[TaeTeuk] Love of The Leaders

Sumber : http://koreannc.wordpress.com/2011/11/24/love-of-the-leaders/

1. Author :  @diivaNE

2. Judul : Love of The Leaders

3. Kategori: NC 17, Yadong, Oneshoot

4. Cast:

– Park Jungsoo

– Kim Taeyeon

Sekedar info, ini murni ff nc pertama yang lahir dari hasil ‘kesakithatian’ author yang seorang adorkable sejati karena Jungsoo oppa ‘menikah’ sama Kang Sora eonni bukan sama Taeyeon eonni *tapi akhirnya saya setuju2 aja kok :D *, dan mian klo ff.a kepanjangan sama ngebosenin..
GAMSAHAMNIDA YEOREUBEUN~^__^
Happy reading~

———————————————————————————————

 

Leeteuk pov’s
@syuting location, 10.15pm
“aaaahhh.. akhirnya selesai juga..” lenguhku panjang setelah naik ke atas mobil.
“hyung, setelah ini apa aku ada schedule lain?” tanyaku lanjut pada manager hyung yang sedang menyetir.
“eobseo.. kau bisa langsung pulang ke dorm dan beristirahat” jawab manager hyung datar.
“baiklah..” hanya itu kata yang keluar dari mulutku.
Lantas kututup mata dan mencoba untuk tidur sebelum van hitam yang membawaku ini tiba di dorm kami.
Sebenarnya aku merasa tidak terlalu lelah. Setidaknya, hari ini aku tidak memiliki schedule gila-gilaan seperti hari-hari sebelumnya.
Hanya saja, kepalaku terlalu sakit.
Entahlah.. apa ini karena masalah pekerjaan yang baru saja aku selesaikan atau karena hal lain?
Perlu kalian ketahui, aku baru saja menyelesaikan proses rekaman untuk sebuah acara tv.
Acara dimana 2 orang aktris dan actor, penyanyi ataupun bukan penyanyi dipasangkan untuk menjadi sepasang bubu-pasangan yang telah menikah-
 Tentu saja ini semua tidak benar, kami hanya sebatas pasangan virtual saja. Yang perlu kami lakukan hanya berpura-pura menjadi sepasang suami-istri berbahagia tanpa status hubungan yang pasti di kehidupan nyata. Kuyakini kalian semua dapat memperkirakan acara apa yang kumaksudkan itu.
Pikiranku kembali melayang pada proses syuting tadi.
‘istriku’ adalah seorang aktris cukup terkenal bernama Kang Sora. Kuakui, aku senang mendapat seorang lawan main yang kecantikannya alami dan memiliki kepribadian ramah serta baik.
Taruhan berapa, saat ini semua namja pasti iri padaku. Tak terkecuali para member Super Junior yang tanpa kuketahui tadi, melibatkan langsung diri mereka sebagai ‘penganggu’ di moment pertemuan pertamaku dengan Kang Sora-ssi.
Dalam tidur, aku tertawa kecil mengingat kelakuan mereka-Kyuhyun, Hyukjae, Donghae dan Sungmin-yang terlalu kekanak-kanakan.
Tapi lagi-lagi senyumku sirna. Kubuka mata dan malah menikmati pemandangan malam kota Seoul dari balik kaca mobil.
Aku tidak bisa tidur. Diriku tetap tak tenang.
Belum pasti memang, tapi aku sedikit tahu masalah apa yang membuat hati ini sesak sedari tadi. Aku hanya terlalu takut untuk memikirkannya kembali.
***
@dorm Suju, 10.45pm
“beristirahatlah, hyung harus kembali ke kantor. Kurasa mereka, dongsaengmu berdelapan belum ada yang pulang ke rumah. Kau sendirian malam ini, kalau lapar panaskan saja makanan yang tadi hyung sempat siapkan untuk kalian” kataku hyung –tanpa turun dari mobil- panjang lebar padaku.
Cih, dia tetap saja bertingkah seperti seorang “ibu rumah tangga” yang baik.
“nee.. nee.. arasseoo.. hyung pergilah! Aku bukan anak kecil berumur 8 tahun. Aku namja berumur 28 tahun!” kataku dengan nada kesal yang dibuat-buat.
“hahahaa.. nee.. geureom” tawa manager hyung seraya pergi setelah aku menutup pintu mobil.
