bernafsu. Dibukanya celana dalam Seohyun dan dilemparnya, matanya tak berkedip dan mulutnya menganga menatap pemandangan di depan matanya. Kyuhyun menciumi vagina Seohyun kemudian memasukkan lidahnya ke dalam vaginanya. Menjilatinya, menggelitiknya sampai membuat tubuh Seohyun bergerak tidak karuan, ranjang ikut bergoyang dan menimbulkan suara decitan yang cukup keras. “Eeeenennggggggg aaahhhssss eengg..aaaahhh” desah seohyun, tangannya meremas sprei. Kyuhyun makin menghisap kuat klitoris Seo. “Engggghhhhhhh”

Kyuhyun mendongak ke atas, Seohyun masih tertidur, atau mungkin hanya memejamkan matanya.

Dia mulai berkonsentrasi lagi, dimasukkannya jarinya ke dalam vagina Seohyun dan mengocoknya cepat, tubuh Seohyun berguncang seiring kocokannya. “Ennggggggg eehhhhh aahhhhhh sssss” tangan Seo beralih kemudian meremas rambut Kyu agar semakin dalam menjulati klitorsinya, kadang meracau tidak jelas tanpa membuka matanya.

Dimasukkan lagi 3 jarinya sekaligus mengocoknya dengan gerakan cepat. Tubuh Seohyun menegang, dia melenguh kencang, dan cairan putih kental membasahi jari Kyuhyun. “Aaaaaaah…hhhh” Kyuhyun menjilatinya kemudian membuka seluruh pakaiannya. Mencuatlah juniornya yang sudah tegang dan keras, ia mengocoknya sebentar kemudian naik ke atas tubuh Seohyun, memposisikan juniornya di depan vagina Seohyun, menempelkannya sebentar, tubuh Seohyun menggelinjang, tangannya meremas sprei dengan mata yang masih tertutup. “Mhmmmmm engggghhh”

Kyu mendorong juniornya pelan, memasukkannya perlahan sampai ujung juniornya terasa menabrak sesuatu, sepertinya selaput dara Seohyun, “eenghhh” erang Seo. Kyuhyun semakin mendorong tubuhnya dan dengan sekali hentakan juniornya masuk dengan sempurna ke dalam vagina Seohyun.

“Ahhkkssss,” erang Seohyun lagi. Airmata jatuh dari sudut matanya, Kyuhyun menghapusnya dengan tangannya. Cairan kental membasahi junior Kyu, darah keperawanan Seohyun. Itu tandanya Kyu lah yang pertama memasukinya.

“Aku akan pelan-pelan melakukannya.” Bisik Kyu. Seohyun tersenyum masih dengan mata terpejam.

Kyuhyun mendiamkannya sebentar, agar juniornya beradaptasi dengan vagina Seohyun yang baru sekali ini dimasuki benda asing seperti ini. Setelah yakin waktunya sudah pas, dia mulai menaikturunkan pinggangnya membuat tubuh Seohyun berguncang, juniornya semakin nikmat karena Seohyun mengedut-ngedutkan otot vaginanya. “Enggghhhhh terrrrussss Seooooooo babbbbbyyyyyyy” erang Kyuhyun sambil merem melek. Seo masih terus mengedutkan otot vaginanya membuat tubuh Kyu menggelinjang hebat. “Aaaahhhhhssss kauuuu hebbbb….bbbaaaat aaaah sssss” desah Kyu. Matanya terpejam menikmati persetubuhan ini. Tangannya gemas untuk meremas payudara Seohyun yang ikut berguncang seiring kocokan juniornya di vaginanya. Bibir Kyuhyun tak henti melumat bibir Seohyun. Lidah Seohyun ikut bermain, sesekali erangan dan desahan keluar dari mulutnya yang tersumpal bibir Kyu.

“Eumphhhh eeummp” Kyuhyun terus menggenjot vagina Seohyun dengan keras tapi lembut membuat erangan dan desahan memenuhi ruangan Rumah Sakit ini. Kalau ada yang lewat pasti bisa mendengar erangan dan desahan mereka.

Sesuatu terasa mendesak junior Kyuhyun, vagina Seohyun juga berkedut-kedut.

“Kita keluarkan bersama,” ucap Kyuhyun kemudian menghentakkan juniornya sangat dalam sampai menyentuh dinding rahim Seohyun.

“Aaaaaahhhhhhh” Kyuhyun ambruk menindih tubuh telanjang Seohyun yang penuh keringat.

“Gomawo.” Ucapnya kemudian mencium dahi Seohyun.

Kyuhyun berguling ke samping Seohyun, sambil mengatur nafasnya yang masih tesengal-sengal.

Kyuhyun menoleh ke arah Seohyun, berbisik di telinganya, kemudian mencium pipinya, sangat lembut.

“Gomawo, Seo. Saranghae,” Suaranya sangat pelan dan lembut membuat getaran di hati Seohyun. Seohyun masih menutup matanya. Tapi suara lembut Kyu mengandung magnet yang menariknya ke dalam gravitasi bumi, sebuah dunia baru. Dan dunia itu milik Kyu. Saranghae. Satu kata yang harusnya terdengar aneh dalam keadaan biasa, mengingat hubungan persahabatan mereka, tapi situasi ini membuatnya berbeda.

“Bukalah matamu.” Sambung Kyuhyun sambil mengusap pipi Seohyun lembut.

Seohyun membuka matanya. Menatap ke atas langit-langit. Tak berani menatap Kyuhyun yang berbaring di sebelahnya.

“Kenapa kau diam?” tanya Kyu sambil memegang wajah Seohyun dan menariknya pelan untuk menatapnya.

#Seohyun POV

Malam ini ada sebuah rasa yang hilang terganti dengan sebuah rasa yang baru. Aku sendiri tak tahu mengartikannya sebagai apa. Yang aku pahami, mulai detik ini, hanya ada satu namja yang akan tinggal di hidupku, selamanya. Ini janjiku, ini prinsipku.

#Author POV

“Kenapa kau melakukan ini?” Seohyun balik bertanya dengan tatapan datar.

“Karena aku mencintaimu.”

“Kalau begitu, kita menikah saja.” Ucapnya tegas.

Mata Kyuhyun membulat, “Kau ingin menjadikanku PELAMPIASANMU?” tanyanya kesal sambil memalingkan wajahnya. “Kau mau mencuri harga diriku? Apa aku seburuk itu untuk kau jadikan pelampiasan cintamu?”

“Tidakkah itu cukup untukmu?” suara Seohyun terdengar dingin.

Kyuhyun menoleh lagi, “Ya, baiklah, aku tak mau jika kau hamil, anak kita ini tak memiliki ayah.” Sahutnya cuek. Seohyun tersenyum kemudian menunjuk pakaiannya yang berjatuhan di lantai, menyuruh Kyuhyun mengambilnya. Kyuhyun mendelik tapi kemudian mengambilkannya juga dan memberikannya pada Seohyun.

“Pakaikan.”

“Mwo?” Seohyun menatapnya tajam.

“Ne ne ne.” Kyuhyun menurutinya meskipun sedikit kesal.

***

Seohyun merebahkan badannya di ranjang pengantinnya. Sudah sebulan sejak pernikahannya tapi Kyuhyun belum menyentuhnya lagi.

Kyuhyun sedang asik bermain game online di komputernya. Seohyun melihat punggungnya yang bergerak ke kanan dan kiri, sesekali menghentakkan kakinya keras ke lantai, suaranya berisik mengganggu telinga menceracau tidak jelas, dia sejak 3 jam yang lalu bermain game balap mobil, mengacuhkan Seohyun yang sedari tadi berusaha mengajaknya ngobrol.