Huufft.. benar kata hyung. Lebih baik aku beristirahat. Mumpung para kurcaci itu belum ada yang pulang dan mengganggu waktu istirahatku. Lagipula, mungkin dengan tidur di kasur yang sebenarnya, pikiranku akan lebih tenang.
Kulangkahkan kaki menuju lift dan menekan tombol lantai 11. Tempat dormku berada.
Ting..
Bunyi denting halus menyadarkan lamunanku.
Baru saja dua langkah aku berjalan dari dalam lift, langkahku sejenak terhenti ketika melihat sesosok yeoja yang berdiri di depan pintu kamar kami.
Geu yeoja..
Kim Taeyeon..
Yah, orang inilah alasan mengapa sedari tadi hatiku merasa tak tenang.
Bagaimana dia bisa ada disini? Kukira ia bersama member SNSD lain sedang dalam masa sibuk-sibuknya mengingat mereka akan comeback sebentar lagi.
“oppa..” panggilnya pelan padaku. Kini aku sudah berdiri tepat dihadapannya.
Taeyeon memakai kemeja lengan panjang yang terlihat kebesaran berwarna putih polos dan hanya sebuah celana jeans pendek hitam sebagai pasangannya. Air mukanya mencerminkan kalau ia sangat letih. Dengan gaya berpakaian  ditambah dengan gelagatnya itu, kuyakini ia pasti mencuri waktu dari segala kegiatannya untuk datang kesini.
Tapi untuk apa?
“mwo? Untuk apa lagi kau datang kesini? Bukannya semua sudah berakhir?” kataku dengan nada yang terdengar sangat ketus.
Aku tidak perduli lagi dengan tatapan memelasnya dan malah mendorong tubuhnya yang menghalangi pintu masuk.
Kuambil card key dari saku jasku dan membuka pintu lantas menutupnya dengan kasar.
Sejenak aku berdiri terpaku dalam ruang dengan penerangan remang-remang ini sambil berpikir keras.
“apa kau akan meninggalkannya seorang diri di luar Park Jungsoo?” tanyaku berulang kali dalam hati.
Aku menekan dadaku kuat. Mencoba meredam detak jantung yang kurasa sebentar lagi akan keluar melalui mulutku.
“Jangan menangis! Park Jungsoo neo babo! Sadarlah sedikit brengsek! Kau ini namja.. jangan kau mengeluarkan air matamu hanya untuk hal konyol seperti ini!” aku memaki diri sendiri. Merasa frustasi dengan apa yang terjadi pada diriku.
Kim Taeyeon. Atau yang biasa dikenal sebagai Leader SNSD, Taeyeon. Dia adalah mantan yeojachinguku sejak sebulan yang lalu.
Terkejut? Yah aku juga.. maksudku bukan terkejut karena pernyataanku disini yang mengatakan bahwa Taeyeon adalah pacarku. Tapi karena predikat mantan yang baru saja kukatakan tadi.
Aku terkejut karena sebulan yang lalu ia memutuskanku dengan alasan yang menurutku sangat tidak jelas dan masuk akal.
Pekerjaan.
Alasan yang bodoh bukan? Mulanya kukira kami baik-baik saja dalam menjalani hubungan ini. Kukira ia benar-benar menyukaiku apa adanya, begitu juga diriku padanya. Tapi lihat apa yang terjadi sekarang? Bahkan kini, untuk berbicara padanya saja aku merasa malas.
Terserah pada mereka yang mengatakan kalau reaksiku terhadap permintaannya itu terlalu berlebihan.
Tapi demi segala bentuk rasa sayang di muka bumi, aku hanya terlalu menyukainya. Tidak, lebih daripada itu.. aku hanya terlalu mencintainya sampai-sampai aku tidak rela kalau kami putus dengan cara seperti ini.
***
Taeyeon pov’s
@front of dorm Suju, 11.50pm
Sudah sejam lewat lima menit aku duduk sambil memeluk kaki dengan tanganku di depan kamar ini.
Namun tidak ada tanda- tanda ia akan keluar dari dalam dan mau berbicara denganku.
Aku Kim Taeyeon, yeoja terbodoh sepanjang masa yang menyia-nyiakan rasa sayang seorang namja bernama Park Jungsoo yang tanpa ada setitik bebanpun ia berikan padaku dalam kurun waktu 2 tahun ini.
Yah, kami sudah berpacaran kurang lebih 2 tahun lalu sejak prestasi besar yang diukir Super Junior melalui album mereka, Sorry sorry.