Seohyun yang mulai kesal berdiri kemudian menghampiri Kyuhyun dan berdiri di sampingnya, menyandarkan tubuhnya di meja komputer.

“Yaa Mr Cho! Untuk apa kau menikahiku jika pada akhirnya kau selalu saja mengabaikanku?” tanyanya ketus, to the point.

Kyuhyun mengangkat wajahnya sekilas menatap wajah Seoyhun yang kesal, “Memangnya kau sudah mencintaiku?!”

“Kita tidur saja setiap hari, lama-lama juga aku akan mencintaimu.” Sahutnya santai. Kepalanya sesekali menoleh melihat Kyuhyun yang sibuk dengan game onlinenya.

Mata Kyuhyun melotot, alisnya terangkat karena merasa aneh dan heran, tapi sama sekali tidak mengalihkan tatapannya dari layar komputernya. Sebenarnya dia kesal mendengar Seohyun mengatakan itu tapi dia berusaha menutupinya dengan sikap cueknya, “Seharusnya kau mengatakan hal lain yang lebih baik,” gumamnya pelan. Tapi Seohyun tak mendengarnya.

“Kau datang dan menyentuhku TANPA IZIN, sejak malam itu, emm…” Seohyun memotong ucapannya, berpikir sebentar, kemudian menurunkan sedikit tubuhnya, membungkuk untuk mensejajarkan posisinya dengan Kyuhyun yang masih duduk, wajahnya menatap wajah Kyu yang sedang serius menatapnya. “Jadi jangan harap kau bisa melepaskan diri dariku!!” tatapnya tajam, ada rasa sayang di mata Seohyun sebenarnya tapi Kyu belum menyadarinya. Kyu mendengus, matanya menyeringai kesal. “Ayo, kita bercinta. Aku ingin meresapi setiap hembusan cintamu di sekujur tubuhku,” Ajak Seohyun sambil mengerlingkan sebelah matanya, kemudian melirik tempat tidur dengan tatapan menggoda. Mata Kyu mendelik kaget melihat pandangan Seohyun yang seduktif.

“JANGAN HARAP!!” teriak Kyu langsung berlari keluar kamar, masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu dari dalam, takut diam-diam Seohyun masuk dan memperkosanya.

Ia menyandarkan tubuhnya di balik pintu, mengatur nafasnya yang memburu. Sesekali menoleh, tanpa membuka pintunya. Seohyun menjadi sangat menyeramkan sejak malam di Rumah Sakit itu.

“Seohyun. KAU ITU ME-NYE-RAM-KAN.” Teriaknya sambil mengeja kata menyeramkan itu, agar Seohyun sadar betapa menyeramkan dan agresifnya dia sekarang.

Seohyun yang mendengarnya semakin kesal dibuatnya, ia berdiri di depan pintu kamar mandi, menggedor-gedor pintu sambil berteriak-teriak membalas teriakan Kyuhyun. “Kyu bukaaaaa!!!!!” teriaknya kemudian menendang pintu keras.

“PERGI SANA! AKU TAK MAU MELIHAT WAJAHMU!!”

#Seohyun POV

Cho Kyuhyun, setan super jenius itu. Tiba-tiba merubah hidupku dalam waktu kurang dari 2 jam, sejak malam itu. Sahabatku yang aneh itu kini sudah resmi menjadi nampyeonku. Aku sudah menikahinya 3 bulan yang lalu. Bahagia? Ya lumayan. Setidaknya sekarang aku sudah punya seseorang untuk menjadi pelampiasan akibat sakit hati karena mantan kekasihku, namja sinting bernama Jung Yong Hwa itu, itu menurut Kyuhyun. Tapi dia salah. Malam itu mengubah semuanya. Mengubah hatiku, mengubah hidupku. Alasanku menikah dengannya bukan karena pelampiasan, seperti yang sering diucapkannya. Tidak! Seharusnya dia tahu tanpa harus kujelaskan. Dia itu kan juara olimpiade matematika, tidak sepantasnya dia sebodoh itu mengartikan perasaanku!!

Inilah kisahku. Kisah pernikahanku yang ANEH.

“YAAAAAA, Cho Kyuhyun!! Aku ini IS-TRI-MU!! Bukan monster yang akan menyakitimu?!!” teriakku di depan kamar, sejak tadi pagi dia mengunci diri di kamar. Entah kemasukan setan apa. Dia itu kan setan mana bisa kemasukan setan? Hah, dia itu menyebalkan. Bagaimana mungkin seorang suami tidak mau menyentuh lagi istrinya? Perlu ditegaskan ISTRI. Aku ini sudah resmi menjadi istrinya, miliknya, tapi sejak pernikahan dia tak pernah lagi menyentuhku. Sial. Kenapa sepertinya aku ini menjadi terlihat sangat agresif? Aah seharusnya kan dia yang mengejarku, bukan aku!! Aku seperti kecanduan sex! Padahal? Tidak. Ini masalah harga diriku sebagai seorang PEREMPUAN. Catat!

Aku menyandarkan tubuhku ke pintu sambil menyilangkan kedua lenganku di depan dada, mulutku maju beberapa senti. Rasanya sekarang aku ingin memukul kepalanya. Ingin meremasnya kemudian kutendang jauh-jauh ke luar angkasa agar dia tidak kembali lagi ke Korea. Menceburkannya ke lautan paling dalam atau membakarnya hidup-hidup (dengan cintaku). Arrghh!!!

“Kyuhyun SETAAAAANNNN!!!!!!! Keluarlah!!!” teriakku lagi, urat-urat leherku hampir putus karena kencangnya teriakan dan emosiku yang bercampur jadi satu. Geram melihat tingkahnya yang kekanak-kanakan itu.

Dia menendang pintu dari dalam membuatku terlonjak kaget, “YAAAAA, ISTRI GILA!! KAU MENYINGKIRLAH DARI SANA! AKU MAU PI-PIIIISSS!!” teriaknya dari dalam kamar. Dari suaranya terdengar panik, mungkin dia kebelet. Pikiran nakal mulai muncul di otakku. It show time Mr Cho. Aku tak sebodoh yang kau pikir!

Kuturunkan volume suaraku dengan nada biasa, tidak marah-marah seperti tadi, berpura-pura,“Ya ya ya, baiklah. Lagipula aku mau pergi ke Supermarket. Kau baik-baik ya di rumah, daaah.” teriakku sambil mendekatkan mulutku ke pintu, berharap telinganya mendengarkan suaraku. Kyuhyun itu kan ada masalah dengan pendengaran, bolot bin budeg, buktinya tidak pernah mau mendengarkanku, aku sudah memaksanya membuka pintu tapi dia tetap tak menurut, mungkin dia pantas jika kusebut Setan Budeg.

Aku berjalan dengan derap langkah sengaja kukeraskan dan menutup pintu depan dengan kencang, agar dia berpikir aku sudah pergi, dan saat dia keluar dari kamar aku akan langsung menyeretnya! Gotcha! Keren kan caraku? Kadang juga dia bodoh, bisa saja dia tak menebak rencanaku? Para evil mengitari otakku, memberi ide. Aku bersembunyi di balik tembok, di dekat ruang tengah. Mataku terus mengawasi gerakan dari dalam kamar, telinga kupasang baik-baik. Aku sedikit membungkukkan badanku, kepalaku terjulur sedikit agar tak kehilangan jejaknya.

Samar-samar kudengar derap langkah mendekat, pelan sekali, sepertinya dia itu mulai tak tahan dengan desakan pada adiknya itu. Nahan pipis bisa bikin penyakit. Dia sadar akan hal itu. Tentu saja.

Aku tertawa geli saat melihat kepalanya terjulur dari dalam kamar, melihat ke sekeliling dengan wajah cemas, was was jika aku tiba-tiba muncul di hadapannya. Wajahnya yang bodoh itu terlihat lega saat tak dilihatnya aku di sana. Ia masuk ke kamar mandi dengan langkah santai dan langsung mengunci pintunya. Aku segera beranjak dan langsung berdiri di depan pintu kamar mandi, menunggunya keluar. Siapa suruh dia selalu menghindariku?

“Lihat saja apa yang akan kulakukan padamu Cho Kyuhyun!” geramku dalam hati. Aku masih menunggunya keluar dari kamar mandi. Lama sekali dia, pasti dia benar-benar berpikir aku memang sedang pergi. Sesekali terdengar suara nyanyian. Sejak 3 bulan lalu, aku tahu satu hal, Kyuhyun adalah orang yang NARSIS. Mulutnya tidak pernah bisa diam saat di kamar mandi. Untung suaranya merdu. Kalau tidak? Aku sudah melemparnya dengan bom atom.

My heart wants to confess everything like a man

You’d better catch my heart, you’d better know my heart baby

“There’s no friendship between boys and girls”

I didn’t believe it back then

No, even though we become lovers

We will continue being even better friends

I will listen to you

‘Clekk

Pintu terbuka, wajahnya terperangah melihatku berdiri tepat di depan pintu dengan tatapan tajam dan sinis, tanganku menyilang di depan dada, angkuh, dia mendengus. Aku balas menatapnya sinis, dan tersenyum smirk. Dia berusaha berlari ke arah samping, tapi aku lebih cepat, kutarik kerah kaosnya dan mendorongnya hingga menabrak dinding. Itu mudah untukku, tentu saja, dia itu kurus sekali.

“YAAAA… Kau ini ke-kenapa???” matanya melotot melihatku yang menatapnya tajam. Tubuhnya sedikit bergetar, tangannya terangkat ke atas, seperti seorang tahanan yang tertangkap basah dan aku polisinya.

Aku masih diam, dia hanya beberapa senti lebih tinggi dariku. Dia pikir aku ini yeoja lemah, tapi dia salah. Mungkin dia lupa kalau aku ini pemegang sabuk hitam. Kau akan tahu akibatnya Cho Kyuhyun!

“Seo, Seohyun, jebaalll lepaskan akku.” Matanya selalu menghindari tatapanku. Wajah memelasnya itu takkan mampu menggoyahkanku. Aku sudah terlalu muak padanya. Dia selalu saja bersikap seperti itu, tak peduli, dan mengacuhkanku. Apa dia itu kapok setelah malam itu? itu sungguh menginjak harga diriku. Tubuhku bagus, wajahku cantik, aku pintar dan mempesona. Apa yang salah denganku? Sungguh, akan kuberi pelajaran dia hari ini. Dia sudah merebut kegadisanku. Memangnya aku mau tidur dengan lelaki lain setelah malam itu? Tentu saja tidak, aku ini bukan wanita murahan, aku hanya akan menyerahkannya pada satu namja. Dan aku memilihnya, tapi sikapnya selama pernikahan kami membuatku berpikir, ‘Kau menyesal Kyu?’

Kyuhyun masih mencoba melepaskan diri dariku, tangannya mencengkeram kedua tanganku yang masih mencengkeram keras kedua bahunya, berusaha melepasanya, wajahnya meringis kesakitan, tapi aku mengabaikannya. Seharusnya dia mengerti, aku ini seorang istri yang harus diperhatikannya. Dia itu kan sahabatku, orang yang paling mengerti aku. Dia paling tahu aku benci diabaikan. Tapi dia justru melakukannya padaku. Bagiku, diabaikan = tidak berharga! Dasar Kyuhyun menyebalkann!!!

“KAU!” teriakku di depan wajahnya, mataku masih menatapnya tajam, dia mencoba menghindari lagi tatapanku, “TATAP MATAKU CHO KYUHYUN!” suaraku bergetar menahan marah. Kyuhyun terperangah mendengar suaraku yang meninggi dan sikap emosionalku. Mulutnya menganga membuatku ingin menciumnya #ehh

“Ka-kau menyeramkan Seohyun.” Ucapnya terbata. Raut wajahnya bukan lagi karena ketakutan, aku melihatnya seperti rasa kecewa. Ah entahlah, aku sudah terlalu lama menahan emosiku. Istri mana yang tak marah jika setiap malam suaminya itu lebih memilih menghabiskan waktunya bersama PSP sialan atau mengobrol sampai pagi dengan sahabatnya, Hyukie rambut jagung itu. Dan setiap hari dia selalu saja mengabaikanku, pergi ke kantor pagi sekali agar aku tak menyeretnya sarapan bersama atau mengijinkanku memberikannya ciuman sayang seorang istri saat mengantarkan suaminya ke depan pintu, dia juga tak pernah mau mengobrol denganku, tak pernah mau menyentuhku bahkan saat aku menggodanya dengan NAKED saat dia asik bermain gamenya. Dia sama sekali tak melirikku?

Bayangkan bagaimana hancurnya perasaanku? Dia memisahkan ranjang kami menjadi dua bagian menggunakan guling yang diletakkannya di tengah. Apa aku seburuk itu? Dia membuatku kehilangan milikku yang paling berharga, aku mulai menyerahkan semua milikku untuknya, tapi dia seenaknya mengabaikanku? Seharusnya dia memperlakukanku dengan sangat baik. Mungkin harapanku terlalu tinggi. Apa aku benar seburuk itu? Apa aku sudah tak pantas dimiliki dan dicintai? Apa aku seburuk itu? Kenapa? Kenapa? Apa karena ini pula mantan namjachinguku dulu membuangku, karena aku sama sekali tidak berharga?

Airmataku tiba-tiba mengalir deras membasahi wajahku. Sejak menikah dengannya aku berubah menjadi pemarah sekaligus cengeng, aku ingin sekali diperlakukan dengan sangat romantis dan mendapatkan perhatian dari suamiku. Sedangkan suamiku sendiri membuatku seolah-olah tak menginginkanku. Apa karena aku yang memintanya menikahiku? Ah lalu kenapa dia menyentuhku malam itu? pertanyaan ini berkelebat silih berganti dalam otakku. Dadaku makin terasa sesak, mataku panas.

Aku melepaskan tanganku dari bahunya, menutupi wajahku agar dia tak melihat airmataku, aku benci terlihat lemah. Aku berbalik dan bersiap pergi tapi tangannya menahanku.

“Kau kenapa Seo?” tanyanya cemas. Aku diam, emosiku bercampur jadi satu. Jika Demi Moore saja bisa menjadi depresi karena bercerai dengan Ashton Kutcher akibat perselingkuhan. Lalu bagaimana denganku yang hanya seorang gadis biasa yang mendapati kekasihku berselingkuh di depan mataku? Menekan perasaanku sampai aku nyaris tak bisa bernafas? Jung Yong Hwa yang membuatku nyaris mati. Aku kehilangan kepercayaan diriku sampai ke titik minus, aku merasa tak lagi pantas dicintai, aku merasa buruk sampai akhirnya Kyuhyun hadir, meskipun dengan cara yang aneh. Tapi setiap sentuhannya malam itu terasa seperti menyesapi setiap inchi dari tubuhku dengan cinta. Cinta yang mungkin bisa membuatku hidup kembali. Seperti racun vampire milik Edward yang kembali menghidupkan Bella Cullen, membawanya ke keabadian sejati.

Kyuhyun mendekap tubuhku dari belakang, menyandarkan kepalanya di bahuku. Tanpa suara. Aku terhenyak merasakan lagi sentuhan hangatnya, meski hanya sebuah pelukan. Bagi seorang yang pernah terluka karena cinta seperti aku itu seperti oase di tengah gurun, saat aku merasa seperti akan mati karena kehausan tiba-tiba dia datang memberiku minum memberiku setitik harapan untuk kembali hidup. Kyuhyun itu oase untuk hidupku. Aku kecewa melihat sikapnya setelah pernikahan kami, aku ingin diperlakukan sebagaimana mestinya. Apa terlalu berlebihan keinginanku itu?