Aku yang menyatakan perasaanku terlebih dahulu. Tindakan konyol memang jika dilihat dari sisi seorang yeoja. Tapi aku hanya menyukainya. Sesederhana itu. Dan tanpa diduga Jungsoo oppa menerimaku. Sejak saat itu kami menjalani hidup berpacaran –yang tanpa diketahui oleh public- hanya dipenuhi dengan kegembiraan hingga akhirnya aku memutuskan hubungan kami sebulan yang lalu.
Alasan yang kuberikan padanya hanya karena perkerjaan kami. Tapi bukan itu alasan sepenuhnya.
Aku sendiri, secara langsung pernah diperingatkan oleh Lee Sooman sajangnim, pemimpin agency artis tempat dimana aku dan juga Jungsoo oppa bernaung.
Beliau secara gamblang memintaku untuk putus dengan Jungsoo oppa. Dia mengatakan bahwa hubungan kami ini hampir diketahui oleh public. Dan juga dia hanya tak ingin jika kedua anggota masing-masing dari dua group besar asuhannya sampai jatuh pamor dan memiliki banyak anti fans karena ketahuan sedang berpacaran.
Aku sempat tidak menghiraukan perkataan Sooman sajangnim. Hingga aku berpikir lebih jauh lagi mengenai memiliki anti fans yang lebih banyak dari sekarang.
Aku seorang leader. Begitu juga Jungsoo oppa. Kami sepatutnya tidak boleh bersikap egois mengingat bahwa ada member lain dalam group yang harus kami jaga.
Itulah alasan sebenarnya mengapa aku sampai memutuskan Jungsoo oppa.
Dan aku berencana untuk menjelaskan segala kesalahpahaman ini padanya. Ditambah lagi, berita yang kudengar dari manager oppa tentang Jungsoo yang telah menyetujui perannya sebagai seorang “suami” di salah satu acara tv yang pernah kuikuti juga sebelumnya.
Walau ini sudah tergolong lancang, tapi jujur aku merasa sedikit cemburu.
Karena aku masih mencintai namja itu.
***
Leeteuk pov’s
@dorm, 12.00am
Aku terbangun dari tidur singkatku dan berencana mengambil segelas air dingin untuk melepas dahaga.
Sudah jam 12.00pm dan belum satupun member Suju yang pulang.
Jam 12 malam?
Apakah Taeyeon masih ada di depan?
Hahahaa.. tak mungkin. Dia tak mungkin menungguku selama ini diluar.
Tapi???
Aku lantas berlari, tidak perduli dengan botol berisi air yang jatuh karena gerak reflexku itu menuju pintu depan.
Dan disanalah kulihat Kim Taeyeon. Ia sedang duduk bersandar di tembok, melipat kedua kaki sementara kepalanya dibenamkan diantara lutut.
Taeyeon mengangkat kepala menyadari kedatanganku. Seulas senyum lemah terukir di wajahnya.
Belum sempat ia berkata-kata, aku sudah duluan menarik kasar tangannya masuk ke dalam dorm dan mengunci pintunya dari dalam.
Dengan keadaan ruangan yang nyaris gelap, aku masih sempat melihat air mata jatuh dari sudut matanya.
Runtuh sudah pertahanan diriku ini. Kurasakan air mataku pun mulai jatuh.
“oppa.. uljima.. mianhae.. aku tahu aku salah.. aku..” lagi, belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, diriku yang tanpa paksaan, maju dan menciumnya penuh-penuh mulut hingga tubuh Taeyeon terdorong ke belakang. Untung ada pintu disana yang dapat menahan tubuh kami berdua.
Taeyeon lantas melingkarkan tangannya di leherku dan mulai membuka mulutnya membalas ciumanku. Ciuman kami berlangsung panas, lidah kami saling beradu, saling bertukar saliva.
Merasa kurang puas, kuangkat tubuh dan tetap menyudutkannya di pintu. Membiarkan kedua kakinya melingkar sempurna di sekitar perutku.
Sebelah tanganku menekan kepala Taeyeon, berusaha memperdalam ciuman kami sedangkan tanganku yang lain meremas bokongnya kuat. Taeyeon mendesah tertahan.