“Jangan menangis, kau terlihat buruk,” ucapnya sambil tertawa kecil, mencoba membuatku tertawa. Aku masih diam, airmataku sudah berhenti mengalir. Kenapa setiap kata lembut yang meluncur dari mulutnya seperti sebuah hipnotis untukku?

Aku masih mengunci mulutku, tanganku menggenggam tangannya yang melingkari bahuku.

“Wae?” tanyaku pelan, suaraku serak, dadaku sedikit sesak, aku tak bisa bernafas, dia memelukku terlalu kencang. Tapi aku tak mau memberitahunya, aku takut dia akan melepasnya lagi.

“Apanya yang kenapa? Seharusnya aku yang bertanya kau ini kenapa? Selalu terlihat marah, dan tiba-tiba sekarang kau menangis. Kenapa kau menjadi labil Seo,” Jawabnya sambil memutar tubuhku untuk menghadapnya. Tangannya mencengkeram kedua bahuku pelan, matanya menatap mataku tajam, langsung ke dalam mataku, menusuk jantungku.

Mata itu, terlihat sangat indah, dalam bola matanya yang coklat terang itu, aku melihat ada ketulusan, kedamaian yang melumpuhkan hatiku begitu cepat, masuk ke dalam jiwaku dan mengikatnya menjadi satu dengan jiwanya, tak memberiku kesempatan untuk bernafas, dia membuatku terikat.

Seperti Jacob dalam Twilight, aku mungkin sudah merasakan Imprint, pada sahabatku sendiri, aku merasa terikat, selamanya, hati dan pikiranku lumpuh pada tatapannya. Aku sudah terbiasa dengan kehadirannya selama 10 tahun ini bersamaku, menemaniku. Dan saat malam itu aku membuka mata, aku melihatnya menatap mataku tulus, penuh kasih sayang. Seketika hatiku beku, otak dan sarafku berhenti bekerja. Saat itulah aku merasakan Imprint. Dia masuk ke dalam aliran darahku, menembus kulitku, dengan sentuhannya, bibirnya, tangannya, miliknya.

‘Before I know it, everything of you

I’ve grown fond everyhting of you

Silently, more silently, I will come closer to you

I like all that you are, like everyhting

Even though the words “I love you” arent said

“Seo?” Kyu menggoyang-goyang bahuku pelan, aku langsung tersadar dari pikiranku, balik menatap matanya. Seharusnya tanpa mengatakannya dia sudah tahu isi hatiku. Ingin sekali aku mengatakan aku mencintainya, mencintai sahabatku ini, mencintai dia sebagai seorang namja, mencintai dia sebagai suamiku. Tapi bibirku kelu, aku tak mampu mengatakan sepatah katapun.

Wajahnya mulai panik, nafasnya menderu kencang, “Seohyun-ah!! Kau jangan membuatku takut!!” teriaknya sambil menggoyang-goyang bahuku lebih kencang, mungkin ia takut aku masuk Rumah Sakit lagi seperti dulu. Aku menutup mulutku yang mengeluarkan suara tawa geli sambil menunjuk wajahnya yang memerah karena cemas, terlihat sangat bodoh. Apa wajahku separah itu sampai dia cemas? Dia mulai sedikit berlebihan sekarang. Dia pikir aku mengerjainya, dia marah, sungguh sensitive sekali dia.

Ia menghentakkan kakinya kesal, dan dengan wajah bersungut-sungut dia meninggalkanku kemudian berjalan ke kamar tapi sebelum dia menutup pintu aku segera menyusulnya dan berhasil duduk di sampingnya, di ranjang kami. “Kyuhyun-ssi,” panggilku sambil menggoyang-goyangkan lengannya. Dia memutar tubuhnya, membelakangiku sambil cemberut.

“Kau sudah gila ya?” tanyanya cuek. Aku menempelkan dadaku ke punggungnya. Ia berdiri dan terlihat sangat terkejut dengan apa yang kulakukan. Berlebihan -__-

“YAAAAA!!! KAU MENJADI SANGAT NAKAL SEKARANG SEOHYUN!!” serunya sambil menunjukku dengan telunjuknya, dasar tidak sopan. Belum lagi, matanya itu melotot seperti minta keluar. Tapi aku tidak menyerah, aku beringsut dari tempatku, berdiri dan berjalan mendekatinya, dia berjalan mundur menghindariku, tapi aku terus berjalan lambat mendekatinya, dia akan menjadi milikku seutuhnya malam ini. Tanduk evil miliknya muncul di kepalaku. Wajahku pasti sekarang sangat menyeramkan untuknya. Mataku menatapnya seduktif, wajahnya memerah, nafasnya semakin memburu.

“Yaa Seo, Seo,” dia menjadi sangat panik, apalagi saat menoleh dia melihat tembok berdiri kokoh di belakangnya. Aku menyeringai padanya, menunjukkan tandukku yang semakin panjang.

“Mwoya?” seringaiku dengan wajah licik.

“Am-ampunn.” Dia menangkupkan tangannya di depan dadanya, meminta ampun padaku? Hah kau tidak akan kulepaskan Cho Kyuhyun!

‘Bukk

Tubuhnya membentur tembok, jalannya buntu, dia sudah tidak bisa lari karena sekarang tubuhku sudah menghimpit tubuhnya. Dia menaikkan tubuhnya sedikit saat dadaku menekan dadanya agar tak berhimpitan, apa-apaan dia? Sama sekali tak ingin bersentuhan denganku ya?

“Seo, jeball.” Pintanya dengan wajah yang minta dikasihani. Tapi setannya sudah merasuki tubuhku.

Aku makin menekan dadanya membuatnya bergesekkan dengan dadaku, kulihat dia menahan nafas, tubuhnya menegang saat tanganku masuk ke dalam kaosnya dan mengusap-usap perutnya, absnya terasa sangat sempurna, kugurat dengan jariku, menikmatinya. Mata Kyuhyun terpejam, menikmati elusanku. Mulutnya terbuka karena desahan dan erangannya.

“Aaaah eeeengghhh” kuturunkan reseleting celananya, tanganku yang satunya masuk ke dalam celananya, mencari juniornya, kuremas juniornya yang semula kecil itu menjadi terasa penuh dalam genggamanku. Aku mengocoknya pelan, dia mulai menyerah. Bagus, aku akan menguasaimu malam ini Cho Kyuhyun.

“Enggg ahhhhhh fasssterrrr…” desahnya, aku makin semangat melakukannya. Kukocok kemudian kuremas dengan keras. “Aaaaaaaaghhhhhhsssss”

Aku berjongkok di depan juniornya, menurunkan celana pendeknya, kulihat celana dalamnya menggembung, kasihan sekali melihat juniornya itu, dia pasti ingin segera dilepaskan, aku mengusapnya lembut seperti sedang mengusap kucing kesayangan. Kugenggam juniornya sambil melepaskan celana dalamnya, tapi tangannya menahanku, aku mendongakkan wajahku ke atas melihatnya yang sedang menatapku, memintaku untuk berhenti.

“Jeball, lepaskan.” Pintanya dengan suara bergetar, aku yakin dia terpaksa mengatakan itu, dia jelas-jelas sudah terangsang hebat, cairan bening di ujung juniornya berceceran jatuh ke lantai.

“Waeyo?” tanyaku setelah berdiri menghadapnya, tangannya memegang wajahku.