Kurasakan tangannya juga mulai menyusup di balik t-shirt putih yang kukenakan, meraba-raba otot dan punggungku.
Tidak perduli lagi, tanganku yang tadi meremas bokongnya kini berusaha untuk membuka kancing bajunya satu persatu. Setelah kemeja putih kebesaran yang dipakainya lepas, tampaklah olehku kedua payudara padat berisi milik Taeyeon yang masih terbungkus bra hitam.
Aku melepaskan ciuman kami sejenak dan menatapnya. Taeyeon yang mengerti akan maksudku hanya mengangguk kecil kemudian memajukan wajahnya untuk memulai kembali ciuman panas kami.
Tanganku menyusup ke bagian punggungnya, dan berusaha menemukan pengait bra Taeyeon. Setelah kudapati, lantas kubuka dengan kasar bra tersebut dan membuangnya kesembarang tempat.
Aku meremas-remas payudara Taeyeon dengan tempo cepat.
“ooohh.. aaahhh..” desahnya akibat perlakuanku.
Mendengar desahannya membuatku semakin gencar melepaskan sisa-sisa pakaian yang masih dipakainya hingga kini Taeyeon tak berbalut sehelai benangpun ditubuhnya.
Aku melepaskan ciuman kami dan mulai menjilati tiap inci wajahnya kemudian turun hingga bagian leher.
“aaaaahhh.. Ooohh.. paahh” Taeyeon mendesah kenikmatan.
Namun aku merasa sedikit tidak nyaman dengan posisi kami sekarang.
Lantas akupun menggendong Taeyeon ala bridal dari tempat kami berada tadi menuju kamar dan menghempaskannya ke tempat tidur serba putih milikku.
Aku menindihnya sekarang.
Kembali aku mencium Taeyeon dengan penuh napsu dan tanpa melepaskannya aku berusaha menanggalkan semua pakaian yang kukenakan. Taeyeon juga membantuku.
Ketika kami berdua sudah benar-benar telanjang bulat, Taeyeon dan aku lantas berhenti sejenak dari semua aktifitas.
 Kami saling memandang satu sama lain. Dadaku dan dadanya naik turun, menarik nafas dalam-dalam yang sebelumnya sempat hilang.
“kau yakin dengan ini?” kudapati diriku bertanya padanya.
Taeyeon mengangguk perlahan. “aku milikmu. Dan karena aku selalu menyayangimu”
Sederhana saja kalimat yang keluar dari mulutnya. Tapi itu membuatku semakin mantap untuk melakukan lagi hal yang-jujur saja-pernah kulakukan dengannya.
***
Author pov’s
Jungsoo mencium Taeyeon kembali. Ciuman mereka tetap berlangsung panas. Terdengar sedikit bunyi decak dari kedua lidah mereka yang saling beradu.
Puas bermain sedari tadi dengan mulut Taeyeon, ciuman Jungsoo turun tanpa putus ke leher Taeyeon. Ia menjilati hampir semua bagian leher Taeyeon dan berhenti pada satu titik kemudian menggigit bagian itu sehingga meninggalkan bercak merah.
“ooooh… aahh.. jjeehh.. bhhaall..” Taeyeon menutup mata sambil mendesah, ia hanya mampu menyusupkan jarinya-jarinya kedalam rambut Jungsoo dan mengelus-ngelus punggungnya sementara menikmati permainan ini.
Jungsoo kemudian mencium perut kemudian turun hingga akhirnya tiba di bagian tersensitif milik Taeyeon.
Ia menatap sejenak pemandangan indah yang ada di hadapannya sebelum membuka lipatan vagina Taeyeon dan mencubit klitoris milik Taeyeon dengan kedua bibirnya yang basah kemudian menjilatinya seakan-akan milik Taeyeon adalah sebuah ice cream.
“hhmmm.. aaaahh.. ooohhpphhaaahh..”
Dan tanpa seijin Taeyeon, secara tiba-tiba Jungsoo memasukkan ketiga jarinya sekaligus ke dalam lubang vagina Taeyeon.
“aaakkhh” taeyeon menjerit kesakitan. Air matanya hampir jatuh. Melihat itu, Jungsoo maju dan kembali mencium bibir Taeyeon lembut.
***
Leeteuk pov’s
@my room, 12.20am