“Aku tak bisa menjelaskannya. Aku akan menunggumu” Ucapnya sambil mencium pipiku lembut kemudian mengambil celananya di lantai dan keluar kamar meninggalkanku yang kebingungan dengan sikap anehnya. Aku terhenyak dengan mulut menganga, aku yakin ada sesuatu yang terjadi dengannya.

#Author POV

Seohyun menyambar tasnya kemudian berjalan sedikit terburu-buru menuju pintu, Kyu masih sibuk dengan PSPnya, ia duduk di sofa sambil matanya sesekali memperhatikan Seohyun yang hari ini terlihat berbeda. Seohyun yang biasanya terkesan casual dalam berpakaian, hari ini ia memakai mini dress jingga ditutupi coat berwarna abu-abu tua, stocking hitam dan high heels warna senada, rambutnya diikat ke atas menampakkan leher jenjangnya, tas tangan branded kesayangannya menggantung di lengannya, Kyu mengerutkan dahi melihatnya tapi tak berkomentar apapun. Dia pura-pura fokus saat Seohyun melihat ke arahnya.

“Kyu, mungkin aku pulang agak malam. Kalau kau mau makan, aku sudah menyiapkannya di meja makan, atau kalau kau tidak suka, kau pesan saja di restoran langgananmu.” Ucap Seohyun sesaat sebelum menutup pintu dan pergi.

“Mau ke mana dia?” gumam Kyu.

Seohyun memang bersikap aneh akhir-akhir ini, dia sering pulang malam. Sejak kejadian tempo hari, dia menjadi sangat sibuk dan tidak lagi memarahi Kyu. Aneh. Dan dandanannya sekarang sudah seperti seorang model. Pulang membawa banyak tas belanjaan dengan baju-baju bermerk yang mahal dan seksi.

Kyuhyun masuk ke kamarnya kemudian mencari-cari apapun yang bisa menjawab pertanyaannya. Ia memeriksa satu persatu laci, lemari, tempat tidur, meja, semuanya. Tapi hasilnya nihil. Tak ada bukti apa pun.

Karena bosan seharian di rumah, Kyu memutuskan untuk jalan-jalan keluar. Perubahan sikap Seohyun pasti memiliki alasan. Tapi memang sekarang gadis itu menjadi sangat aneh dan labil, itu menurutnya.

#Kyuhyun POV

Aku berjalan-jalan di jalanan dekat apartemenku, menyusuri jalan trotoar dan melihat lalu lalang orang di keramaian. Kumasukkan kedua tanganku ke dalam saku coatku, menikmati udara dingin yang menerpa wajahku, tapi tiba-tiba seseorang menghentikan langkahku, tukang koran menyodorkan sebuah majalah tepat di depan wajahku. Langkahku terhenti, aku melihat covernya, mataku terpaku melihat seraut wajah yang sangat kukenal.

“Tuan ada berita panas!! Model pendatang baru sudah mendapatkan kontraknya untuk menjadi model MV band terkenal,” kusambar majalah yang dipegang orang itu sambil mengeluarkan 10 lembar uang ribuan dari sakuku, kuberikan padanya dan aku langsung bergegas pergi dari tempat itu.

Aku masih menunggu Seohyun di ruang tengah. TV sedari tadi menyala, entah menyiarkan program apa, pikiranku melayang, suami macam apa aku? Bisa-bisanya aku tidak tahu?

Terdengar suara orang membuka pintu, “Kyu?” panggil Seohyun. Aku menoleh, melihatnya menjinjing banyak tas belanjaan di kedua tangannya. Aku masih duduk sambil memegang majalah yang tadi kubeli. Matanya menoleh pada majalah yang kupegang.

Aku langsung to the point, malas berbasa-basi,“Suami macam apa aku ini, istrinya menjadi model terkenal dan aku sama sekali tidak tahu.” Ucapku datar tanpa menoleh padanya, ini lebih pada pengakuan dosa. Mataku pura-pura menonton layar tv.

“Karena kau terlalu sibuk mengabaikanku, menganggapku tidak ada,” jawabnya kesal.

Aku berdiri, menghadapnya sambil mengangkat majalah yang kupegang, menunjukkan cover seorang yeoja padanya. Dia mengangkat wajahnya, melihat cover itu kemudian balik menatapku. Aku menatapnya tajam.

Aku membaca headline cover majalah itu dengan keras, “MODEL PENDATANG BARU, SEO JOO HYUN SUDAH MENANDATANGANI KONTRAK UNTUK MENJADI MODEL MV BAND TERKENAL THE WOMANIZER.” Mataku mendelik marah, berkilat-kilat seperti ingin menelan apapun. Tentu saja. “Jung Yong Hwa. Kau rindu padanya? Kau masih menginginkannya hah? Katakan padaku!” geramku marah sambil berkacak pinggang. Ah emosiku langsung naik jika mengingat namja itu.

“Mianhe, Kyu.” Sahutnya dengan suara datar. Matanya melihat ke arah lain, aku masih melihat wajahnya yang semakin memerah.

“Kenapa kau tidak bilang kalau SEKARANG KAU BEKERJASAMA DENGAN THE WOMANIZER??!!!” bentakku. Tubuhnya terhentak, dan bergetar.

Seohyun mendengus, “Kau sudah tahu sekarang aku menjadi model bukan?”

“Ya, baru siang ini.” Jawabku agak malu. Bisa-bisanya aku tidak tahu sekarang istriku sudah menjadi model? Aku terlalu sibuk tenggelam dengan duniaku sendiri, pikiran jelekku, sehingga tak mau tahu lagi tentangnya.

Suaranya yang meninggi mengagetkanku, “SALAHMU kau tidak pernah mau tahu! SALAHMU kau tidak pernah bertanya! SALAHMU selalu mengabaikanku!” teriaknya dengan suara bergetar, ia menangis. Emosi Seohyun kembali labil. Kejadian yang silih berganti padanya dalam waktu singkat beberapa bulan ini mengacak-acak emosi dan akal sehatnya. Dan dia selalu mengulang kata ‘mengabaikanku’. Tapi mengingat betapa hancurnya dia saat bersama Yong dulu, mengingat betapa dia mencintainya, mengingat diriku yang tak lebih dari pelampiasan. Emosiku kembali meninggi.

“JUNG YONG HWA ITU ADALAH VOKALIS BAND ITU! TAPI BISA-BISANYA KAU MENERIMA UNTUK MENJADI MODELNYA!!!! KAU MASIH MENCINTAINYA HAH?? TAHU TIDAK BAGAIMANA SAKITNYA AKU??? BISSA SEDIKIT SAJA KAU MEMIKIRKAN PERASAANKU?? NYONYA JUNG!!” bentakku lagi. Aku barusan memanggilnya apa? Nyonya Jung? Dasar Kyu Paboya!!! Bisa-bisanya aku??

Tangisnya semakin meledak, “Lalu kenapa malam itu kau menyentuhku? Membuatku kehilangan milikku yang paling berharga? Kau itu sahabatku!!! Kau juga yang mengenalkanku padanya!!! KATAKAN ALASANMU!!!” teriaknya.

Matanya merah karena airmata dan amarah. Aku memang selalu mengabaikannya, aku takut jika suatu saat dia kembali pada Yong Hwa dan meninggalkanku. Otakku bilang dia mau menikah denganku karena dia terpaksa, menjadikanku sebagai pelariannya, menyembuhkan lukanya dan menularkan lukanya padaku, aku bukan orang bodoh yang melakukan sesuatu tanpa alasan yang jelas. Aku menyentuhnya karena aku mencintainya. Bukankah tidak ada yang namanya persahabatan antara wanita dan pria? Aku mencintainya sejak lama, tanpa aku sadari. Dia masuk dalam hatiku seperti udara yang kuhirup setiap detik.