“aaakkhh” kudengar Taeyeon menjerit kesakitan ketika ketiga jariku, kumasukkan ke lubang sempit miliknya secara tiba-tiba. Memang bukan pertama kalinya buat kami, tapi itu cukup untuk membuatku kaget dan langsung mencium kembali bibir mungilnya, berharap dengan ini sakitnya akan berkurang.
“appo?” tanyaku
“appoyo~ oppa. Hajiman gwenchana. Lanjutkan saja” katanya seraya tersenyum lemah.
Aku hanya bisa menatapnya lembut. Jujur saja, untuk kesekian kalinya aku merasa tak tega. Baru ketiga jariku yang kumasukkan, tapi Taeyeon sudah kesakitan seperti ini. Bagaimana dengan milikku yang lebih besar nantinya?
Tapi percuma saja berhenti. Kurasa akan terasa lebih manyakitkan jika aku harus mencabut kembali jariku.
Akupun mulai memaju-mundurkan ketiga jariku di lubangnya dan mengocok-ngocok bagian dalamnya dengan lebih lamban namun lama-kelamaan menjadi lebih cepat seraya menjilati lagi bagian payudaranya dengan lidahku.
“iiiikkkhh… aakkhhh… oohhhppahh..”
Aksiku ini membuat Taeyeon menggelinjang, mendesah tak karuan. Dan tak lama kemudian ketiga jariku terasa hangat oleh cairan yang keluar dari dalam vaginanya.
Orgasme Taeyeon yang pertama.
Dan tanpa rasa jijik sekalipun, kembali kuarahkan mulutku ke bagian lubangnya dan meminum habis cairan cinta milik Taeyeon tersebut.
Merasa ditantang mungkin, Taeyeon kini balik menyerangku. Dia menciumku penuh nafsu. Aku yang selama sepersekian detik kaget akan tingkahnya ini kemudian sadar dan mengangkat tubuh kecilnya dengan mudah hingga kini posisinya duduk manis di atas pangkuanku.
Ciuman kami tetap berlangsung. Tangan Taeyeon yang semula aktif mengelus dada dan punggunggku, kini kutuntun menuju juniorku yang sudah mulai menegang dan membesar.
Aku hampir gila ketika kurasakan tangan Taeyeon meremas-remas juniorku perlahan. Jujur, terlalu nikmat sentuhannya itu.
Setelah cukup lama kami berciuman, akhirnya kulepaskan ciuman kami. Taeyeon sempat bingung tapi tidak lama waktu berselang sampai ia dapat menangkap apa yang kumaksudkan.
Taeyeon lantas mundur dan dan membungkuk dihadapan juniorku. Awalnya ia menatapku dengan tatapan seduktifnya sebelum ia mulai memijat-mijat batangku ini dan mulai mengulumnya bagaikan sebuah lollipop. Tidak hanya di bagian batangnya saja, Taeyeon juga memainkan kedua twin ballku.
“ooohhh… akkhh! Ttaaeehh.. yhheeeoonnn-aahh” racauku tak jelas ketika ia menggigit pelan juniorku dan mengeluarmasukkan juniorku kedalam mulut kecilnya.
Mataku terpejam menikmati servicenya sementara tangan kananku menahan kepalanya agar terus mengulum juniorku lebih dalam.
“cagiihhh.. pphhlleeaasseehh.. fahhsstteerrhh” nadaku terdengar seperti memohon padanya.
Tak lama bertahan dengan aksinya ini, kurasakan juniorku seperti ingin mengeluarkan sesuatu.
Crot.. crot..
Aku berorgasme yang pertama.
Ternyata muntahan spermaku masuk kedalam mulut Taeyeon, yang juga tanpa rasa jijik menelannya hingga habis.
Aku tersenyum melihat tingkahnya. Kemudian aku kembali menidurkan, dan menindihnya dari atas.
Setelah itu kubuka lebar kedua paha Taeyeon.
“oppa..?” Taeyeon menahan lenganku.
“hmmm?”
“saranghae” katanya setengah berbisik.
Mananggapi pernyataan Taeyeon, aku hanya tersenyum penuh arti sembari mencium keningnya.
 “aku. Aku yang lebih mencintaimu, Kim Taeyeon agasshi” bisikku tepat di telinganya.
Taeyeon tersenyum.
Kukecup sebentar bibirnya kemudian dengan tangan kanan, kutuntun juniorku kearah lubang vagina Taeyeon.
Dengan hati-hati, aku mulai memasukkan juniorku. Dan memulai inti dari permainan ini.
***
Taeyeon pov’s
@Jungsoo oppa’s room, 12.45am