‘There’s no friendship between boys and girls.

I didnt believe it back then

My heart wants to confess everyhting like a man

You’d better catch my heart, you’d better know my heart baby

The love that is more precoius than love

Slowly, more slowly, I will give all my heart

“Kau takut aku menjadikanmu pelampiasanku Yaa Cho Kyuhyun?” terkanya dengan nada suara datar. Emosinya mereda, kurasa. Aku terhenyak mendengar ucapannya. Kenapa kata pelampiasan itu terdengar menyakitkan. “Tapi sayangnya kau salah.” Sahutnya sambil menghapus airmatanya. Matanya lebih terang sekarang. “Aku tahu aku salah, tapi menjadi modelnya, bukan tanpa alasan. Dia harus membayar rasa sakitku. DIA YANG MEMBUATKU NYARIS MATI.” Tangannya meraih tanganku, melingkarkannya di bahunya. “DAN KAU YANG MENGHIDUPKANKU. Sentuhanmu seperti bahasa yang kau ucapkan dengan cara berbeda, pada setiap inchi tubuhku. Aku yakin kau tidak bodoh, kau pasti mengerti maksudku,” Alisnya terangkat, meminta anggukanku. Aku mengangguk pasti.

Mataku menatap matanya yang bersinar menatapku,”Mana mungkin kau mencintaiku?” tanyaku ragu.

“Cinta itu seperti sihir, ajaib, menakjubkan, kau itu sahabatku. Yang selalu ada di saat aku butuh ataupun tidak. 10 tahun itu waktu yang cukup untuk menjadikanmu orang terpenting di hatiku, saat kau menyentuhku, kau naik 3 level, saat kau mengucapkan ikrar pernikahan, kau naik 5 level. Dan sekarang kau berada di level paling atas. Meskipun kau itu menyebalkan, levelmu masih yang teratas. Dan prinsipku, yang aku yakin kau pun tahu,” aku memotong ucapannya, aku yakin dia akan mengucapkan prinsipnya, maka aku membuka mulutku mengucapkan prinsipnya itu bersamaan dengannya.

“Aku hanya akan menyerahkan tubuhku pada satu orang, yaitu suamiku, aku akan hidup dan mati untuknya, mencintainya sepenuh hatiku, menempatkannya di level paling atas, dan menghapus siapapun yang pernah tinggal di level bawahnya.” Aku dan Seohyun mengucapkannya bersama.

“Kau sudah terlalu sering mengucapkannya.” ledekku dengan senyuman evilku. Emosiku ikut mereda. Aku kini tahu satu hal. Cinta memang sama seperti rumus matematika, butuh proses panjang untuk menemukan jawaban yang benar. Sama seperti Seohyun yang harus menemukan orang salah sebelum menemukanku, sama seperti aku yang begitu lama menemukannya.

Seohyun tersenyum kecil, “Masih penasaran?”

“Jadi kapan tepatnya kau mencintaiku?” desakku.

Seohyun terlihat berpikir, “Sejak aku rela kau menyentuhku. Bukankah sudah kubilang tadi?! Semua orang bilang kau jenius tapi ternyata IQ mu itu payah sekali!” ejeknya sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa. Aku ikut duduk di sampingnya, memiringkan tubuhku menghadapnya.

Aku tertawa pelan kemudian meraih wajahnya dalam rengkuh tanganku, “Malam itu, kau tahu aku yang datang ke kamarmu, mencium tanganmu, mencium bibirmu, menyentuh setiap inchi dari tubuhmu. Kau tidak menolak, karena kau tahu itu aku, sahabatmu, yang kau kenal sebagai orang yang sangat menyayangimu, saat tubuhku menyentuhmu, kau sadar ada cinta di setiap sentuhanku, kau membiarkanku, karena dalam perjalanan hubungan kita, akhirnya kau sadar mungkin akulah yang terbaik untukmu, kau tak ingin lagi salah memilih namja yang baru saja kau kenal. Kau tahu aku akan selalu menyayangimu, seperti selama 10 tahun ini. Kau juga memiliki prinsip anehmu itu, kau tak mungkin melepaskanku, kau tak mungkin menyerahkan lagi tubuhmu untuk pria lain, kau sadar penuh, kau membuka lebar hatimu sejak malam itu, dan sikap menyebalkanku selama ini, yang berbalik 360 derajat saat aku menjadi sahabatmu, membuat pikiranmu penuh akan diriku,” ucapku panjang lebar. Aku itu jenius yah, tentu saja. Aku sudah memahami semuanya sekarang.

“NE. Ternyata otakmu bekerja dengan cepat. Kau mampu memahami semuanya dalam hitungan menit. Well, setidaknya anakku nanti bisa menuruni kecerdasanmu. Tidak ada ruginya aku menikahimu.” Ucapnya santai sambil menyandarkan kepalanya ke bahuku, memeluk lenganku, mencium tanganku.

“Analisaku benar?” tanyaku dengan wajah penuh kemenangan.

Dia mengangguk kemudian mengecup bibirku sekilas.

“Jadi?”

“Jadi apa?”

“Kau harus menjelaskan kenapa kau mau menerima menjadi model Yong Hwa?”

“Aku hanya ingin memberinya pelajaran.” Sahutnya tegas.

“Mwo?”

“Kau tahu tidak, dia sekarang sudah PUTUS dengan Shin Hye. Aku dengar Shin Hye selingkuh dan yeoja itu meninggalkan Yong Hwa begitu saja. Dan,” dia menghentikan ucapannya, bola matanya berputar ke kanan ke kiri dengan senyuman licik di wajahnya.“Jika aku menjadi sangat KEREN DI DEPANNYA,”

“DAN DIA TAHU KAU MENIKAH DENGANKU, CHO KYUHYUN YANG KAYA RAYA, TAMPAN DAN SANGAT MEMPESONA,” ucapku seolah mengerti apa yang ada dipikirannya.

Seohyun mengangguk senang karena aku mengerti maksudnya, “Kau mau membantuku?” matanya membulat, cantik sekali.

Aku memahaminya, “Ini bukan rencana jahat, kau hanya ingin membuatnya merasa kalah. Well, cinta itu juga seperti seperti game. Selalu ada yang menang dan kalah.. Aku berhasil memenangkan hatimu, dan dia, KALAH.” Kataku sambil merengkuhnya dalam pelukanku. Aku yakin sekarang, bagiku, sentuhan pertamaku padanya karena aku mencintainya, dan sentuhan kedua, DIA SUDAH BENAR-BENAR MENCINTAIKU. Kutindih tubuhnya. Sekaranglah waktunya. Aku sudah tak tahan, apalagi melihat tatapan dan sikap seduktifnya selama ini, godaan terbesarku adalah saat dia menggodaku dengan naked saat aku bermain game. Dia tak tahu betapa tersiksanya aku saat itu. Maka sekarang lah waktunya, aku akan membuatmu mendesah semalaman Ny Cho \^o^/

“Sekarang waktunya, Nyonya Cho.” Ucapku sambil menatapnya seduktif. Seohyun tersenyum malu. Kuciumi seluruh wajahnya, mulai dari mata, hidung, pipi, dan sampai ke bibirnya, kulumat dengan ganas. Tangannya memeluk leherku. Dia membuka mulutnya menyambut lidahku, lidah kami saling membelit, menghisap dan bertukar saliva, bibir dan lidahnya sama-sama manis.