“aakkkhhh” aku menjerit tertahan ketika junior Jungsoo oppa yang ukurannya sangat besar itu mulai masuk ke dalam lubang vagina milikku.
Dengan susah payah kuperhatikan ia memasukkan juniornya ke lubang vagina milikku.
Sakit memang, tapi aku juga merasakan kenikmatan disisi lain.
“aaaahhhhhhh” desahan Jungsoo oppa yang terdengar sangat seksi di telingaku menandakan berakhirnya sudah perjuangannya dalam memasuki lubang sempit milikku.
“hhhaaahh.. hhaaahh..” sementara Jungsoo oppa menarik napasnya satu persatu. Air mataku kini mengalir.
Jungsoo oppa menatapku nanar. Terlihat jelas dari raut wajahnya bahwa ia khawatir padaku. Lagi-lagi aku hanya menggeleng pelan dan berkata, “lanjutkan saja oppa. Nan gwenchana”
Mendengar itu Jungsoo kemudian mengecup lagi keningku dan mulai memaju mundurkan juniornya secara perlahan. Perlahan, sedang, hingga cepat.
Aku memeluk kuat pundak Jungsoo oppa dan meredam mulutku di sana agar tidak mengeluarkan jerit kesakitan sekaligus kenikmatan ini.
“oopppaaahhhh.. oooohh.. ceppaahhttt.. lleehhbhhiihh cceeehhphhatt” aku tidak tahan lagi untuk menyuarakan desahanku. Bisa kurasakan kini cairanku sudah keluar. Aku sudah berorgasme untuk kedua kalinya.
***
Leeteuk pov’s
@my room, 01.00am
Kurasakan juniorku sudah dilumuri oleh cairan Taeyeon. Ia sudah berorgasme. Sedangkan aku belum. Aku terus mengenjotkan juniorku di lubangnya. Hingga..
“aaaahhhh..” desahku panjang. Juniorku menumpahkan jutaan sperma ke dalam rahim Taeyeon. Aku lantas ambruk di atasnya.
Aku dan Taeyeon kembali menarik napas dalam-dalam sebelum aku merubah posisi hingga kini aku tidur berhadapan dengannya.
Bulir-bulir keringat membasahi tubuh kami. Taeyeon mengulurkan tangan kirinya dan mengusap bagian dahiku yang terdapat banyak keringat.
Aku balas memandang Taeyeon yang terlihat sangat letih seraya tersenyum.
Kami saling menatap satu sama lain.
“gomawoyo, Kim Taeyeon agasshi. Saranghae yeongweonhi” ujarku tulur padanya.
“cih.. mwoya?? bagaimana bisa oppa bilang cinta padaku dan malah ‘menikah’ dengan orang lain? Huh?” nada kesal dalam suara Taeyeon terdengar sangat dibuat-buat ditelingaku.
Aku hanya tertawa ringan menanggapinya.
Lantas kuraih selimut putih di sudut tempat tidur untuk menutupi tubuh kami berdua dan mengulurkan lengan kiriku untuk membekapnya dalam pelukanku.
“akh! Appoyo~ oppa.. wae ddo?” nada suara Taeyeon benar-benar terdengar sedikit kesal sekarang.
Aku memasukkan juniorku kembali ke dalam lubangnya.
“biarkan saja. Aku hanya merasa nyaman jika begini. Gwenchana?” kataku santai seraya mempererat pelukanku.
Aku yakin Taeyeon sedang tersenyum sekarang. Begitupun aku.
Dalam hati aku mengucapkan sederet rangkaian kalimat syukur.
Terima kasih, untuk siapa saja. Yang telah mengembalikan dia yang paling kuinginkan dalam hidup.
***
-THE END-
Huft! Akhirnya selesai juga! #nyekakeringat
and finally, GAMSAHAMNIDA YEOREOBEUN^^..
ADORKABLE FOREVER!!! *treak pake toa* *author gila*
Annyeong~^^ #bow

15 thoughts on “[TaeTeuk] Love of The Leaders

  1. suka banget sama jalan ceritanya. walaupun yadong, tapi romantis, penuh cinta, dan pake perasaan jadi gak sekedar adegan yadong yg seakan” tidak bermoral (?) wkwkwk😄
    keep writing (y)

    oh ya, sekali” bikin ff model gini lagi dong tapi castnya haesica atau yulsung yah🙂

  2. OMG..OMG…The leaders of SuperGeneration. g th hrs komen ap yg terpnting sll ad cinta dihati mrk.NC always hot..👍👍👍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s