Lidah dan bibirku turun ke lehernya, meninggalkan jejas kissmark di sepanjang leher jenjangnya. Matanya terpejam menerima servis bibirku.“Aaaahhhh ssssss” desahannya menaikkan hormone dalam tubuhku. Kubuka coat dan dressnya hingga sekarang hanya tertinggal bra dan celana dalamnya saja, sedang aku masih dengan pakaian lengkap. Tubuhnya indah, langsing, putih dan menggairahkan. Bra dan celana dalamnya berwarna hitam, sangat kontras dengan tubuhnya yang putih mulus. Aku menelan ludah melihat keindahan yang terhampar di depan mataku, wajahnya memerah, malu karena aku sedari tadi tidak berkedip menatap tubuhnhya.

“Buka,” ucapnya kemudian sambil menarik bajuku. Kubuka semua pakaianku, meninggalkan celana dalamku dengan tonjolan besar. Seohyun menelan ludah, matanya tak henti melihat tonjolan di balik celana dalamku.

Tak mau menunggu lama, sudah 3 bulan, juniorku sudah berdemo, tanganku meremas kedua payudaranya bergantian, “aaahhh sshhhhsshhhh Kyu aaaaah…..” kadang kupilin nipplenya membuatnya semakin mendesah dan mendesis, nafsuku semakin naik mendengar desahannya. “Aaaah eeengggg lebik keras Kyu… yeobooo ahahhhhh”

Sekarang giliran mulutku yang bekerja, kucium, kujilat dan kuhisap nipplenya, “Aaaah eeengghhhhhhh” kepalanya bergoyang ke kanan dan ke kiri menahan nikmat. “Eenggghhhhhh Kyuuuuu aaaahhhh sssss”

Sementara itu tanganku menyusup ke dalam celana dalamnya, menekan vaginanya yang mulai basah. Kumasukkan jariku dalam vaginanya, “Aahaahhhh engggghhsssss” kukocok cepat membuat tubuhnya menegang, kumasukkan lagi dua jari dan kuputar-putar mengaduk-aduk lubang vaginanya. “Aaaahh eenggg ahhkkssss” keringat bersusuran dari wajahnya membasahi leher dan dadanya, membuatnya terlihat makin seksi terkena timpaan sinar lampu. “Kyuuuuu aahhh lebih cepppp….aaaaaat”

“Jebballl, masuukkkannn..” racaunya. Tapi ini masih lama, aku masih ingin menghisap dan menjilati vaginanya. “aaaaahhhhh apppaaaa yang kau lakkkku…kan….” racaunya lagi, wajahku berada di depan vaginanya, menjilatinya dengan lidahku yang hangat membuat kakinya menendang-nendang tak karuan. Tanganku yang menganggur kugunakan untuk meremas kedua payudaranya, Seohyun meraih satu tanganku, memasukkannya ke dalam mulutnya, menghisap dan menggigitnya saat aku hisap kuat klitorisnya. “Aaaaaaahh sssssssssss eenennnnnggggggggggggg…”

‘SERRRR

Orgasme pertamanya menyembur wajah dan mulutku, ku ambil cairan itu dengan jariku kemudian kujilat. Seohyun melihatku yang berdiri dengan juniorku yang tegak sempurna, nafasnya tersengal-sengal masih menikmati orgasmenya. Seohyun bangun, jongkok di depan juniorku.

“Aaaaahhhhhhh” desahku saat lidahnya mengecap juniorku, menciuminya, menghisap kuat dengan mulutnya, dia memainkan lidahnya menyapu seluruh permukaan juniorku, “Aaaaah engggggg” lidahnya juga nakal mengemut twinballssku, “engghhhhhh”

Dimasukkannya semua juniorku ke dalam mulutnya membuat mulutnya mengembung, ia memaju mundurkan juniorku membuat aku terus mendesis dan mengerang, “Ahhh engggggsss ahhhkkssss”

Gerakannya semakin cepat, desakan kuat dari dalam membuatku menyemprotkan semua cairanku di dalam mulut Seohyun, ia menelannya semua, beberapa tetes cairanku berceceran di mulutnya aku jongkok kemudian menjilatnya dengan pandangan seduktif. Aku memintanya berbaring, kutindih tubuhnya dan aku mulai memposisikan juniorku di depan mulut vaginanya. Kuturunkan tubuhku perlahan, memasuki lubang vaginanya, untuk kedua kalinya, pertama kalinya semenjak pernikahan kami.

“Aaaah enggghh, pelan pe….lan” erangnya.

‘Jleb

Juniorku masuk dengan sempurna ke dalam lubang vaginanya, mendiamkannya sesaat agar beradaptasi. Setelah aku yakin Seohyun sudah siap, aku mulai menggenjotnya, menaikturunkan pinggangku, Seohyun mengikuti irama pinggulku, kalau aku menekannya ke bawah, maka Seohyun mendorongnya ke atas, kami terus menggenjot, tanganku gemas untuk meremas payudaranya, mulutku tak henti-hentinya menciumi bibirnya, tubuh kami menempel, menyatu, seperti cinta kami. “Eeenegbgggg aaaahhhhh”

“A-ku pikir kkkkau tak menyentuhku ka……rena kau punya masalah de….ngan ukuran j…jjjju….uniormu.” Ucapnya susah payah di tengah erangannya. Aku yakin dia bercanda hah mana mungkin karena hal itu?

“Ukuran juniorku ini sangat besar. Mana mung….kin aku minder karena… i…….tu.” jawabku.

“Eengggghhhh” erangnya di tengah penyatuan hati dan tubuh kami.

“Aaaahhhhh” erangku.

Tangannya tiba-tiba mencengkeram punggungku kuat, tubuhnya menegang.

“Kita keluarkan bersama-sama.”

‘Crot Serr

Cairanku dan miliknya menyembur bersama, memenuhi rahimnya.

“Saranghae,”

“Na do saranghae oppa.” Akhirnya ia memanggilku oppa. Aku kan suaminya, hahaha…

Aku bangun dari tubuhnya kemudian kuangkat dan kurebahkan di ranjang kamar kami. Memulai ronde ke 2.

#Seohyun POV

“Jadi bagaimana kau sudah siap?” tanya Kyu padaku. Aku mengangguk, Kyu menggandeng tanganku mesra, wajahnya terlihat sangat tampan mengenakan kemeja putih dan jas hitamnya, tubuhnya harum, kami berjalan memasuki studio yang sudah ramai dengan para kru. Sepanjang perjalanan ke set syuting, semua orang tak henti-hentinya memandangi kami sambil berdecak kagum.

Ini saatnya aku mengumumkan pernikahanku. Pernikahan yang belum diketahui Yong Hwa karena baru seminggu lalu dia kembali dari London setelah tour dunia selama 3 bulan. Dia harus tahu, dia harus melihatku yang sekarang, seorang model papan atas Korea yang super cantik dan anggun. Aku memakai gaun hitam di atas lutut yang menunjukkan liuk tubuhku yang sempurna, menunjukkan kedua kakiku yang jenjang dan indah, rambut panjang hitamku menambahan keanggunan dan keseksianku, sebenarnya Kyu tidak suka aku menggunakan gaun ini tapi aku berjanji setelah hari ini aku akan membuang semua baju seksiku.

“Yong-ah!” panggil Kyu saat menemukan temannya sedang sibuk menyetel gitarnya, memunggungi kami. Yong menoleh kemudian meletakkan gitar yang dipeluknya, menerima pelukan Kyu saat menghampirinya. Aku masih mengamati mereka dari kejauhan, aku rasa Yong belum menyadari kehadiranku. Saat itu memang lampu sedikit redup dan matanya fokus pada Kyu.

“Aku dengar kau sudah menikah.” Komentarnya setelah Kyu melepaskan pelukannya, mereka berdiri berhadapan. Wajah Kyu sebenarnya sudah menunjukkan evil face nya tapi Yong tidak sadar.

“Ya, memang. Dan aku menikah dengan seorang yeoja yang sangat SEMPURNA.” Jawab Kyu antusias sambil tertawa lebar. Aku terkekeh mendengarnya.

“Jinja? Siapa gadis beruntung itu?”

Kyu tidak menjawab pertanyaan Yong, dia malah memancing Yong, “Kudengar kau putus dengan Shin Hye?”

Wajah Yong berubah mendung, “Ne, dia mengkhianatiku, dia bahkan memutuskanku dengan cara yang hina. Dia mengirimkan aku sebuah CD, yang isinya rekaman dirinya dan kekasih gelapnya yang sedang bercinta, di ranjang kami, saat aku pergi tour. Dan sialnya, dia yang selama ini memegang semua ATM ku sudah mengurasnya habis dengan belanja bersama namja tolol itu!!! DAN DIA AKAN MENIKAH BULAN DEPAN.” Jawab Yong dengan raut wajah menyesal. “Brengsek.”

Kyu menepuk-nepuk bahu Yong pelan, “Lalu?”

“Aku sadar seharusnya dulu aku memilih Seohyun. Dia yang terbaik untuk hidupku.” Katanya sedih, tapi sejurus kemudian wajahnya berubah menjadi gembira, “Tapi sekarang dia sudah menjadi TOP MODEL, aku tak menyangka dia akan menjadi secantik dan seseksi itu.Aku melihatnya kemarin saat di agency. Dia SUNGGUH CANTIK. Dan dia yang akan menjadi modelku, aku harap aku masih bisa merajut kembali kisah cinta kami. Aku tahu dia sangat mencintaiku.” Jawabnya percaya diri. Aku muak mendengar ucapannya itu. Mana mungkin aku masih mencintai namja seperti itu? Cho Kyuhyun itu terlalu sempurna untuk kuabaikan.

“Jinja?” Kyu pura-pura kaget sambil manggut-manggut.

Yong mengangguk, wajahnya terlihat gembira sekali, Kyuhyun menatapnya muak, “Aku yakin, ya aku benar-benar yakin dia masih mencintaiku, buktinya dia mau menerima tawaran menjadi model MV bandku.” Tawanya semakin lebar saat melihatku datang.

Kyu tersenyum evil melihat wajah Yong, aku berdiri di samping Kyu. Tangannya melingkar di pinggangku. Yong terlihat bingung melihatku kami yang kelihatan mesra. Sesekali kami saling melirik satu sama lain sambil melempar senyum.

“A-ada apa di antara kalian?” tanyanya sambil mengerutkan dahinya. Tapi masih belum ‘ngeh’ dengan apa yang terjadi.

“Kami?” Kyu mengerling padaku, evil smilenya muncul lagi.

“Baiklah, perkenalkan ini istriku, Ny. Cho.” Ujar Kyu dengan bangga, aku mengulurkan tanganku ke arah Yong. Ia terperanjat kaget.

“Annyeong, Seohyun imnida.” Aku membungkukkan badanku seolah baru bertemu dengan Yong. Kau pikir cintamu masih membekas di hatiku? Hah tentu saja tidak, kau itu sudah kubuang, sama seperti kau yang membuangku begitu saja saat aku terbaring lemah, kau tega membawa pacarmu itu ke hadapanku dan dengan lantang memilihnya. Karma itu berlaku Bung!

“Ba-bagaimana bisa? Kalian kan bersahabat?” ucapnya masih tidak percaya. Senyumnya kecut, asem.

Kyu menyeringai, “Justru karena kami sahabat, makanya kami menikah.” Kyu mengajakku berbalik, berjalan meninggalkan Yong, tapi sedetik kemudian kepalanya menoleh ke belakang melihat namja yang kelihatan depresi itu.

“Oh iya, kudengar performance-mu selama tour itu sangat buruk, dan kudengar minggu depan produser bandmu itu akan segera mengumumkan vokalis baru untuk The Womanizer. Bersiaplah menjadi tukang cireng Yong!” teriak Kyu sambil tertawa renyah. Ia berjalan sambil memeluk pinggangku meninggalkan Yong yang terjatuh ke lantai, terduduk, matanya melotot, kosong.

“Kau puas?” tanya Kyu yang masih memeluk erat pinggangku, aku mengangguk. Aku membatalkan kontrak itu, aku rasa melihatnya menyesal seperti tadi sudah cukup bagiku. Lagipula dia sudah merasakan akibatnya, tanpa perlu aku yang merancang balas dendam yang repot. Tuhan itu Maha Adil.

“Benar dia akan diganti?” tanyaku. Sekarang kami sudah berada di dalam mobil, bersiap pergi.

“Ne, itu karena salahnya sendiri, tiket selama tour tak pernah terjual sold out, performancenya menurun drastis.” Kyu menjelaskan padaku sambil membantuku memasangkan seat belt. “Itu karma untuknya.” Katanya sambil mengacak rambutku lembut, aku mengangguk kemudian memeluknya manja.

Aku mengangkat wajahku, memegang wajahnya yang tampan, “Saranghae.” Ucapku, dia tersenyum kemudian membalasnya dengan ciuman hangat di pipiku, “Na do saranghae,” jawabnya.

– END –

Gomawo udah mau baca ^^

Note: FF ini aku dedikasikan untuk sahabatku tersayang ^^

Dan untuk siapapun yang pernah dikhianati, percayalah Tuhan sudah mempersiapkan seseorang yang memang pantas untuk mendampingimu J

Photo: cr by seokyucouple.wordpress.com

47 thoughts on “Unexpected (You Are The Meanest Guy—Mrs.Cho)

  1. Seonnie ternyata yeoja yang kuat juga… hehe,,

    mian, aku baru nemu ni FF. jadi baru baca sekarang…:)

    daebak^^

  2. waa… annyeong, aku reader baru😀
    Ffnya keren. awalnya aku sempet kaget baca nc nya o_o seo sempet2nya bahas ‘ukuran’ -.-
    ditunggu fanfic lainnya😀

  3. Daebak banget ffnyaaaa ^•^ aku suka pemilihan kata2 nya!!!! Gak terlalu baku dan gak terlalu gaul. Ngakak waktu bagian Kyuhyun yang mau diperkosa Seohyun. Kkkk tingkahnya macem yeoja banget ^_^ . Ini ada sequelnya ??? Nasib Yong gimana, tuh?? Apa dia jangan jangan jadi tukang cireng beneran ??? ;)) nice ff deh pokoknya ¶^•^¶™

  4. ini FF alur critanya ga ngebosenin bikin penasaran… karakter tokohnya dapet bgt,, bisa2nya Kyu yg biasanya penerkam sekarang appear sbg namja yg takut diperkosa hahaha kocak sekaligus menyentuh,, daebak thor !

  5. Hahahahaa kocak thor pas bagian ‘bersiaplah menjadi tukang cireng’ nhahaha kocak bgt *bayangin yong jadi tukang cireng
    btw nice FF^^
    *sambil beli cireng ala yonghwa

  6. Yang pas bgn NC nya gak tak baca, lngsung aku loncatin. Ngebayangin bner kalau Yong jdi tukang cireng. Wuahaha. Keren thor!!

  7. Cerita’a bagus🙂
    Walaupun awal’a ku pikir cerita ini bakal panjang dan tentu’a ngebosenin! eh, tau’a hasil’a sangat.. sangat.. memuaskan (y)

    #DAEBAK

  8. annyeong lina imnida readers baru disini🙂 izin baca yaa

    cieeeeee seokyu sahabat jadi cinta kiw hihi…🙂 suka bgt sm ini ff walau ada unsur nc nya tp cerita jelas dan menarikk keren🙂

  9. Seo nyaa lucu bgt hahaha kyu sampe ketakutan gituuu.
    Tp akuu percaya sih, cara org buat jatuh cinta itu emg beda2..
    Panas thoor. Seruuu ;3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s